Senin, 01 Jun 2020

Menikmati Sate London di Pariaman

Oleh: alex
Senin, 20 Agu 2018 09:24
BAGIKAN:
beng san.
Sate.
PARIAMAN (EKSPOSnews): Sate merupakan salah satu kuliner asli nusantara yang banyak disukai oleh masyarakat, Namun ada yang berbeda dengan sate di Kota Pariaman, Sumatera Barat yaitu Sate London.

Sekilas bila mendengar nama makanan yang satu ini tentunya kita langsung membayangkan Negara Inggris, Ratu Elizabeth II atau mungkin sepak bola modern.

Sate London yang terletak di Jalan Raya Imam Bonjol Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Tengah, Sumatera Barat ini asli dari kota berjuluk "Tabuik" bukan dari negara Ratu Elizabeth II.

"Ya, namanya Sate London, nama itu diambil dari nama saya selaku pemilik usaha kuliner ini," kata London (71), pemilik warung Sate London, Senin 20 Augustus 2018.

Usaha Sate London tersebut, kata dia, sudah ditekuninya sejak tahun 1970 dengan melibatkan enam orang anak dan satu orang istri.

Jika membicarakan soal kuliner yang satu ini, khusus di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman sudah tak asing lagi bagi masyarakat.

London mengaku sudah melakoni berjualan sate sejak 48 tahun lalu, selama 35 tahun lebih berkeliling menggunakan gerobak. Bahkan para pedagang sate yang dikenalnya saat awal ia menekuni usaha ini sekarang sudah tidak ada lagi.

Untuk satu porsinya, sate London dihargai Rp15 ribu dengan sajian tujuh tusuk sate daging sapi yang ditaburi bawang goreng beraroma sedap yang tentunya diselimuti kuah kental berwarna kemerahan.

Selain nama, keistimewaan sate asal kota Tabuik ini masih dibungkus menggunakan daun pisang yang telah disiangi atau dipanaskan sehingga menambah aroma sedap saat menyantapnya.

Apalagi saat ini sudah jarang ditemui jajanan sate yang masih dibungkus menggunakan daun pisang, sebagian besar sudah tersaji dalam piring.

"Saya sengaja menggunakan daun pisang sebagai pembungkus sate, agar cita rasa sate dan bumbu dapat menyatu sehingga memanjakan lidah konsumen," katanya.

Sate yang sudah melegenda di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman itu bisa dikunjungi oleh masyarakat setiap hari mulai pukul 10.00 WIB pagi hingga 21.00 WIB.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Trase Jalan Tol Padangpariaman-Pekanbaru Tak Bisa Digeser

    PADANG (EKSPOSnews): Trase Jalan Tol Padangpariaman-Pekanbaru kilometer 0-30 kilometer yang dipertanyakan masyarakat setempat, tidak bisa lagi digeser karena telah melalui berbagai pertimbangan."Trase

  • tahun lalu

    Meresmikan Stasiun Naras di Pariaman

    PARIAMAN (EKSPOSnews): Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi meresmikan stasiun Naras Kota Pariaman, Sumatera Barat, dengan panjang rel tujuh kilometer senilai Rp52 miliar yang sudah tidak berop

  • 2 tahun lalu

    Mengembangkan Kelapa Kopyor di Padang Pariaman

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai mengembangkan budi daya kelapa jenis kopyor guna memenuhi kebutuhan pasar kelapa muda di provinsi itu."Sumbar

  • 2 tahun lalu

    Pariaman Alihkan Pemberangkatan Kapal Wisata

    PARIAMAN (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengalihkan lokasi pemberangkatan kapal wisata dari Dermaga Terapung di Pantai Gandoriah ke Muaro Pariaman untuk memperlancar transport

  • 2 tahun lalu

    Darak Badarak Musik Etnis dari Pariaman

    Musik merupakan bahasa universal, dia membuat orang dapat berkomunikasi dan menyampaikan pesan dengan baik," kata itu keluar dari mulut Eric Triton saat melihat penampilan komunitas musik asal Kota Pa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99