Rabu, 15 Agu 2018

Memantau PTS Bermasalah di Sumut

Oleh: alex
Minggu, 05 Nov 2017 08:29
BAGIKAN:
istimewa.
Perguruan Tinggi (ilustrasi).
MEDAN (EKSPOSnews): Kopertis Wilayah I Sumatera Utara kini masih terus melakukan pemantauan terhadap puluhan perguruan tinggi yang dinilai bermasalah dan terkait kelengkapan persyaratan yang diberikan tenggat waktu untuk melakukan perbaikan hingga Desember 2017.

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Dian Armanto, di Medan, mengatakan pihaknya menambah waktu selama enam bulan lagi untuk dapat membenahi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang melakukan pelanggaran.

Menurut dia, pembinaan yang diberikan Kopertis Wilayah I Sumut terhadap perguruan PTS tersebut sudah merupakan tahap kedua.

"Sebelumnya, pada tahap pertama diberikan waktu selama enam bulan dan tampaknya tidak juga mengalami perubahan PTS yang mendapat teguran dari Kemenristekdikti," ujar Armanto, Minggu 5 November 2017.

Ia mengatakan, jika batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah itu, tidak juga dapat dipenuhi oleh PTS tersebut.

Kemudian, direkomendasikan kepada Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti segera ditutup, karena tidak memenuhi persyaratan.

"Kopertis berharap kepada PTS yang mendapat peringatan dari Dikti itu, dapat melakukan perbaikan secara signifikan," ucapnya.

Armanto menjelaskan, penambahan waktu penataan pada tahap kedua itu, adalah berdasarkan permintaan dari Yayasan PTS tersebut, dan Kopertis mengabulkannya.

PTS tersebut, harus dapat memenuhi persyaratan dan ketentuan yang telah diberikan oleh Kemenristekdikti, dan tidak boleh gagal.

Penemuan PTS yang tidak memenuhi ketentuan itu, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Kopertis terhadap 264 PTS beroperasi di Sumut.

"PTS tersebut, jumlah mahasiswanya tidak mencukupi, rasio dosen tetap tidak tercapai, tidak ada gedung dan prasarana yang memadai, izin bermasalah, konflik pimpinan yayasan/pimpinan perguruan tinggi dan tidak rutin memberikan laporan," kata Koopertis Wilayah I Sumut.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Praperadilan 4 Anggota DPRD Sumut Ditolak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa permohonan praperadilan yang diajukan empat tersangka anggota DPRD Sumatera Utara ditolak oleh Hakim Tunggal pada Pengad

  • 2 minggu lalu

    Kejati Sumut Ringkus Buronan Koruptor

    MEDAN (EKSPOSnews): Tim Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara meringkus H Hasnil, terpidana kasus korupsi dalam penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS pada Sekretariat Kabupaten Langk

  • 2 minggu lalu

    Kejati Sumut tangkap Buronan Korupsi Kejati Riau

    MEDAN (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap buronan Marianne Donse Tobing (47) terpidana kasus korupsi Pemungutan Biaya Pemberian vaksin Meningitis Calon Jamaah Umrah p

  • 3 minggu lalu

    Kejati Buru Koruptor Bank Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara masih memburu Haltatif, tersangka dugaan korupsi pembelian 294 unit kendaraan dinas di Bank Sumut senilai Rp17 miliar, Tahun Anggaran 2013 yang mela

  • 3 minggu lalu

    Sumut Rawan Penyakit Anak-Anak

    MEDAN (EKSPOSnews): Ikatan Dokter Anak Indonesia mencatat sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Utara hingga saat ini masih rawan berbagai penyakit yang rentan menyerang anak.Usai pencanangan Bulan Tum

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99