Kamis, 21 Nov 2019

Warisan Budaya Melayu

Oleh: alex
Sabtu, 01 Jun 2019 04:07
BAGIKAN:
istimewa.
Lampu colok.
BENGKALIS (EKSPOSnews): Bupati Bengkalis, Riau, Amril Mukminin mengungkapkan pelestarian budaya tradisional seperti lampu colok merupakan salah satu warisan budaya kehidupan masyarakat Melayu di Kabupaten yang berjuluk negeri Junjungan ini.

"Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu syiar Islam yang memiliki hikmah dan tunjuk ajar kehidupan diantaranya sebagai penumbuh semangat persaudaraan, kekompakan, kepedulian serta gotong royong di kalangan masyarakat," ucapnya ketika membuka festival lampu colok tahun 2019 di Desa Pangkalan Batang Kecamatan Bengkalis, Jumat 31 Mei 2019.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama menghidupkan tradisi yang telah lama berlangsung sejak dulu.

"Karena festival lampu colok ini dapat menjadi suatu kearifan lokal yang memiliki ciri khas tersendiri yang dapat memikat warga masyarakat asal Bengkalis yang berada di perantauan supaya menimbulkan kerinduan pada kampung halamannya," tambahnya.

Bupati Bengkalis juga mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak melalaikan aktifitas ibadah disebabkan festival lampu colok ini.

"Pada malam-malam terakhir seperti ini, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Untuk itu, kami harap kepada kita semua untuk tidak meninggalkan atau lalai dari aktifitas ibadah. Jangan sampai membuat masjid dan mushalla menjadi kosong," ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Anharizal menyampaikan bahwa festival lampu colok ini bertujuan untuk mengembangkan serta melestarikan adat budaya secara turun temurun ini.

"Mari bersama kita dukung program Pemerintah Kabupaten Bengkalis ini agar ianya tetap lestari sepanjang masa," katanya.

Pembukaan festival colok ditandai dengan menghidupkan lampu colok sisi bawah oleh Bupati Bengkalis didampingi Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto, Sekretaris Daerah Bengkalis, Bustami HY, Ketua umum MKA LAM Riau Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Zainuddin Yusuf, sebelum dihidupkan menjadi bentuk miniatur Ka'bah. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Mendorong Sijunjung Menjadi Warisan Dunia

    PADANG (EKSPOSnews): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mendorong agar Sijunjung dapat masuk ke warisan dunia UNESCO setelah kesuksesan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto, menurut Direktur W

  • 5 bulan lalu

    Menjaga Warisan Tambang Batubara Ombilin

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan pemerintah akan menyiapkan perlindungan yang efektif untuk menjaga warisan tambang ba

  • 5 bulan lalu

    Pertambangan Ombilin Jadi warisan Dunia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pertambangan batubara zaman kolonial Ombilin di Sawahlunto atau "Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto", Sumatera Barat, ditetapkan sebagai warisan budaya dunia dalam sesi S

  • tahun lalu

    Batik Warisan Leluhur Bangsa

    SURABAYA (EKSPOSnews): Digelarnya acara batik yang diikuti oleh seluruh pengurus Dharma Pertiwi daerah E, Jawa Timur, ternyata mendapat perhatian tersendiri dari Silvia Ambarsari.Tidak hanya itu saja,

  • 3 tahun lalu

    Anak Gugat Ibu Kandung karena Warisan

    BAUBAU (EKSPOSnews): Tiga orang anak inisial AS (32), Sulawesi NS (30), dan PW (22) menggugat ibu kandungnya di Pengadilan Agama Kota Baubau Sulawesi Tenggara karena masalah warisan.Majelis Hakim Peng

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99