Selasa, 24 Sep 2019

Lulusan Perguruan Tinggi Harus Kreatif dan Inovatif

Oleh: marsot
Selasa, 09 Apr 2019 16:38
BAGIKAN:
istimewa.
Mahasiswa.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pakar manajemen pendidikan tinggi Edy Suandi Hamid mengatakan audit mutu pendidikan harus dilakukan secara serius dan jangan sekadar basa-basi.

"Perguruan tinggi harus menyiapkan lulusan yang kreatif-inovatif, serta melek teknologi, perguruan tinggi harus secara serius dan rutin melakukan audit mutu internalnya," ujar dia di Jakarta, Selasa 9 April 2019.

Untuk itu, kata dia, setiap perguruan tinggi harus menyediakan banyak tenaga auditor yang kompeten dan berkualitas.

Menurut dia, audit tersebut bukan karena adanya tuntutan regulator atau perintah Kemenristekdikti.

Sebelumnya, ia menyampaikan hal serupa dalam ceramahnya pada Pelatihan Auditor yang diikuti 60 peserta dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia, yang diadakan di kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Saat ini, menurut Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta itu, banyak perguruan tinggi yang melakukan audit internal ala kadarnya, hanya basa-basi atau memenuhi formalitas, akibatnya hal itu lebih banyak menghamburkan energi dan biaya.

"Hal itu dikarenakan secara substantif tidak memberikan manfaat apa-apa. Padahal dari audit internal ini diharapkan bisa memotret utuh kualitas dari unit-unit yang diaudit, bagaimana proses akademik dilakukan. Dapat diketahui apa kekurangannya, apa yang harus diperbaiki dan dilakukan ke depannya," kata dia.

Dia menjelaskan dengan audit mutu bisa dicermati kesesuaian antara standar pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh PT, dengan kenyataannya di lapangan.

Dengan demikian, katanya, jika audit bisa dilakukan rutin setiap semester, ditangani oleh tenaga yang kompeten, kemudian ada tindak lanjut hasil, maka bisa diharapkan akselerasi perbaikan mutu lembaga akan terjadi.

Kompetisi antarunit untuk perbaikan kualitas juga akan terjadi. Hal itu akan menimbulkan evolusi berkelanjutan sehingga terjadi percepatan peningkatan mutu secara terus menerus.

"Jika ini sudah terjadi, maka budaya mutu juga akan mewujud. Ini berarti perguruan tinggi tersebut sudah punya modal besar untuk bersaing bukan saja pada level lokal, atau bahkan nasional, tetapi juga global. Akreditasi Unggul juga akan mudah diperoleh, bahkan akreditasi internasional," tutur Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammdiyah itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Pemerintah Tutup 243 perguruan tinggi swasta

    MEDAN (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengatakan, pemerintah hingga saat ini telah menutup 243 perguruan tinggi swasta atau PTS di Tanah Air, karena diangg

  • tahun lalu

    PLN Gandeng 17 Perguruan Tinggi

    MAKASSAR (EKSPOSnews): PT PLN (Persero) menggandeng 17 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan magang bersertifikasi dalam upaya menjaring pegawai PLN ataupun menciptakan enterpre

  • tahun lalu

    Pimpinan PT Bidang Kemahasiswaan di Jawa Tengah Ikuti OPPeK

    KUDUS (EKSPOSnews): Sedikitnya 30 peserta yang merupakan para pimpinan bidang kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi (PT), baik negeri maupun swasta, mengikuti Orientasi Pengembangan Pendamping

  • tahun lalu

    Dosen Asing Pacu Kualitas Pendidikan Tinggi Indonesia

    YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono berharap rencana pemerintah untuk mendatangkan 200 dosen asing tidak dipandang negatif, melainkan dimaknai sebagai ikhtiar p

  • tahun lalu

    Perguruan Tinggi Diminta Bergabung untuk Meningkatkan Akreditasi

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengimbau pengurus yayasan yang memiliki perguruan tinggi swasta lebih dari satu dan mengalami kesulitan meningkatka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99