Sabtu, 30 Mei 2020

Mengembangkan Kuliner Tradisional Aceh

Oleh: marsot
Rabu, 08 Agu 2018 05:02
BAGIKAN:
istimewa.
Kuliner Aceh.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Istri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati berkomitmen untuk mengembangkan kuliner tradisional Aceh sehingga dikenal masyarakat nusantara dan internasional.

"Kita terus berupaya agar kuliner Aceh tidak hanya dijual dalam negeri, tapi sampai ke mancanegara juga," kata Dyah di Banda Aceh, Selasa 7 Augustus 2018.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela membuka Festival Kuliner Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 di Taman Ratu Safiatuddin yang merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan budaya tersebut.

Ia menjelaskan beberapa sajian kuliner asal provinsi ujung paling Barat Indonesia itu sudah bisa dicicipi hingga ke Ibu Kota Jakarta, salah satunya adalah mie Aceh.

"Kuliner Aceh itu rasanya enak dan enak sekali. Kita akan terus mengembangkan kuliner Aceh, tidak hanya mie Aceh tapi juga kuliner lainnya ke tingkat internasional," katanya.

Menurut dia, kuliner merupakan salah satu andalan pariwisata dalam meningkatkan tamu untuk datang dan berkunjung serta untuk mendukung pembangunan perekonomian daerah.Ia meminta kepada seluruh kabupaten/kota di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu untuk mengembangkan kreasi dan variasi kuliner daerah sehingga bisa menjadi salah satu produk unggulan yang layak jual.Ia meyakini dengan adanya produk unggulan dan varisiasi kuliner tradisional yang disajikan akan menjadi salah satu daya tarik pelancong dalam dan luar negeri untuk datang ke Aceh guna menikmati keindahan alam dan kulinernya yang khas.

Kepala Dinas Pangan Aceh, Ilyas mengatakan festival kuliner PKA merupakan salah satu upaya memperkenalkan keberagaman makanan khas melalui pameran saji-sajian tradisional khas tiap daerah.Ia mengatakan dalam kegiatan tersebut pihaknya memperkenalkan buah khas Aceh yang dilakukan melalui kanduri boh kayee atau kanduri buah-buahaan. Sebanyak 44 jenis buah yang sebagiannya adalah buah langka dipamerkan di lokasi pameran.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Jembatan di Aceh Barat Ambruk

    MEULABOH (EKSPOSnews): Aktivitas ribuan masyarakat di di empat desa meliputi Desa Peulanteu LB, Ujong Simpang, Karang Hampa dan Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat hingga Sel

  • 11 bulan lalu

    Pemerintah Aceh Evaluasi Perusahaan Tambang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di provinsi paling barat Indonesia guna mencengah terjadinya pelanggaran hukum."Pemerintah

  • 11 bulan lalu

    Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas

    MEULABOH (EKSPOSnews): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan merekomendasikan penyesuaian kelas sebanyak 21 rumah sakit yang tersebar di sejumlah kab

  • 11 bulan lalu

    Membangun Kuliner Tradisional di Nunukan

    NUNUKAN (EKSPOSnews): Pasar kuliner tradisional yang dibangun menggunakan dana "Corporate Social Responsibility (CSR)" atau dana kepedulian sosial sektor swasta di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara

  • 11 bulan lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99