Selasa, 26 Mei 2020
  • Home
  • Pendidikan
  • 6 Doktor Fresh Garduate Jurusan Fisika Unimed Siap aplikasikan Ilmu

6 Doktor Fresh Garduate Jurusan Fisika Unimed Siap aplikasikan Ilmu

Minggu, 14 Feb 2016 06:36
BAGIKAN:
MEDAN (EKSPOSnews): Enam dosen  jurusan Fisika Universitas Negeri Medan baru menyelesaikan Study Pendidikan  Program Doktoral (S3) dari universitas ternama yang ada di Indonesia. Dosen-dosen yang menyelesaikan study antara lain : Rahmatsyah,  Rita Juliani, Eidi Sihombing, Nurdin  Siregar,  Makmur Sirait,  yang lulus dari program doctoral Pasca Sarjana Fisika  dari Universitas Sumatera Utara, dan  Wawan Bunawan, yang lulus dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Ketua Jurusan Fisika Universitas Negeri Medan Alkhafi Maas Siregar,  yang didampingi oleh Ketua Prodi pendidikan Fisika  Jurubahasa Sinuraya, M.Pd   disela-sela acara  workshop  pembuatan Program Kreativitas mahasiswa (PKM) pada  Kamis 11 Februari 2016 mengungkapkan, dengan bertambahnya  dosen yang bergelar doktor  ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Unimed khususnya jurusan Fisika, karena dengan diraihnya gelar doktor secara tidak langsung secara linieritas hal ini juga meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Unimed. "Jadi bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi tiap-tiap dosen  akan tetapi menjadi sebuah anugrah bagi civitas dan meningkatkan sumberdaya yang ada di Fisika," ujar khafi.

Selain itu juga hampir 70% lebih  dari 56 Dosen di jurusan fisika semua perpendidikan strata 3 atau bergelar doctor, dengan 4 orang guru besar yang bergelar Profesor, sedangkan yang lainnya masih memiliki pendidikan terakhir Magister atau pendidikan S2.  Dan hal ini juga berkontribusi dalam peningkatan  sumber daya  Manusia yang ada di unimed. Bila Kita lihat pada pengumuman Kementerian Riset dan Teknologi yang terbaru menempatkan Unimed Sebagai kampus nomor 1 di Sumatera Utara dengan dengan urutan 29 tingkat Nasional disusul USU, UMA dan UMSU pada posisi 38, 156 dan 176 yang dinilai dari Kualitas SDM, Manajemen, Kegiatan Mahasiswa dan Penelitian serta Publikasi Ilmiah. "Didalam Penilaian tersebut dosen-dosen  Fisika dengan jumlah Doktor yang cukup signifikan berkontribusi besar di focus sumber daya Manusia tersebut," tambah Khafi.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu Doktor yang masih fresh  Rahmatsyah, yang mengungkapkan  rasa terimakasihnya kepada civitas akademika Unimed  yang telah mendorong secara penuh  study yang telah dijalani   hingga selesai. "Secara Pribadi kami mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh elemen Institusi yang telah memberikan advis kepada kami, manivestasi rasa syukur kami akan coba kami aplikasikan yang telah kami dapat untuk kemajuan Unimed dan Masyarakat secara umum," kata doktor yang mendalami potensi  batuan dan geo thermal di sumatera utara.

Ketika disinggung tentang kontribusi Doktor Fisika pada program Rector, Syawal Gultom yang menjadikan Unimed sebagai World Class university, Rahmat menambahkan, bahwa mendukung penuh program tersebut dengan meninggkatkan mutu penelitian dosen serta publikasi-publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal-jurnal yang berkualitas dari hasil riset-riset yang dilakukan. Selain itu peningkatan kegiatan mahasiswa dalam bentuk program kreatifitas mahasiswa yang menunjang akademik serta mengaktualisasikan keilmuan yang ada dikampus untuk diterapkan kepada masyarakat.

"Bila kita lihat dari point penilaian Kemenristek Dikti penilaian yang masih rendah terdapat pada publikasi dan penelitian dosen serta Kegiatan mahasiswa dengan nilai 1,1 dan 0,2 dari nilai maksimum 4. Ini yang akan ditingkatkan dengan berkomitmen untuk membuat jurnal internasional minimal 1 setiap tahunnya dan ditunjang penelitian yang berkualitas  berbasis solusi atas permasalahan yang terjadi di daerah, dan dengan membentuk komunitas-komunitas mahasiswa dengan berbagai Kelompok Kajian Bidang Keahlian  untuk menjaring kreatifitas mahasiswa dalam mendesain berbagai kegiatan mahasiswa yang produktif sehingga akan menjadikan Unimed Kampus terkemuka di Indonesia," tutur dosen yang aktif dalam penyusunan soal OSN Fisika tingkat nasional tersebut.(ril)

  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Warga Suku Kamoro yang Pertama Jadi Doktor

    Situasi getir, sulit dan keras di masa kecil, mengubah jalan hidup seorang Leonardus Tumuka.Leo, demikian sapaan akbrabnya, lahir di Kampung Koperapoka, Mimika, Papua, 20 Juli 1984, merupakan warga Su

  • 4 tahun lalu

    Ratusan Dosen Dikirim Studi S-3 ke Luar Negeri

    YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 168 dosen Indonesia terpilih untuk melanjutkan studi jenjang strata tiga (S-3) atau doktor di berbagai perguruan tinggi di luar negeri melalui program Beasiswa Ung

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99