Rabu, 18 Sep 2019

Mengajak Remaja Kembangkan Songket Palembang

Oleh: alex
Jumat, 02 Nov 2018 02:55
BAGIKAN:
istimewa.
Songket.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mengajak remaja di kota setempat mengembangkan kerajinan tradisional seperti kerajinan tenun songket dan jumputan.

"Kerajinan tenun songket dan jumputan sekarang ini masih sebagian kecil ditekuni remaja, untuk melestarikan kerajinan tradisional itu perlu dilakukan kegiatan yang dapat memotivasi remaja terlibat aktif dalam kegiatan pengembangannya," kata Sekda Palembang Harobin Mastofa, di Palembang, Kamis 1 November 2018.

Menurut dia, kerajinan tenun songket dan jumputan menjanjikan penghasilan yang cukup besar dan bisa diandalkan menjadi salah satu usaha yang bisa memberikan penghasilan yang cukup besar.

Melihat peluang usaha yang cukup baik itu, diharapkan remaja di kota ini melakukan berbagai kegiatan yang bisa melestarikan dan mengembangkan kerajinan tradisional itu, katanya.

Dia menjelaskan, kerajinan tradisional tersebut perlu dikembangkan secara turun temurun kepada generasi muda, karena jika remaja kota ini tidak ada yang bersedia meneruskan warisan leluhurnya itu, kerajinan itu bisa punah.

Kain tenun songket dan jumputan cukup diminati wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke Bumi Sriwijaya ini, dengan adanya remaja yang terlibat dalam pengembangannya, kerajinan tardisional itu bisa dimodifikasi disesuaikan dengan perkembangan zaman, kata Sekda.

Sementara sebelumnya Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda melakukan kunjungan ke Kelurahan Tuan Kentang yang menjadi salah satu sentra produksi kerajinan tenun songket dan jumputan untuk memotivasi warga untuk terus melestarikan kerajinan khas daerah ini.

Untuk mendukung warga melestarikan kerjanian tardisional itu, pihaknya akan membantu pengerajin mengembangkan usaha berupa modal, pelatihan dan pemasaran.

Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan ada anak muda tertarik mengikuti jejak orang tuanya memiliki kemampuan menenun songket dan membuat jumputan, karena kerajinan tradisional harus dilestarikan dengan menurunkan kepada generasi muda, kata Fitri.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Remaja Rentan Gangguan Kejiwaan

    DENPASAR (EKSPOSnews): Remaja rentan mengalami gangguan kejiwaan akibat kecanduan bermain gim digital baik dari gawai pribadi ataupun mendatangi kios Internet, demikian disampaikan Kepala Pusat Layana

  • 3 bulan lalu

    Banyak Remaja Kecanduan Pornografi

    MEDAN (EKSPOSnews): Direktur Minauli Consulting Medan, Psikolog Irna Minauli mengatakan saat ini banyak remaja diduga terpapar pornografi dan membuat mereka ingin mempraktikkan hal serupa, serta memam

  • 4 bulan lalu

    Ratusan Remaja Menikah Dini Setiap Hari

    MANADO (EKSPOSnews): Direktur Analisis Dampak Kependudukan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dra Hitima Wardhani MPH mengatakan sebanyak 375 remaja menikah di usia dini setia

  • 5 bulan lalu

    Peremajaan Sawit di Musi Banyuasin

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Peremajaan (replanting) tanaman kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan masih yang terluas di Indonesia sejak  mulai dilakukan pada 2017.Kepala Dinas Pe

  • 6 bulan lalu

    Film Perjalanan Cinta Remaja

    JAKARTA (EKSPOSnews): Film "Melodylan" arahan sutradara Fajar Nugros ini mengisahkan cinta remaja yang penuh dengan lika-liku di dalamnya, dan film ini juga diangkat dari novel remaja karya Astri Aci

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99