Sabtu, 26 Mei 2018

Sumbar Dokumentasikan Ratusan Pakaian Adat Perempuan

Oleh: marsot
Senin, 22 Jan 2018 12:10
BAGIKAN:
istimewa.
Pakaian wanita.
PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengidentifikasi pakaian adat perempuan Minangkabau mencapai 800 jenis dan sedang didokumentasikan agar tetap terjaga sebagai kekayaan budaya.

"Temuan tentang pakaian adat perempuan di Minangkabau ini sangat mencengangkan karena jumlahnya yang mencapai ratusan," kata Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Effendi di Padang, Senin 22 Januari 2018.

Ia menyampaikan itu terkait kekayaan budaya etnis Minangkabau, salah satunya dalam hal jenis pakaian adat.

Menurutnya jumlah yang cukup fantastis itu karena pada masing-masing nagari di Sumbar, terdapat perbedaan jenis pakaian adat perempuan. Bahkan dalam satu nagari, namun berbeda suku juga terdapat perbedaan.

Perbedaan itu diantaranya terletak pada ornamen dan pernik yang digunakan serta perlengkapan lain seperti suntiang (hiasan kepala).

Hal itu, harus didokumentasikan secepatnya karena jika tidak bisa terancam punah dan tidak diketahui lagi oleh generasi penerusnya.

Saat ini telah dilakukan pendokumentasian terhadap 234 jenis dan terus dilanjutkan sesuai anggaran yang tersedia. Diharapkan dalam dua atau tiga tahun ke depan, seluruh jenis pakaian itu bisa didokumentasikan dengan baik.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mendukung upaya yang dilakukan dinas kebudayaan itu karena kekayaan budaya juga berkaitan erat dengan pariwisata yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai pernak-pernik pakaian adat perempuan Minang yang rumit itu akan sangat menarik bagi wisatawan terutama untuk kaum hawa untuk mencobanya.

Selain pakaian ia juga mendorong dinas kebudayaan untuk membantu pelestarian tradisi silat Minang yang dinilainya makin lama makin menghilang.

"Hilang guru hilang pula jurusnya. Hal ini jangan sampai terjadi karena ini adalah kekayaan masyarakat Minangkabau," ujarnya.

Ia berharap semua pihak yang terkait dengan kebudayaan bisa saling membantu dalam melestarikan kekayaan itu.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 13 jam lalu

    BNNP Sumbar Tangkap Pengedar Sabu Jaringan Lintas Provinsi

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar), menangkap seorang pria bernama Edo Permana Putra (39) yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu jaringan lintas prov

  • 5 hari lalu

    Joko Widodo Bagikan Sertifikat di Sumatera Barat

    PADANG (EKSPOSnews): Presiden RI Joko Widodo membagikan 510 sertifikat tanah wakaf untuk masjid, mushalla dan lembaga pendidikan yang ada di Sumatera Barat (Sumbar) dalam kunjungan kerja ke Padang, Se

  • 6 hari lalu

    Perhatian Presiden Terhadap Pendidikan di Padang Tinggi

    PADANG (EKSPOSnews): Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri menilai perhatian Presiden RI Joko Widodo tinggi terhadap dunia pendidikan di Sumatera Barat, salah satu contohnya dengan meresmikan

  • 3 minggu lalu

    IDI Sumbar Periksa Ribuan Penyandang Disabilitas

    PADANG (EKSPOSnews): Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumatera Barat berhasil mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia karena memecahkan rekor pemeriksaan kesehatan 1.100 penyandang disabil

  • 4 minggu lalu

    Tambang Ilegal Marak di Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Tambang galian C dan emas tanpa izin masih marak berlangsung di Sumatera Barat, sehingga dikhawatirkan bisa merusak lingkungan jika tidak diantisipasi sejak awal."Hampir dari selu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99