Kamis, 27 Feb 2020

Mendirikan Museum Budaya dan Alam di Nias

Senin, 28 Nov 2016 18:11
BAGIKAN:
ist
Lompat batu di Nias.

GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Yayasan Pusaka Nias, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang sosial dan nirlaba menggabungkan konsep budaya dan alam dalam mendirikan museum di luas areal kira-kira dua hektare.

Lembaga yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dengan fungsi mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan atau hiburan di Kepulauan Nias itu diberi nama Museum Pusaka Nias.

"Satu-satunya museum adat budaya di empat kabupaten dan satu kota di Kepulauan Nias, dan hanya ada di Kota Gunungsitoli," kata petugas sekaligus keamanan Museum Pusaka Nias Petrus Fonahazisokhi Bu'ulolo di Gunugsitoli, Minggu 27 November 2016.

Museum itu bukan hanya sebagai tempat melihat benda bersejarah etnis Nias, tetapi juga untuk tempat wisata liburan keluarga dengan suasana yang teduh dan hembusan angin dari arah laut.

Ratusan jenis tanaman bunga dan pohon langka dipelihara dengan informasi keterangan, pondok-pondok untuk istirahat, dan memelihara puluhan satwa lokal.

"Buaya, ular, monyet, rusa, kijang, landak dan dari jenis burung-burungan," kata Petrus.

Di areal yang berbatasan dengan laut, pengelola menata dengan apik sehingga masyarakat, khususnya anak-anak bisa bermain air laut dengan aman.

"Kami sering ke sana (Museum Pusaka Nias), dan anak saya suka sekali mandi air laut," kata seorang warga Kota Gunungsitoli Angan Zagoto.

Data yang diterima, Museum Pusaka Nias mengoleksi lebih 6.000 artefak etnografi, arkelologi, sejarah, keramik, seni rupa, dan koleksi batu-batu megalit.

Petrus mengatakan, museum itu telah dikunjungi wisatawan dari dalam negeri dan mancanegara serta warga lokal setiap hari.

Harga tiket masuk terbilang murah Rp5.000 untuk akhir pekan dan hari libur, dan Rp4.000 pada hari biasa dengan tarif anak-anak Rp2.000.

"Untuk wisatawan dari mancanegara rata-rata Rp20.000," sebut Petrus.

Sedangkan tingkat kunjungan sehari-hari pada hari cerah kira-kira 200n orang, libur umum mencapai 500 orang, dan akhir pekan bisa 1.000 orang.

Untuk keberlangsungan keberadaan Museum Pusaka Nias, Petrus berharap perhatian nyata dari pemerintah daerah di Kepulauan Nias, dan pemerintah pusat untuk membantu biaya operasional dan perawatannya.(ant)


  Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Nias Menuju Gerbang Wisata Bahari Internasional

    NIAS (EKSPOSnews): Perhelatan internasional Sail Nias 2019 di Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara pada Juli hingga September 2019 mendatang dinilai sangat positif dalam upaya mempercepat pembangun

  • tahun lalu

    2 Pengusaha di Nias Dapat Bantuan Beras Sejahtera

    GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Dua pengusaha durian di Desa Sihareo I Tabaloho, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara menerima bantuan beras sejahtera dan Program Keluarga Harapan."Setelah kita verifikasi, me

  • tahun lalu

    BBM Satu Harga dan Penerangan Tenaga Surya di Nias

    JAKARTA (EKSPOSnews):  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nias, Sumatera Utara, untuk meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (

  • tahun lalu

    7 Penghuni Rumah Tertimbun Longsor di Nias Selatan

    NIAS SELATAN (EKSPOSnews): Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, menimbun satu rumah warga."Tujuh penghuni rumah tert

  • tahun lalu

    Seluruh Desa di Nias Akan Diterangi Listrik

    GUNUNG SITOLI (EKSPOSnews): PT PLN area Nias menargetkan paling lama akhir Desember 2019 seluruh desa di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, yang mencakup lima kabupaten sudah dialiri listrik.Manajer PT P

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99