Senin, 26 Feb 2018

Sumbar Dokumentasikan Ratusan Pakaian Adat Perempuan

Oleh: marsot
Senin, 22 Jan 2018 12:10
BAGIKAN:
istimewa.
Pakaian wanita.
PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengidentifikasi pakaian adat perempuan Minangkabau mencapai 800 jenis dan sedang didokumentasikan agar tetap terjaga sebagai kekayaan budaya.

"Temuan tentang pakaian adat perempuan di Minangkabau ini sangat mencengangkan karena jumlahnya yang mencapai ratusan," kata Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Effendi di Padang, Senin 22 Januari 2018.

Ia menyampaikan itu terkait kekayaan budaya etnis Minangkabau, salah satunya dalam hal jenis pakaian adat.

Menurutnya jumlah yang cukup fantastis itu karena pada masing-masing nagari di Sumbar, terdapat perbedaan jenis pakaian adat perempuan. Bahkan dalam satu nagari, namun berbeda suku juga terdapat perbedaan.

Perbedaan itu diantaranya terletak pada ornamen dan pernik yang digunakan serta perlengkapan lain seperti suntiang (hiasan kepala).

Hal itu, harus didokumentasikan secepatnya karena jika tidak bisa terancam punah dan tidak diketahui lagi oleh generasi penerusnya.

Saat ini telah dilakukan pendokumentasian terhadap 234 jenis dan terus dilanjutkan sesuai anggaran yang tersedia. Diharapkan dalam dua atau tiga tahun ke depan, seluruh jenis pakaian itu bisa didokumentasikan dengan baik.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mendukung upaya yang dilakukan dinas kebudayaan itu karena kekayaan budaya juga berkaitan erat dengan pariwisata yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai pernak-pernik pakaian adat perempuan Minang yang rumit itu akan sangat menarik bagi wisatawan terutama untuk kaum hawa untuk mencobanya.

Selain pakaian ia juga mendorong dinas kebudayaan untuk membantu pelestarian tradisi silat Minang yang dinilainya makin lama makin menghilang.

"Hilang guru hilang pula jurusnya. Hal ini jangan sampai terjadi karena ini adalah kekayaan masyarakat Minangkabau," ujarnya.

Ia berharap semua pihak yang terkait dengan kebudayaan bisa saling membantu dalam melestarikan kekayaan itu.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Hati-Hati Beli Lahan Pertanian di Sumbar

    PAINAN (EKSPOSnews): Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengimbau masyarakat teliti sebelum membeli lahan pertanian khususnya di Kecamatan Air Pura, Basa Ampek

  • 4 minggu lalu

    Membangun Jalur Rel Kereta Api Bengkulu-Sumbar

    BENGKULU (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Perhubungan mengusulkan rencana pembangunan jalur kereta api dari Kota Bengkulu menuju Kota Padang, Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu y

  • 4 minggu lalu

    Mengamankan Wanita dari Sejumlah Kafe di Sumbar

    SIMPANG EMPAT (EKSPOSnews): Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman Barat dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengamankan 14 wanita penghibur dari sejumlah kafe dan temp

  • satu bulan lalu

    Brigjen Pol Damisnur Wakapolda Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Pol Fakhrizal melantik Brigjen Pol Damisnur sebagai Wakapolda setempat menggantikan Brigjen Pol Bayu Wisnumurti.Mutasi jabatan merupakan hal

  • 2 bulan lalu

    7 Perusahaan di Sumbar Merah dalam Pengelolaan Lingkungan

    PADANG (EKSPOSnews): Sebanyak tujuh dari 38 perusahaan di Sumatera Barat dinilai belum menaati peraturan lingkungan berdasarkan program penilaian peringkat kinerja perusahaan (Proper)."Tujuh perusahaa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99