Minggu, 19 Nov 2017

Kenapa Daging Anjing Dikonsumsi?

Oleh: Marsot
Rabu, 29 Mar 2017 14:41
BAGIKAN:
istimewa
Anjing tongseng Yogyakarta.
Sejumlah kalangan menilai daging anjing sangat enak dan berkhasiat untuk menjaga kesehatan. Pasalnya, dibanding dengan daging babi, ayam (ayam potong), serta daging ikan lain sudah banyak mengandung formalin dan kimia. Ayam broiler, misalnya, sudah makan makanan yang penuh kimia. Demikian juga babi sudah diberikan makanan penuh kimia agar cepat besar dan timbangannya berat. Ikan lele, sudah diberikan makanan pellet yang membuatnya cepat bisa dipanen.

Anjing, masih makan makanan alami dan dagingnyapun tak banyak lemak dan mengandung minyak yang dapat mengganggu kesehatan.

Selain makannya masih alami, harganya juga masih terjangkau hanya Rp40 ribu per kilogram. Bayangkan, daging babi sudah mencapai Rp80 ribu per kilogram. Sapi sudah di atas Rp85 ribu per kilogram. Ayam potong juga sudah mahal dan lele juga seperti itu. Parahnya lagi, ikan laut sudah banyak mengandung formalin yang bisa memicu penyakit cancer.

Anjing yang dipotong juga haruspilihan. Kalau anjing  peking, herder, serta anjing China yang kecil-kecil (biasa dipelihara di rumah) tak disembelih karena tak ada yang mau memakannya. Kalau begitu anjing jenis apa yang dijadikan santapan di sejumlah rumah makan? Tentu anjing kampung yang dipelihara di kampung-kampung dan tidak diberikan makanan atau obat tambahan. Sudah ada peternak anjing untuk dijual ke sejumlah rumah makan. Di Medan, Sumatera Utara, misalnya, sudah ada peternakan anjing yang khusus untuk dipotong walupun jumlahnya belum besar.

Berbicara mengenai manfaat makan daging anjing, tentu lebih sehat memakannya dibandingkan dengan makan daging babi dan ayam potong serta ikan yang mengandung formalin serta makanan pellet. Persoalannya, jangan sampai anjing yang sudah tertular rabies dipotong menjadi menu. Untuk menghindarinya, banyak cara untuk mengetahui anjing apakah sudah tertular rabies atau tidak. Jangan tampung anjing yang sudah mati dari luar. Beli anjing yang masih hidup dan lihat mulutnya apakah menjulurkan lidahnya atau tidak. Kalau bisa lepaskan pakai rantai di lantai untuk melihat kondisi fisik anjing yang masih hidup.

Parlin Sitio duduk dengan puas di meja dengan hidangan yang telah habis dilahapnya di sebuah restoran di daerah Jakarta Timur. Dia baru saja menikmati rica-rica daging anjing dengan rempah-rempah khas Indonesia.

Dia menatakan, daging anjing bisa membuat tubuhnya hangat dan memperlancar aliran darah. Dan di restoran itu anjing dimasak segar-segar.

"Minimal aku makan seminggu sekali," ujar Sitio di Jakarta, Rabu 29 Maret 2017.

Indonesia dan beberapa negara lainnya di sebagian kawasan, masyarakatnya mengonsumsi anjing. Bisnis rumah makan yang menyediakan anjing tidak dipublikasikan secara terang-terangan, data mengenai anjing yang dikonsumsi pun langka.

Indonesia merupakan contoh bagaimana pembangunan ekonomi memiliki dampak sampingan bagi masyarakat. Membuat harga anjing terjangkau bagi orang-orang yang tidak mampu membeli daging lain seperti daging sapi dan ayam potong.

Selain keterjangkauan, banyak yang makan daging anjing karena mereka menganggap ada manfaat khusus dari anjing. Salah satu manfaat sop anjing akhir-akhir ini adalah meningkatkan trombosit bagi penderita demam berdarah. "Sudah banyak yang mengakui bahwa sop daging anjing (kalau bisa kaldu saja atau belum terlalu banyak bumbu) mampu dengan cepat menaikkan trombosit penderita demam berdarah."

Dikalangan masyarakat, sop anjing yang mampu meningkatkan trombosit dengan cepat bukan isapan jempol. Sejumlah penderita demam berdarah yang trombositnya hanya tinggal di bawah 10 ribu sudah banyak yang sembuh dan tak jadi melakukan transfusi darah sebagaimana disarankan oleh dokter yang merawatnya.

Pemerintah Indonesia pun tidak mengumpulkan data tentang berapa banyak anjing yang dipotong untuk makanan atau dikonsumsi setiap tahun. Itu karena anjing tidak diklasifikasikan sebagai ternak seperti sapi, babi, dan ayam. Karena itu, pemototngan, distribusi, penjualan, dan konsumsi anjing tidak diatur.

Kemudian banyak Muslim di Indonesia, cenderung menganggap daging anjing sebagai najis dan haram. Meskipun tradisi Islam tidak melarang secara langsung, seperti halnya daging babi yang jelas-jelas diharamkan.

The Bali Animal Welfare Association memperkirakan bahwa sedikitnya 70 ribu anjing disembelih dan dikonsumsi di pulau resor populer itu setiap tahun.

"Sebanyak 60 persen dari pelanggan adalah perempuan Bali yang merasa itu adalah bentuk terpanas dan paling murah dari protein," kata pendiri kelompok itu, Janice Girardi, seorang Amerika yang telah tinggal di Bali selama beberapa dekade.

"Mereka percaya makan anjing hitam menyembuhkan asma, dan mungkin penyakit lainnya," tambahnya.

Sementara itu, seorang manajer untuk Jakarta Animal Aid Network, Karin Franken, mengatakan, penelitian yang dilakukan ini menunjukkan bahwa 215 anjing dikonsumsi sehari-hari di Kota Yogyakarta, dan angka itu terus naik tiap tahunnya.

Di Jakarta, menurutnya, jumlah anjing yang dimakan setidaknya dua atau tiga kali lebih banyak dibanding Yogyakarta.

"Di Yogyakarta, hidangan daging anjing dan nasi hanya Rp8.000 per porsi," katanya. Sedangkan di Medan daging anjing dan nasi dihargai Rp22.000 per porsi. Khusus kuah kaldu (sop kaldu) yang mampu meningkatkan trombosit mencapai Rp250 ribu per mangkok besar. Kalau sop biasa hanya Rp15 ribu per porsi kecil.

Sumber: new york time

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99