Kamis, 27 Feb 2020

Dinginnya Alam Gayo

Oleh: marsot
Senin, 17 Sep 2018 04:32
BAGIKAN:
istimewa.
Gayo-Alas.
TAKENGON (EKSPOSnews): Di panggung besar itu, artis Jakarta berdarah Aceh, T Edwin bersama Zeda Salim didapuk sebagai pembawa acara, malam pembukaan Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest) 2018 di Lapangan Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah.

Mereka ikut menyapa dan menghibur para warga yang terlihat antusias menyaksikan malam pembukaan GAMIFest 2018. Mereka seakan larut dalam setiap sesi yang ditampilkan di tengah guyuran hujan dan dinginnya alam dataran Gayo.

"Kegiatan Gayo Alas Mountain International Festival atau GAMIFest 2018 ini pada dasarnya bertujuan memperkenalkan lebih luas budaya dan potensi sumber daya alam Gayo kepada dunia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah di sela-sela membuka GAMIFest 2018 di Takengon.

Pernyataan itu langsung disambut antusias dan hangat oleh masyarakat dari daerah Dataran Tinggi Gayo yang hadir pada malam pembukaan event yang diperkirakan akan berlangsung hingga dua bulan mendatang tersebut.

Ia menjelaskan pascapeluncuran Calendar of Event (CoE) Aceh 2018 bertema "Aceh Hebat Melalui Ragam Pesona Wisata" oleh Menteri Pariwisata di Jakarta beberapa waktu lalu, berbagai atraksi wisata menarik terus digelar di daerah guna memperkenalkan branding Aceh kepada dunia sebagai sebuah destinasi wisata dengan ragam pesona alam dan budaya yang menarik, salah satunya GAMIFEst.

Gayo-Alas merupakan kawasan dataran tinggi Aceh yang berada di punggung pegunungan Bukit Barisan pada ketinggian 1500 Meter di atas permukaan laut, di mana hampir 80 persen jenis kopi Arabika Indonesia diproduksi di daerah tersebut dan menjadi pusat kawasan cagar biosfer Leuser yang telah ditetapkan UNESCO pada 1981 silam.

Nova mengatakan khusus untuk GAMIFest yang akan bergulir di daerah Gayo-Alas tersebut, ada sarangkaian kegiatannya telah dirancang guna memberikan sensasi pesona alam dan budaya Gayo-Alas kepada tamu yang akan hadir dalam menikmati beragam kegiatan di Tanah Gayo.

Kegiatan Gamifest yang dimulai dari 14 September sampai 24 November 2018 tersebut akan berlangsung di empat kabupaten yakni Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah dan Aceh Tenggara.

Menurut dia, seluruh rangkaian kegiatan yang akan digelar itu akan menjadi pintu gerbang untuk menjadikan Gayo-Alas sebagai Kawasan "dynamic agroecology" dan penggerak ekonomi hijau (Green Economy)."Setidaknya ada tiga jenis pengembangan kawasan yang akan ditingkatkan di daerah ini, yaitu Agro Forestry, Agro Industry dan Agro Tourism. GAMIFest ini merupakan moment untuk memulai rancangan tersebut," katanya.

Ia menambahkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, Gayo-Alas termasuk destinasi wisata yang akan dikembangkan secara nasional.Nova mengatakan Pemerintah Aceh khususnya dan Pemerintahan Kabupaten di Gayo-Alas, menyambut dengan suka cita program Pemerintah untuk memajukan wilayah tersebut melalui sektor pariwisata, budaya dan pertanian.

"Insya Allah, Gayo-Alas akan berkontribusi besar menjadikan Aceh sebagai salah satu tujuan wisata terbaik di Indonesia, sekaligus sebagai lokasi investasi menjanjikan di masa mendatang," katanya.

Nova juga mengatakan GAMIFest 2018 yang diselenggarakan di empat kabupaten tersebut juga merupakan pintu masuk pembangunan kawasan Tengah Aceh di masa mendatang.

Dua tahun Silam Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengatakan kegiatan GAMIFEst 2018 yang terselenggara di Tanah Gayo tersebut telah digagas sejak dua tahun silam, tepatnya saat Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Rembele, Bener Meriah.

"Waktu itu Bapak Presiden dengan tegas mengatakan perlu adanya pengembangan kawasan dataran Tinggi Gayo dan Alas agar semakin terbuka dan maju. Alhamdulillah, malam ini gagasan Presiden mulai terwujud seiring dimulainya GAMIFEst," katanya.

Shabela mengatakan pihaknya akan menjadi tuan rumah yang baik dalam penyelenggaran kegiatan GAMIFEst khususnya dan siap menjadi tuan rumah untuk beragam kegiatan tingkat nasional dan internasional.

Daerah Gayo-Alas juga siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan berbagai event olahraga, seni budaya, Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest) 2018 dan kegiatan lainnya.

"Kami siap menjadi tuan rumah yang baik untuk penyelenggaraan berbagai event baik tingkat provinsi, nasional dan juga tingkat internasional," katanya.

Orang nomor satu di Kabupaten Aceh Tengah tersebut juga berharap kegiatan GAMIFest tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna memberikan dampak positif dari berbagai sektor ekonomi daerah setempat.

"Kami juga sudah bertekad kegiatan ini tidak hanya berhenti pada malam pembukaan, tapi akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi keuntungan secara jangka panjang untuk pembangunan daerah," katanya.

Kaya Atraksi Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin menyatakan Gayo Alas Mountain International Festival 2018 yang akan berlangsung di empat kabupaten Gayo Alas itu akan menampilkan beragam atraksi.

"Tujuan utama penyelenggaraan GAMI Festival 2018 adalah sebagai pintu masuk dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan di poros tengah melalui kegiatan kepariwisataan, kebudayaan dan pertanian, khususnya agroindustry," Katanya.

Ada pun ragam atraksi yang akan ditampilkan tersebut meliputi Destination Photo Contest, Opening Ceremony, Tarian Massal, Pawai Budaya Gayo Alas, Pentas Wonderful Gayo Alas, Handicraft and Photo Expo, Coffee and Culinary Festival, Lomba Perahu Tradisional dan Jet Ski Exhibition.

Selanjutnya Paramotor Show, Camping 100 Tenda, Festival Panen Kopi, Expedisi Burni Telong, Takengon Rafting, Aceh Bike Cross Country, Gathering Pesona Indonesia, Pacu Kuda Tradisional, Aceh Trail Adventure, Festival Agara, Wisata Arung Jeuram, Pelatihan Pariwisata dan atraksi wisata menarik lainnya.

Semoga GAMIFest 2018 menjadi awal kebangkitan ekonomi Gayo-Alas.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Sabang Minta Gudang Pendingin Ikan

    SABANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, Provinsi Aceh meminta gudang pendingin ikan atau "cold storage" terintegrasi berkapasitas 100 ton yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan

  • tahun lalu

    Gudang Pendingin Ikan di Sabang Belum Difungsikan

    SABANG (EKSPOSnews): Gudang pendingin ikan atau "cold storage" berkapasitas 100 ton yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Pantai Jaya, Gampong (desa) Ie Meulee, Kota Sabang, Provin

  • 3 tahun lalu

    Bulog Sumbar Siapkan Lemari Pendingin Cabai

    PADANG (EKSPOSnews): Bulog Divisi Regional Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan tiga unit lemari pendingin masing-masing kapasitas 10 ton untuk penyimpanan cabai guna memenuhi kebutuhan selama Ramadhan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99