Kamis, 17 Okt 2019

Membangun Ruang Kelas Baru di Banten

Oleh: alex
Rabu, 11 Jul 2018 03:17
BAGIKAN:
istimewa.
Ruang kelas (ilustrasi).
SERANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Banten membangun 2.016 ruang kelas baru SMA/SMK dalam upaya meningkatkan akses pelayanan pendidikan bagi masyarakat setempat.

Gubernur Banten Wahidin Halim di Serang, mengatakan berbagai uapaya dilakukan Pemprov Banten dalam meningkatkan akses pendidikan masyarakat, mulai dari pendidikan gratis, membangun ruang kelas baru, serta membangun unit sekolah baru.

Selain itu, katanya, sudah dialokasikan Rp400 miliar untuk Program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) SMA/SMK.

Bosda sebesar itu, kata Wahidin, di antaranya akan digunakan untuk membayar honor guru dan biaya kebutuhan operasional sekolah. Program lain yang akan dijalankan Pemprov Banten pada 2018, katanya, untuk meningkatkan akses pelayanan pendikan berkualitas, terdapat 12 program.

Selain itu, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk SMA dan SMK sebanyak 2.016 ruang kelas, sedangkan untuk Unit Sekolah Baru (USB) sebanyak 168 unit."Bantuan kompetensi guru pendidikan S1, untuk guru SMA dan SMK. Sebanyak 343 untuk guru SMA dan 820 untuk guru SMK," katanya, Selasa 10 Juli 2018.

Selain itu, kata Wahidin, Pemerintah Provinsi Banten juga menargetkan 1.000 perpustakaan, pemberian beasiswa bagi 1.000 siswa kebutuhan khusus, tingkat SD hingga SMA, penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik untuk BOS SMK dan SMA, penyediaan RKB sebanyak 268 paket untuk SMA, dan 403 paket RKB untuk SMK.

Dia mengatakan APBD Banten 2018 telah disahkan Rp11,3 triliun. Dari jumlah APBD tersebut, sebesar 65,59 persennya dialokasikan untuk pelayanan dasar, yakni pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan.Total APBD dan APBN untuk bidang pendidikan sebesar 32,48 persen. Alokasi infrastruktur 29,27 persen dan kesehatan 13,86 persen. Pemprov Banten akan mengelola 1.018 SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, serta menggaji guru PNS yang jumlahnya 11.893 orang.

"Negara harus benar-benar hadir untuk rakyatnya. Krusial saat ini adalah memutus mata rantai kemiskinan. Rumusan strategisnya dengan meningkatkan akses pendidikan berkualitas kepada masyarakat tanpa biaya, terutama masyarakat miskin," kata Wahidin. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    Sektor Wisata di Serang Mulai Menggeliat

    SERANG (EKSPOSnews): Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor wisata di Provinsi Banten, khususnya wisata pantai, mulai menggeliat pascastunami, yang tercermin dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK)

  • 6 bulan lalu

    Mendorong Wisata Banten Setelah Tsunami

    SERANG (EKSPOSnews): Sudah tiga bulan lebih bencana tsunami menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Sudah banyak pula upaya pemerintah daerah setempat, termasuk swasta berbenah

  • 8 bulan lalu

    Mengembangkan Tanaman Padi Organik di Banten

    LEBAK (EKSPOSnews): Petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diminta mengembangkan tanaman padi organik karena memiliki keunggulan dibandingkan tanaman padi menggunakan pupuk kimia."Kita terus menyamp

  • 10 bulan lalu

    Korban Meninggal Tsunami Banten 334 Orang

    PANDEGLANG (EKSPOSnews): Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat 334 orang meninggal dunia akibat gelombang tsunami yang menerjang perairan Selat Sunda, Provinsi Banten, Sabtu (22/12) malam."Korban yan

  • 10 bulan lalu

    Tsunami Banten, 176 Meninggal Dunia

    SERANG (EKSPOSnews): Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Tsunami di pesisir selatan Banten yakni di Kabupaten Serang dan Pandeglang hingga Minggu sore mencapai 176 orang.Kepala Bidang Aplikas

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99