Minggu, 15 Des 2019

Wisata Bernuansa Zaman Dulu di Bukittinggi

Oleh: Jallus
Senin, 08 Okt 2018 04:55
BAGIKAN:
istimewa.
Mesjid tua.
BUKITTINGGI (EKSPOSnews): Objek wisata Rumah Pohon Inyiak yang berada di kawasan Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), menyuguhkan wisata bernuansa zaman dahulu setelah dibangung sebuah masjid tua.

Pengelola Rumah Pohon Inyiak, Ismail di Bukittinggi, mengatakan kehadiran masjid tersebut juga menjadi pelengkap objek wisata itu sebagai tempat ibadah bagi pengunjung.

Masjid yang diberi nama Surau Tuo Nek Kamsina dibangun dengan bentuk semirip mungkin menyerupai surau di wilayah Minangkabau pada zaman dahulu.

Bentuknya seperti rumah panggung dengan rangka utama dari material bangunan tahun 1937, tanpa loteng, dinding kayu tanpa polesan cat dan bagian lantai dialasi tikar pandan.

Nama Nek Kamsina diambil dari nama pemilik lahan tempat fasilitas itu dibangun.

"Awalnya karena di sini sudah ada rumah lama Rumah Lontiak, pengunjung pernah menyampaikan agar ditambah fasilitas lain yang juga bernuansa klasik," kata Ismail, Minggu 7 Oktober 2018.

Semula direncanakan membangun rangkiang namun karena belum mendapat izin dari tokoh masyarakat dan pemerintah setempat maka dibuka fasilitas lama yaitu surau tersebut.

Saat ini sejumlah fasilitas sudah ada di Rumah Pohon Inyiak yaitu area bermain anak, rumah pohon, cafe, replika Patung Merlion serta beberapa bangunan lain dari kayu dan bambu.

Fasilitas tersebut disandingkan dengan pemandangan tebing Ngarai Sianok sering dijadikan pengunjung sebagai latar berfoto.

"Lahan yang efektif digunakan untuk objek wisata di sini luasnya sekitar satu hektare. Area itu pula yang kini tengah kami ajukan perizinannya ke pemerintah daerah," katanya.

Tokoh Masyarakat setempat, Datuak Mangkudun mengatakan dengan ditambahnya fasilitas ibadah di objek wisata itu yang mengangkat ciri khas Minangkabau dapat menjadi pendukung pengembangan pariwisata beradat dan berbudaya.

Keberadan Surau Tuo Nek Kamsina, ujarnya diharapkan bisa menjadi benteng mencegah sekiranya ada pengunjung yang mungkin bertindak tidak sesuai dengan budaya setempat.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Mempromosikan Kawasan Wisata Mandeh ke London

    PAINAN (EKSPOSnews):  Keindahan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat akan dinikmati warga London, Inggris pada tahun 2020 melalui foto-foto yang dipaj

  • 6 bulan lalu

    Peminat Burung! Mari Berwisata ke Hutan Taman Nasional Lore Lindu

    PALU (KICAU): Hutan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di wilayah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, paling banyak diminati wisatawan minat khusus, yakni pengamat burung dibanding pengunjung lainnya

  • 6 bulan lalu

    Mengembangkan Wisata Bahari di Agam

    AGAM (EKSPOSnews): Nagari atau desa adat Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terletak di pinggir pantai Samudra Hindia dan berada di daerah perbatasan antara Kabup

  • 6 bulan lalu

    Nias Menuju Gerbang Wisata Bahari Internasional

    NIAS (EKSPOSnews): Perhelatan internasional Sail Nias 2019 di Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara pada Juli hingga September 2019 mendatang dinilai sangat positif dalam upaya mempercepat pembangun

  • 6 bulan lalu

    Wisatawan ke Sumbar Meningkat

    PADANG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengkoreksi jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu pada libur Lebaran 2019 yang awalnya dikhawatirkan tidak capai target, ternyata jauh

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99