Sabtu, 25 Jan 2020

Lulusan SMK Harus Miliki Kemampuan Generik

Oleh: Tawanli
Selasa, 11 Sep 2018 05:43
BAGIKAN:
istimewa.
Rakor pendidikan di Aceh.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Lulusan SMK harus memiliki kemampuan generik yang harus dikuasai oleh setiap lulusan yang ditunjang dengan kemampuan softskill, seperti berkomunikasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berinteraksi, serta kemampuan bekerjasama secara efektif dengan pihak lain.

"Aspek penunjang lainnya bagi lulusan SMK adalah karakter yang tangguh, mandiri, bertanggung jawab, kreatif dan berjiwa wirausaha," ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem Yakob, atas nama Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, Senin 10 September 2018.

Hal itu disampaikannya pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi, di Banda Aceh.Rakor tersebut diikuti oleh 190 orang Kepala SMK Se-Aceh.

Dikatakan, di era milenial dalam rangka ikut berpartisipasi pencapaian target millennium goals development (MGD), pelajar SMK harus mampu memperbaiki kualitas pendidikannya serta memberi kesempatan yang sama bagi sesama untuk meraih prestasi setinggi-tingginya, sehingga siap kerja sesuai keterampilan di dalam maupun di luar negeri.

"Nah, untuk menjawab tantangan tersebut, maka salah satu faktor penting adalah tersedianya kualitas pendidikan dan hasil lulusan yang profesional serta mampu menjawab tantangan dunia saat ini.Itu sebabnya, siswa SMK harus memiliki keahlian maupun keterampilan," katanya.

Menurutnya, sebagai bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia, pendidikan di sekolah kejuruan harus mampu menghasilkan lulusan yang siap mengisi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan mampu menunjukkan keahlian serta daya saing di kancah nasional maupun internasional.

"Penyelenggaraan pendidikan di SMK harus senantiasa membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan kompetensi teknis yang relevan sesuai perkembangan zaman," tuturnya.

Sesuai slogannya, SMK bisa, SMK hebat, sambungnya maka harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh pasar kerja baik yang bertaraf nasional maupun internasional, hal ini tidak terlepas dari tanggung jawab semua pihak.

"Kepala sekolah ditugaskan sebagai manager bagi tenaga pendidik lainnya di sekolah, dan mempunyai tanggungjawab penting dalam meningkatkan kualitas manajemen sekolah terutama dalam hal proses belajar mengajar, kedisiplinan, prestasi baik guru maupun siswa dan lain sebagainya.Karena itu, Kepala sekolah harus memberikan ruang bagi pelajar untuk bisa menampilkan unjuk bakat dan minat, kreativitas, serta inovasi, sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing."

Ia menambahkan dalam mewujudkan hal tersebut, Dinas Pendidikan Aceh memandang perlu menyelenggarakan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Aceh, namun sebelum even LKS ini dilaksanakan tentunya harus membuat rambu-rambu atau aturan-aturan lomba terlebih dahulu.

"Melalui rakor ini diharapkan dapat merumuskan sebuah keputusan yang di ambil secara bersama-sama dalam menggapai sebuah keberhasilan di dunia SMK, terutama pada even LKS yang akan diselenggarakan tingkat provinsi," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin  menjelaskan, tujuan rakor tersebut untuk menyatukan persepsi dan sikap serta menyusun konsep pelaksanaan, menyiapkan siswa SMK dalam mengikuti kegiatan LKS tingkat Provinsi dan Nasional.

"Juga mendorong produktivitas siswa SMK untuk mampu bekerja secara optimal dan menghasilkan produk inovatif, mengetahui peta kualitas dan kemampuan SMK di seluruh Aceh sesuai standar dunia usaha dan dunia industri yang bisa  meningkatkan citra SMK, meningkatkan kerja sama yang lebih intensif antara lembaga pendidikan (SMK) dan dunia usaha/dunia industri (DUDI), asosiasi profesi dan berbagai pihak lainnya," terang teuku Miftahuddin.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Jembatan di Aceh Barat Ambruk

    MEULABOH (EKSPOSnews): Aktivitas ribuan masyarakat di di empat desa meliputi Desa Peulanteu LB, Ujong Simpang, Karang Hampa dan Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat hingga Sel

  • 6 bulan lalu

    Pemerintah Aceh Evaluasi Perusahaan Tambang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di provinsi paling barat Indonesia guna mencengah terjadinya pelanggaran hukum."Pemerintah

  • 6 bulan lalu

    Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas

    MEULABOH (EKSPOSnews): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan merekomendasikan penyesuaian kelas sebanyak 21 rumah sakit yang tersebar di sejumlah kab

  • 7 bulan lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  • 7 bulan lalu

    Melegalkan Poligami di Aceh

    MEULABOH (EKSPOSnews): Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian mengatakan pihaknya sangat setuju dan sependapat dengan rencana Pemerintah Aceh untuk mel

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99