Rabu, 22 Mei 2019

Wisata Bernuansa Zaman Dulu di Bukittinggi

Oleh: Jallus
Senin, 08 Okt 2018 04:55
BAGIKAN:
istimewa.
Mesjid tua.
BUKITTINGGI (EKSPOSnews): Objek wisata Rumah Pohon Inyiak yang berada di kawasan Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), menyuguhkan wisata bernuansa zaman dahulu setelah dibangung sebuah masjid tua.

Pengelola Rumah Pohon Inyiak, Ismail di Bukittinggi, mengatakan kehadiran masjid tersebut juga menjadi pelengkap objek wisata itu sebagai tempat ibadah bagi pengunjung.

Masjid yang diberi nama Surau Tuo Nek Kamsina dibangun dengan bentuk semirip mungkin menyerupai surau di wilayah Minangkabau pada zaman dahulu.

Bentuknya seperti rumah panggung dengan rangka utama dari material bangunan tahun 1937, tanpa loteng, dinding kayu tanpa polesan cat dan bagian lantai dialasi tikar pandan.

Nama Nek Kamsina diambil dari nama pemilik lahan tempat fasilitas itu dibangun.

"Awalnya karena di sini sudah ada rumah lama Rumah Lontiak, pengunjung pernah menyampaikan agar ditambah fasilitas lain yang juga bernuansa klasik," kata Ismail, Minggu 7 Oktober 2018.

Semula direncanakan membangun rangkiang namun karena belum mendapat izin dari tokoh masyarakat dan pemerintah setempat maka dibuka fasilitas lama yaitu surau tersebut.

Saat ini sejumlah fasilitas sudah ada di Rumah Pohon Inyiak yaitu area bermain anak, rumah pohon, cafe, replika Patung Merlion serta beberapa bangunan lain dari kayu dan bambu.

Fasilitas tersebut disandingkan dengan pemandangan tebing Ngarai Sianok sering dijadikan pengunjung sebagai latar berfoto.

"Lahan yang efektif digunakan untuk objek wisata di sini luasnya sekitar satu hektare. Area itu pula yang kini tengah kami ajukan perizinannya ke pemerintah daerah," katanya.

Tokoh Masyarakat setempat, Datuak Mangkudun mengatakan dengan ditambahnya fasilitas ibadah di objek wisata itu yang mengangkat ciri khas Minangkabau dapat menjadi pendukung pengembangan pariwisata beradat dan berbudaya.

Keberadan Surau Tuo Nek Kamsina, ujarnya diharapkan bisa menjadi benteng mencegah sekiranya ada pengunjung yang mungkin bertindak tidak sesuai dengan budaya setempat.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Sektor Wisata di Serang Mulai Menggeliat

    SERANG (EKSPOSnews): Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sektor wisata di Provinsi Banten, khususnya wisata pantai, mulai menggeliat pascastunami, yang tercermin dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK)

  • satu bulan lalu

    Mendorong Wisata Banten Setelah Tsunami

    SERANG (EKSPOSnews): Sudah tiga bulan lebih bencana tsunami menerjang pantai di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Sudah banyak pula upaya pemerintah daerah setempat, termasuk swasta berbenah

  • 2 bulan lalu

    Penanaman Pohon Dukung Pariwisata Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Sekretaris Daerah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan penanaman ribuan pohon di sepanjang pantai kota itu dapat mendukung rencana pemkot dalam mengembangkan wisata di daerah itu.

  • 2 bulan lalu

    Mendorong Pertumbuhan Pariwisata Nasional

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung program BRI Online Travel Fair ke-22 yang diinisiasi oleh online travel agen terkemuka Traveloka dengan Bank BRI untuk mendorong pertu

  • 4 bulan lalu

    Pelindo 1 dan Pemkot Tanjungpinang Kerja Sama Kelola Pariwisata

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan Launching Calendar of Event Pariwisata Ko

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99