Minggu, 19 Nov 2017
  • Home
  • Pendapat
  • Menunggu Aksi Pemerintah Menjadikan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Menunggu Aksi Pemerintah Menjadikan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Oleh: Elida KS
Sabtu, 11 Mar 2017 08:51
BAGIKAN:
istimewa
Danau Toba.
Danau Toba jadi destinasi wisata kelas dunia? Bagaimana mungkin? Memang, Danau Toba pada era sebelumnya pernah menjadi tempat para wisatawan mancanegara menikmati liburan. Dekade 1980-an ke bawah Danau Toba masihlah menjadi salah satu tujuan wisata wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Airnya masih jernih, belum ada keramba jala apung. Pulau Samosir ditengah Danau masih sering menyuguhkan atraksi budaya lokal seperti pertunjukan Sigale-Gale.

Walaupun  nyaris tak memiliki fasilitas wisata yang memadai, Wisman dan Wisnus masih tertarik ingin berlibur karena keindahan alam sekitarnya. Air Danau Toba nan jernih dan pemandangan hijau pepohonan di sekitarnya masih mewarnai Danau Toba yang luas itu. Danau vulkanik terbesar di dunia tersebut, masih menyimpan daya tarik yang lumayan.

Seiring perkembangan zaman, Danau Toba pun semakin ditinggal para Wisman (wisatawan mancanegara) dan Wisnus (wisatawan nusantara). Apalagi, Danau Toba sudah berubah menjadi kolam raksasa dipenuhi dengan keramba jala apung disejumlah sudut-sudut danau. Limbah atau kotoran perumahan penduduk dan hotel mengalir ke danau. Kebakaran di sekitar danau Toba membuat pemandangan berubah dari lokasi nan hijau menjadi gersang penuh dengan titk-titik kebakaran hutan.

"Hampir 20 tahun saya tidak pernah lagi mengunjungi Danau Toba. Pasalnya, mandi di Danau Toba sudah sulit karena penuh dengan lumut dan enceng gondok. Belum lagi limbah keramba jala apung (KJA) yang membuat suasana lingkungan menjadi jorok," ujar Frederich, seorang warga Jerman.

Dekade 1970-an, kata dia, Danau Toba menjadi salah satu pilihan tempat berlibur. Banyak warga Jerman yang menjadikan Danau Toba jadi pilihan untuk berlibur. Berinteraksi dengan warga Samosir menjadi hal yang menarik. Budaya dan keramahan penduduk menjadi bahan studi berbagai kalangan. "Sekarang ini jarang warga asing yang melakukan penelitian disekitar Danau Toba," tuturnya.

Pemerintah Indonesia tampaknya menyadari bahwa pamor Danau Toba kian memudah di mata Wisman. Sehingga pemerintah ingin membangkitkan kembali kejayaan Danau Toba sebagai destinasi wisata andal. Kementerian Pariwisata ingin membuat pesona wisata di Danau Toba selayaknya destinasi wisata kelas dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya belum lama ini mengatakan ke depannya Danau yang terletak di provinsi Sumatera Utara itu akan membuat atraksi air seperti yang dilakukan di Danau Xi Hu, Hangzhou China.

"Kami  sudah ke sana pada 10-13 Oktober lalu dan pemerintahan Hang Zou akan mengunjungi Danau Toba, jadi nanti mereka akan membuat namanya sister lake (danau kembar) antara danau Xi Hu dan Danau Toba," ujar Arief Yahya.

Arief mengatakan, Presiden Joko Widodo jatuh cinta dengan Hang Zou saat menghadiri KTT G-20. Bahkan mengakui bahwa pemerintah Hangzou luar biasa dalam mengolah atraksi di danau itu.

"Ujungnya, mereka akan datang tahun 2017," tuturnya.

Ketika ditanya mengenai bentuk kerja sama dalam mengelola Danau Toba, dia mengungkapkan akan melakukan kerja sama secara tidak langsung, yakni mencontoh seni pertunjukan di atas air menggunakan lighting dan management pengelolaan Danau Toba.

"Secara langsung tidak, yang kita tertarik itu hanya untuk seni pertunjukan. Memang dulu kita tawarkan kalau Anda berminat membuat seni pertunjukkan karena di sana sudah sangat advice bisa kita contoh," katanya.

"Kamu membayangkan ada orang performance di atas air menggunakan lighting di atas danau bagus, itu yang mungkin akan kita ambil," ucapnya.

Yang kedua management, bagaimana memanagement danau. "Di sana itu dibentuk managementnya. Memang beruntung karena hanya di satu wali kota, kalau Toba ada tujuh bupati, kita akan mencontoh dalam segi memanagement pengelolaan Danau Toba tersebut," kata Arief Yahya.

Sebelumnya, rombongan Presiden Joko Widodo berkunjung ke G-20 Summit 4-5 September 2016 lalu yang digelar di Hangzhou, Zhejiang. Sebuah Kota Danau dikelilingi pegunungan, pepohonan hijau dan banyak atraksi pariwisata yang menyedot perhatian publik.

Tahun 2015, danau yang juga dikenal dengan sebutan West Lake atau Xi Hu itu didatangi 120 juta wisatawan domestik, dan 3 juta wisatawan asing.

Di tengah kesibukan KTT G-20, Presiden Jokowi mengamati detail atraksi di danau itu. Mulai dari manajemen kawasan, infrastruktur, naik kapal berkeliling, sampai nonton show Impression West Lake yang dikreasi oleh Zhang Yimou.

Setelah mendengar itu, Arief ingin cepat-cepat menyulap Danau Toba menjadi world class level dengan mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Hangzhou, China. Kapan mulai programnya pak Menteri?

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99