Minggu, 15 Des 2019
  • Home
  • Pariwisata
  • Kota Tertua di Indonesia Terancam Kehilangan Identitas

Kota Tertua di Indonesia Terancam Kehilangan Identitas

Oleh: Jallus
Jumat, 26 Apr 2019 05:38
BAGIKAN:
istimewa.
Palembang.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Kota tertua di Indonesia yakni Palembang terancam kehilangan nilai sejarahnya akibat modifikasi dan penghancuran situs-situs peninggalan bersejarah secara masif.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia yang juga Dosen Sejarah Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang  Farida Wargadalem di Palembang, mengatakan salah satu peninggalan sejarah yang terancam tersebut Bukit Seguntang.

"Dunia sudah mengakui Bukit Seguntang sebagai titik awal sekaligus peninggalan Kerajaan Sriwijaya, tapi jika ada orang luar yang ingin menelitinya hanya dapat kekecewaan karena bentuknya sudah tidak asli lagi," ucapnya, Kamis 25 April 2019.

Menurutnya saat penggubahan bentuk Bukit Seguntang pada 2018, prosesnya tidak melibatkan para ahli dan sejarawan, sehingga terjadi pelanggaran berat terhadap sejarah karena pemerintah membuat bangunan permanen di bawah bukit.

Padahal meletakan satu pot bunga saja sudah mengurangi nilai sejarah Bukit Seguntang, lanjutnya.

Selain Bukit Seguntang, disinyalir masih banyak situs peninggalan sejarah yang terancam keberadaanya bahkan beberapa diantaranya telah hilang, kondisi tersebut membuat nilai sejarah Kota Palembang berstatus 'merah'.

Sementara perhatian dari pemerintah kota maupun provinsi dirasa belum maksimal, sebaliknya bahkan cenderung menggusur lokasi-lokasi bersejarah dengan alasan pembangunan.

"Sudah banyak kalangan lintas elemen yang mendukung agar ada pembenahan terhadap peninggalan sejarah di Kota Palembang, kami sedang berusaha membuka pembicaraan dengan Pemerintah Provinsi Sumsel," jelas Farida.

Menurutnya keprihatinan sejarawan dan peneliti bukan tanpa alasan, karena di tengah globalisasi pesat saat ini generasi muda kurang dibentengi kepedulian terhadap sejarah, artinya bukan tidak mungkin Kota Palembang yang sudah berusia 1.336 tahun akan kehilangan jejak sejarahnya jika pembiaran terus berlanjut.

"Kepedulian itu bisa diajarkan lewat pendidikan dan usaha-usaha bersama menjaga cagar budaya yang ada, dengan tidak menambah atau mengurangi keadaan aslinya," ujarnya.

Ia mengklaim bahwa kalangan peneliti di Asia Tenggara sudah menyampaikan dukungan agar nilai sejarah di Kota Palembang tetap dijaga dan terus digali peninggalannya.

Selain dikenal sebagai lokasi Kerajaan Sriwijaya, Kota Palembang juga sudah diakui sebagai titik 0 bangsa melayu dunia dengan bukti prasasti berbahasa melayu yang ditemukan pada abad ke-7, berharap pemerintah semakin peduli terhadap terjaganya peninggalan sejarah. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    40 Rumah di Kawasan Tua Palembang Terbakar

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Diperkirakan sebanyak 40 rumah di kawasan tua Jalan Pangeran Ing Kenayan, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gandus, Palembang ludes terbakar dan menimbulkan korban luka.Wakil Ko

  • 3 bulan lalu

    Kualitas Udara di Palembang Bahaya

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Aktivis Walhi Sumatera Selatan menyatakan kualitas udara di Kota Palembang semakin buruk dan kini mencapai level bahaya karena kiriman asap dari kebakaran hutan dan lahan sejum

  • 5 bulan lalu

    Mendukung Pembangunan Jargas di Palembang

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mendukung program Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) membangun 6.034 jaringan gas untuk rumah tangga di kota setempat."Pem

  • 8 bulan lalu

    Hibah IPAL dari Australia untuk Kota Palembang

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) hibah dari pemerintah Australia rencananya menyasar 22.000 sambungan di Kota Palembang bagian Timur, sehingga tidak ada lagi pembuangan l

  • 9 bulan lalu

    Memperbaiki Gedung Sekolah di Palembang

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan berupaya memperbaiki gedung sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Mengah Pertama (SMP) secara bertahap sesuai deng

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99