Selasa, 20 Nov 2018

Memantau PTS Bermasalah di Sumut

Oleh: alex
Minggu, 05 Nov 2017 08:29
BAGIKAN:
istimewa.
Perguruan Tinggi (ilustrasi).
MEDAN (EKSPOSnews): Kopertis Wilayah I Sumatera Utara kini masih terus melakukan pemantauan terhadap puluhan perguruan tinggi yang dinilai bermasalah dan terkait kelengkapan persyaratan yang diberikan tenggat waktu untuk melakukan perbaikan hingga Desember 2017.

Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Dian Armanto, di Medan, mengatakan pihaknya menambah waktu selama enam bulan lagi untuk dapat membenahi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang melakukan pelanggaran.

Menurut dia, pembinaan yang diberikan Kopertis Wilayah I Sumut terhadap perguruan PTS tersebut sudah merupakan tahap kedua.

"Sebelumnya, pada tahap pertama diberikan waktu selama enam bulan dan tampaknya tidak juga mengalami perubahan PTS yang mendapat teguran dari Kemenristekdikti," ujar Armanto, Minggu 5 November 2017.

Ia mengatakan, jika batas waktu yang telah ditentukan oleh pemerintah itu, tidak juga dapat dipenuhi oleh PTS tersebut.

Kemudian, direkomendasikan kepada Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti segera ditutup, karena tidak memenuhi persyaratan.

"Kopertis berharap kepada PTS yang mendapat peringatan dari Dikti itu, dapat melakukan perbaikan secara signifikan," ucapnya.

Armanto menjelaskan, penambahan waktu penataan pada tahap kedua itu, adalah berdasarkan permintaan dari Yayasan PTS tersebut, dan Kopertis mengabulkannya.

PTS tersebut, harus dapat memenuhi persyaratan dan ketentuan yang telah diberikan oleh Kemenristekdikti, dan tidak boleh gagal.

Penemuan PTS yang tidak memenuhi ketentuan itu, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Kopertis terhadap 264 PTS beroperasi di Sumut.

"PTS tersebut, jumlah mahasiswanya tidak mencukupi, rasio dosen tetap tidak tercapai, tidak ada gedung dan prasarana yang memadai, izin bermasalah, konflik pimpinan yayasan/pimpinan perguruan tinggi dan tidak rutin memberikan laporan," kata Koopertis Wilayah I Sumut.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Kejati Sumut Limpahkan Perkara Mantan Bupati Tapanuli Tengah

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah melimpahkan berkas perkara tersangka mantan Bupati Tapanuli Tengah, berinisial ST, dalam kasus dugaan penipuan dan penggelepan proyek senilai

  • 2 minggu lalu

    Jalur Pasaman Barat-Sumatera Utara Putus Diterjang Banjir

    SIMPANG EMPAT (EKSPOSnews): Arus transportasi dari Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menuju Sumatera Utara terputus akibat banjir mengenangi jalan Kampung Baru Ranah Batahan."Benar, air Sungai B

  • 2 minggu lalu

    Satu Tersangka Anggota DPRD Sumut Mengajukan Diri Sebagai Justice Collaborator

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa salah satu tersangka tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 mengajukan di

  • 2 minggu lalu

    Pengembalian Uang Suap DPRD Sumut Sekitar Rp7,65 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima pengembalian sekitar Rp7,65 miliar dari sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap kepa

  • 2 minggu lalu

    Kejati Sumut Tangkap Buronan Koruptor Pajak Reklame

    MEDAN (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menangkap Alboin Siagian, terpidana kasus korupsi penggelapan uang pajak restoran dan reklame pada Dinas Pendapatan Kabupaten Deli Ser

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99