Selasa, 24 Okt 2017

Mahasiswa UGM Kembangkan Pendeteksi Vaksin

Oleh: Alex
Sabtu, 12 Agu 2017 05:02
BAGIKAN:
istimewa
Vaksin.
YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan aplikasi pendeteksi keaslian vaksin yang ditujukan untuk menangkal peredaran vaksin palsu.

Kelima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengembangkan Aplikasi Pengecekan Keaslian Vaksin (Aplisin) tersebut adalah Novrizal Dwi Rozaq, Anggito Kautsar, Musthafa Abdur Rosyied, Aditya Laksana Suwandi, dan Almantera Tiantana.

"Dengan aplikasi ini masyarakat bisa mengecek secara mandiri apakah vaksin asli atau palsu," kata Novrizal di Kampus UGM, Yogyakarta, Jumat 11 Augustus 2017.

Menurut Novrizal, pengembangan aplikasi itu terinspirasi dari kasus peredaran vaksin palsu beberapa waktu lalu yang sempat meresahkan masyarakat. Masyarakat tentu kesulitan mengecek keaslian vaksin secara mandiri karena secara umum masih awam soal vaksin.

"Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun belum bisa menjangkau pengawasan secara menyeluruh jika ada vaksin palsu," kata dia.

Berangkat dari keprihatinan itu, menurut dia, ia dan rekan-rekannya lalu mencoba membuat aplikasi yang mampu memindai kode QR (Quick Response) pada kemasan untuk memastikan keaslian vaksin. Menurut dia, kode QR yang ada pada kemasan atau botol vaksin tidak bisa dipalsukan.

"Jika kode QR terdaftar maka vaksin itu asli, jika tidak ditemukan artinya vaksin tersebut palsu," kata dia.

Namun demikian, anggota tim, Anggito menyayangkan hingga saat ini belum semua botol vaksin terdapat kode QR melainkan hanya nomor registrasi BPOM. Agar bisa mendukung pengecekan keaslian vaksin, ia berharap perusahaan vaksin mencantumkan kode QR di setiap kemasan atau botol vaksin.

Oleh sebab itu, ia mengakui, aplikasi yang dikembangkan lewat program kreatifitas mahasiswa (PKM) UGM 2017 tersebut masih belum sempurna dan masih akan terus dikembangkan.

"Sementara ini kita hanya uji coba permulaan gunakan vaksin malaria dan demam berdarah," kata dia.

Mereka berencana menggandeng BPOM untuk menyosialisasikan kegunaan aplikasi tersebut serta menggandeng beberapa industri pembuat vaksin.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Sortir Ikan

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Kelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan alat "grading" atau sortir ikan secara otomatis yang diberi nama V-Sorter sehingga proses pemisahan ikan da

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99