Minggu, 19 Mei 2019

Integritas Akademik, Apa Itu?

Oleh: marsot
Rabu, 20 Feb 2019 04:22
BAGIKAN:
istimewa.
Dosen.
SEMARANG (EKSPOSnews):Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan menerbitkan peraturan mengenai integritas akademik.

"Dalam waktu dekat akan keluar aturan dalam bentuk peraturan menteri mengenai integritas akademik. Jadi kita tidak hanya kuantitas publikasi tapi juga kualitas dan integritas," kata Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Dimyati dalam acara Sinta Talk di Semarang, Jawa Tengah, Selasa 19 Februari 2019.

Dimyati menjelaskan bahwa selama ini ada akademisi yang diberhentikan, atau beasiswanya dan dana penelitiannya dihentikan karena integritasnya bermasalah.

Ia bisa memaklumi jika masalah integritas tersebut terjadi karena ketidaktahuan, namun tidak akan menoleransi kalau itu merupakan kesengajaan.

Selain itu, guna menindaklanjuti pengaduan mengenai dugaan pelanggaran etika dan integritas di Science and Technology Index (Sinta), kementerian membentuk tim investigasi untuk menganalisis dan memantau kualitas data di sistem informasi berbasis web tersebut, yang menawarkan akses terhadap pengukuran kinerja peneliti, institusi dan jurnal ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

"Tim itu telah menganalisis data di Sinta dan kami juga telah memberikan sanksi kepada dosen dan peneliti yang melanggar etika publikasi," katanya.

Ia menambahkan pemerintah ingin memperbaiki Sinta, yang pertama diluncurkan 30 Januari 2017 oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk memudahkan pendataan dan pemetaan publikasi ilmiah akademisi dan peneliti di Indonesia.

"Meskipun usianya muda, kami ingin menghasilkan publikasi yang terbaik," katanya.

Dimyati juga meminta para akademisi bahu-membahu menciptakan lingkungan riset yang baik, yang bisa memunculkan inovasi-inovasi baru.

"Sekarang kita punya anak-anak muda yang inovatif, itu harus dikelola dengan baik agar menjadi negara yang maju. Kita harus memberikan ruang bagi mereka untuk berinovasi," ujar  dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Dosen USU Dituntut Setahun Penjara

    MEDAN (EKSPOSnes): Seorang oknum dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis (45) dituntut pidana penjara selama 1 tahun dengan denda Rp10 juta subsider 3 bulan dalam sidang di PN Meda

  • 2 bulan lalu

    Dosen Cabul Ada di Kampus?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Publik masih digemparkan dengan kasus kekerasan seksual di kampus. Akhir-akhir ini terungkap bahwa salah satu dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro juga menjadi terdu

  • 6 bulan lalu

    Dosen Cabul Hanya Divonis 1,4 Tahun Penjara

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Lampung, menjatuhkan vonis 1,4 tahun penjara kepada Chandra Ertikanto, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Un

  • 6 bulan lalu

    Menjaring Dosen Berkualitas Lewat Peserta Tes CPNS

    SURABAYA (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir ingin merekrut dosen yang berkualitas dari proses tes atau seleksi penerimaan calon pegawai negeri

  • 8 bulan lalu

    Dosen Tukang Cabul Mahasiswi Mulai Disidang

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjungkarang, Bandarlampung mendakwa dengan pasal berlapis terdakwa CE, oknum dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan U

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99