Kamis, 16 Agu 2018

Bus Tak Beroperasi, Sekolah Terkendala

Oleh: alex
Jumat, 19 Jan 2018 05:03
BAGIKAN:
istimewa.
Bus sekolah.
TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Puluhan siswa di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, mengalami kendala pergi ke sekolah karena bus sekolah tidak beroperasi lagi sejak beberapa bulan terakhir.

Informasi yang diperoleh para siswa di Tapaktuan,  puluhan siswa tingkat SMP, MTsN, SMA, MAN dan SMK yang bersekolah ke pusat kota Tapaktuan berjarak 10 Km harus menumpang kendaraan angkutan umum.

Persoalannya dengan menumpang kendaraan umum tersebut para siswa sering terlambat sampai ke sekolah karena angkutan yang tersedia terbatas.

"Kami sering kena hukuman dari pihak sekolah karena terlambat, sebab mobil angkutan penumpang yang beroperasi selain terbatas juga mengambil penumpang lain dalam perjalanan," kata salah seorang siswa, Kamis 18 Januari 2018.

Demi dapat bersekolah kadang-kadang kami nekad memberhentikan mobil pribadi dan mobil barang yang melintas, katanya.

Putri Wati, salah seorang wali murid menambahkan, setiap hari anaknya harus bangun pagi-pagi untuk menunggu mobil penumpang umum jurusan Kota Tapaktuan.

"Ketika mobil lewat baik itu mobil penumpang, mobil dinas, maupun mobil barang kami tahan berharap belas kasihan dari pengguna jalan untuk memberikan tumpangan untuk anak kami bisa bersekolah," katanya.

Dari sekian kendaraan yang dihentikan, kata dia, ada dari pengendaranya yang berbaik hati bersedia memberi tumpangan para siswa tersebut menuju ke sekolahnya.

Namun tidak jarang pula para siswa dimaksud tidak bisa pergi ke sekolah karena tidak adanya mobil yang bisa mereka tumpangi.

Menurut dia, kondisi seperti itu terjadi karena bus sekolah milik Pemkab Aceh Selatan yang selama ini jadi tranportasi andalan bagi puluhan siswa di dua desa kini tidak beroperasi lagi sehingga menjadi kendala bagi para siswa untuk pergi ke sekolah.

"Seharusnya pihak pemerintah lebih memperhatikan transportasi bagi siswa yang jarak tempuh ke sekolah lumayan jauh. Apa lagi Gampong Air Pinang ini berada di paling ujung perbatasan Kecamatan Tapaktuan," harap Putri Wati.

Pihaknya, mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan segera mengambil kebijakan serius menanggulangi persoalan tersebut. Salah satunya adalah segera menyediakan armada kendaraan bus yang baru karena armada yang ada sebelumnya sudah banyak yang tua sehingga sering mogok.

Fera Musnanda, salah seorang siswa yang dijumpai wartawan saat sedang menunggu mobil penumpang mengatakan, akibat tidak beroperasinya bus sekolah mereka sering terlambat datang bahkan terpaksa libur sekolah.

"Kondisi ini bisa berdampak terhadap nilai ujian kami nanti," ucapnya.

Pihaknya menyesalkan sikap Pemkab Aceh Selatan yang terkesan tidak serius mengurusi bus sekolah tersebut agar tetap beroperasi. Padahal saat menumpang bus sekolah tersebut pada siswa membayar ongkos sesuai jumlah yang telah ditetapkan.

"Naik bus sekolah itu kami bayar, bukan gratis. Tapi kenapa kami diterlantarkan. Soalnya sering terjadi disaat sopir bus tersebut ada order carteran membawa orang pesta kami diterlantarkan, seharusnya tidak boleh seperti itu harus diutamakan untuk anak sekolah," ungkapnya.

Dia menyebutkan, dalam sekali perjalanan ke sekolah para siswa harus mengeluarkan uang Rp6.000 untuk ongkos mobil bus sekolah tersebut. Jumlah itu lebih mahal dibandingkan dengan ongkos angkutan umum.

"Kami juga meminta kepada Pemkab Aceh Selatan dapat menggratiskan ongkos bus sekolah. Kami berharap permintaan ini didengar oleh pemerintah," pintanya.

Sopir bus sekolah jurusan Tapaktuan - Air Pinang, Hendri yang dimintai konfirmasi mengatakan penyebab mobil bus sekolah tersebut tidak beroperasi karena dalam kondisi rusak.

"Kami sedang menunggu alat dari Medan, Sumut, sekarang mobil lagi di gudang," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99