Sabtu, 25 Jan 2020

Mengirmkan Guru ke Malaysia

Oleh: alex
Senin, 05 Nov 2018 19:18
BAGIKAN:
istimewa.
Guru.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah mengirim 100 guru ke Malaysia untuk memperbaiki kualitas pendidikan bagi anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI), demikian keterangan tertulis KJRI Kota Kinabalu yang diterima di Jakarta.

Pemerintah Indonesia kembali mengirim guru untuk melayani pendidikan anak-anak para pekerja migran Indonesia di Malaysia. Sebanyak 95 guru yang akan bertugas di wilayah Sabah telah tiba di Kota Kinabalu pada Rabu (31/10). Sementara lima guru yang akan bertugas di Sarawak akan datang menyusul dalam waktu dekat.

Saat ini terdapat 190 guru Indonesia yang melayani pendidikan anak-anak TKI di Malaysia. Dengan penambahan 100 guru itu maka jumlah pendidik yang biasa disebut sebagai "Guru Bina" bertambah menjadi 290 orang.

Para guru tersebut akan bekerja berdasarkan kontrak kerja dengan Kementerian Pendidikan dan Budaya selama dua tahun.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu, Krishna Djelani, menyambut baik kedatangan para pendidik serta berharap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik di tempat penugsannya yang baru.

"Menjadi guru di Sabah dan Sarawak tidaklah sama dengan menjadi guru di Tanah Air. Sarana dan prasarana sekolah atau CLC (Community Learning Center) di ladang sangat terbatas, seperti keterbatasan air bersih dan bahkan signal telepon seluler. Para guru dituntut memiliki kesabaran tinggi dan daya adaptasi," ujar Konjen Krishna, Senin 5 November 2018.

"Guru adalah profesi mulia dan terhormat di mata masyarakat. Para guru dianggap sebagai pribadi yang serba bisa dan serba tahu. Para guru hendaknya selalu menjaga sikap dan tingkah laku yang baik, karena para guru dipandang sebagai tokoh dan panutan oleh masyarakat," lanjutnya.

Konjen RI di Kota Kinabalu juga mengharapkan para guru diharapkan dapat menjadi "kepanjangan tangan" dari Perwakilan RI, untuk menyampaikan informasi mengenai berbagai hal terkait kepentingan warga negara Indonesia yang ada di area tempat penugasannya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Sanksi Dagang untuk Malaysia?

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya, yang bergantung pada ekspor, dapat terkena sanksi perdagangan di tengah peningkatan proteksionisme yang terli

  • 4 bulan lalu

    Ninoy Ancam Laporkan Pengurus Masjid Al Falaah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pegiat media sosial Ninoy Karundeng mengancam akan melaporkan Ketua Pengurus Masjid Al Falaah, Iskandar, ke polisi lantaran menyebarkan informasi yang tidak benar terkait peristi

  • 6 bulan lalu

    Pejabat Malaysia Perkosa Seorang WNI

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses hukum atas kasus pemerkosaan terhadap seorang WNI oleh anggota DPRD Negara Bagian Perak, Malaysia.Langkah yang akan diambil pemeri

  • 7 bulan lalu

    Tingkatkan Kesejahteraan Guru Kontrak

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini telah memperoleh hasil akhir oleh Mahkamah Konstitusi. Hal ini kemudian menuai harapan dari para guru kontrak agar presiden terpi

  • 7 bulan lalu

    2 Warga Malaysia Dibekuk karena Bawa Narkoba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dua Warga Negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial MJ alias Gordon dan AT alias Jack serta satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial DW ditangkap atas dugaan penyelun

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99