Selasa, 16 Okt 2018

Fasilitas Sekolah di Aceh Utara Rusak Parah

Oleh: alex
Rabu, 13 Des 2017 04:59
BAGIKAN:
istimewa.
Sekolah (ilustrasi).
LHOKSUKON (EKSPOSnews): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh menyatakan, banjir yang melanda kawasan itu pada pekan pertama Desember 2017 telah menyebabkan fasilitas di sejumlah sekolah rusak parah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Zulkarnaini di Lhoksukon,  menyebutkan, sarana dan prasarana sekolah yang rusak itu berada di tiga TK, 18 SD dan 15 SMP yang tersebar di sejumlah kecamatan.

"Banjir telah menyebabkan kerusakan terhadap fasilitas sekolah di antaranya seperti pagar roboh, mobiler, kursi tamu, komputer, printer dan perangkat sound system, buku-buku di lemari dan termasuk rapor siswa juga ikut rusak," kata Zulkarnaini, Selasa 12 Desember 2017.

Selain itu, taman sekolah termasuk bunga di dalamnya juga mati. Namun terparah kerusakan terhadap fasilitas sekolah ini terjadi di SDN 24 dan SDN 1 Kecamatan Lhoksukon.

Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan pada fasilitas sekolah, tetapi para murid terpaksa diliburkan, termasuk ujian semester ganjil harus ditunda dan baru dilaksanakan pada Senin (11/12).

Dikatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan lebih lanjut terhadap fasilitas sekolah yang rusak usai banjir. Sehingga, kata Zulkarnaini, pihaknya belum mengestimasikan kerugian ini ke rupiah.

"Ini menimbulkan kerugian yang cukup besar, tetapi kita belum estimasi kerusakan ini ke rupiah. Kalau taksiran saya, kerugiannya yang ditimbulkan bisa mencapai ratusan juta rupiah, bahkan bisa lebih ini," bebernya.

Dijelaskan, 3 unit TK dan 18 unit SD dan 15 SMP yang terendam banjir tersebut, tersebar di sejumlah kecamatan di Aceh Utara, di antaranya Kecamatan Lhoksukon, Pirak Timu dan Matang Kuli.

Seperti diketahui, banjir pada pekan pertama bulan Desember ini berdampak terhadap 23 kecamatan dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Utara.

Ribuan rumah, tambak ikan dan sawah petani tergenang banjir. Pemerintah setempat mencatat 21 ribu jiwa korban mengungsi ke tempat aman pada waktu itu.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Kasus Sabu-Sabu Menonjol di Aceh Utara

    LHOKSUKON (EKSPOSnews): Penanganan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Aceh utara, Provinsi Aceh lebih didominasi oleh sabu-sabu.Berdasarkan data tahun 2018, jumlah penanganan kasus

  • 3 bulan lalu

    Ladang Ganja di Aceh Utara

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Tim Detasemen Intel Kodam Iskandar Muda bersama personel Kodim 0103/Aceh Utara menemukan 20 hektare ladang ganja di pedalaman Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.Penemuan lad

  • 6 bulan lalu

    Polisi Amankan Kayu Ilegal di Aceh Utara

    LHOKSUKON (EKSPOSnews): Personil Satuan Reserse Kriminal Polres Kabupaten Aceh Utara menangkap dua pria dan mengamankan sebuah truk berisi 73 batang kayu diduga hasil penebangan liar.Kapolres Aceh Uta

  • 6 bulan lalu

    Penembakan Rumah di Aceh Utara Terkait Bisnis Sabu-Sabu

    LHOKSUKON (EKSPOSnews): Penyidik Kepolisian Resor Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menduga penembakan rumah di Desa Geumata, Kecamatan Lhoksukon pada Jumat (13/4), terkait hutang piutang bisnis sa

  • 6 bulan lalu

    Polisi Tangkap Kepala Dinas Perindagkop Aceh Utara karena Sabu-Sabu

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Polres Lhokseumawe menangkap Kepala Dinas Perindustrian Perdangangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Aceh Utara, Provinsi Aceh, berinisial F karena ked

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99