Senin, 18 Jun 2018
  • Home
  • Pendidikan
  • Dosen Unair yang Terindikasi Paham Radikal Silahkan Keluar

Dosen Unair yang Terindikasi Paham Radikal Silahkan Keluar

Oleh: Jallus
Selasa, 22 Mei 2018 05:13
BAGIKAN:
istimewa.
Dosen.
SURABAYA (EKSPOSnews): Universitas Airlangga Surabaya mengancam mengeluarkan dosen atau mahasiswa yang mempunyai paham radikalisme atau yang menolak ideologi Pancasila.

Rektor Unair M Nasih di sela peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di kampus setempat, mengatakan hal itu sebagai bentuk kampusnya dalam melawan terorisme dan paham radikalisme.

"Para tenaga pendidik, para dosen, para mahasiswa yang ada. Silakan jika punya visi misi yang berseberangan dengan Airlangga dan ingin merubah Pancasila, ingin merubah substansi dari UUD 1945, ingin tidak bersatu dalam NKRI untuk segera keluar dari Airlangga," kata Nasih, Senin 21 Mei 2018.

Jika para dosen maupun mahasiswa tidak mau keluar, lanjut Nasih, Unair akan memberikan tindakan tegas dengan mengeluarkan mereka. Hal itu yang berulang kali Nasih sampaikan kepada sivitas akademika Unair.

"Sejauh ini belum ada yang diberhentikan karena masih proses. Sejauh ini sudah ada yang bikin pernyataan juga kita sampaikan. Nanti yang akan memproses ada Menristekdikti. Kita hanya bertugas untuk memberikan informasi dan usulan kepada Kemenristekdikti," ujarnya.

Nasih menegaskan, jika sampai saat ini pihaknya menunggu proses dari Kemenristekdikti terkait tenaga pendidiknya yang ikut Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) selesai sebagaimana peraturan yang ada.

Aturan itu, bagi Nasih adalah hal yang mendasar. Terutama terkait janji pegawai negeri sipil (PNS). Jika yang bersangkutan melanggar janji itu maka sanksinya jelas yaitu diberhentikan dari PNS.

"Yang sudah jelas dari Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) sudah diproses. Kita mengajak semua bersatu untuk mengidentifikasi semua. Pilihannya keluar atau dikeluarkan," ujarnya.

Pihaknya juga memberikan pengumuman kepada masyarakat untuk diharapkan tidak memilih Unair jika calon mahasiswa punya misi khusus, punya misi merubah Pancasila untuk menjadi teror dan lain-lain.

"Jangan pilih Airlangga karena akan dikeluarkan juga," ucapnya.

Dalam peringatan Harkitnas, Nasih juga meminta sivitas Unair untuk bangkit dan tidak kalah dengan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang dan ikut berjuangan dengan apa yang menjadi perjuangan Unair saat ini.

"Karena kita adalah perguruan tinggi, maka kita harus bangkit untuk mencerdaskan bangsa, menghapus berbagai macam kebodohan dan terus akan melawan terorisme, komunisme, narkoba dan korupsi serta semua yang merusak merongrong Indonesia dan NKRI," ujarnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Memantau Paham Radikal di Kampus

    KENDARI (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) memantau perkembangan paham radikal yang diduga terdapat lingkungan kampus daerah itu.Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto, di

  • 9 bulan lalu

    8 Titik Rawan Penyebaran Paham Radikal di Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw mendeteksi ada delapan wilayah di Provinsi Sumut yang rawan terjadi penyebaran paham radikal."Wilayah yang berpotensi radikal itu

  • 10 bulan lalu

    Penyebaran Paham Radikal Sudah Gawat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menyatakan penyebaran paham radikal sekarang ini sudah sangat gawat dan tidak ada sekat."Tidak ada

  • tahun lalu

    UGM Tangkal Paham Radikal

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Rektor Univeristas Gadjah Mada Panut Mulyono berkomitmen menangkal penyebaran paham-paham ekstrem atau radikal di lingkungan kampus dengan melibatkan dosen sebagai pendamping

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99