Senin, 25 Mei 2020

Merger PTS Bisa Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: marsot
Rabu, 24 Okt 2018 13:32
BAGIKAN:
istimewa.
Sarjana.
JAKARTA (EKSPOSnews): Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pandu Baghaskoro mengatakan, langkah merger atau penggabungan perguruan tinggi swasta (PTS) membutuhkan pemetaan yang jelas supaya lebih efektif.

Pandu Baghaskoro di Jakarta, menyatakan bahwa pemetaan yang dimaksud berupa informasi lengkap, di antaranya mengenai badan hukum, wilayah, program studi (termasuk yang menjadi unggulan) dan juga jumlah mahasiswa.

"Menggabungan ribuan PTS dengan badan hukum, keunggulan dan wilayah yang berbeda tentu tidak mudah. Pemetaan hendaknya bisa dijadikan acuan supaya target merger PTS bisa terpenuhi," ujarnya, Rabu 24 Oktober 2018.

Ia menegaskan, merger PTS diharapkan mampu meningkatkan kualitas PTS yang ada di Indonesia.

Misalnya saja, ujar dia, kampus biasanya memiliki program studi yang diunggulkan, sehingga dengan adanya penggabungan, PTS bisa memaksimalkan keunggulan tersebut dan menambah keunggulan di program studi lainnya.

"Dengan begini kualitas PTS juga meningkat pelan-pelan," jelas Pandu.

Pandu menjelaskan, meningkatkan kualitas PTS juga dapat dilakukan dengan merumuskan sistem pendaftaran dan seleksi masuk yang berstandar nasional untuk PTS yang ada.

Dengan adanya sistem pendaftaran dan seleksi masuk yang berstandar nasional, diharapkan mutu mahasiswa juga akan meningkat. Selain itu, merger PTS juga baik untuk efisiensi biaya operasional.

Namun selain kelebihan-kelebihan tadi, Pandu mengemukakan bahwa pemerintah harus memastikan wacana merger ini dapat diterima dan dilaksanakan oleh PTS yang ada di Indonesia.

Pemerintah, lanjutnya, harus mampu memberikan skema penggabungan yang bisa mengakomodir kepentingan PTS yang digabungkan.

"Permasalahannya apakah ide merger ini bakal diterima dengan baik dari PTS-PTS tersebut? Kalau dilihat dari angka 300 PTS yang sudah mengajukan merger ke Kemenristekdikti, saya rasa animonya cukup baik. Pemerintah masih punya waktu sekitar 1,5 tahun sampai akhir 2019 untuk mengurangi hingga 1.000 PTS, dan saya rasa angka ini masih realistis untuk dicapai," ucapnya.

Pandu menambahkan, ada baiknya pemerintah mengakomodir merger ini dengan cara memberikan rekomendasi kepada PTS yang berpotensi untuk digabungkan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99