Kamis, 19 Sep 2019

Banyak Masalah Mengembankan Wisata Danau Toba

Oleh: alex
Jumat, 05 Okt 2018 03:29
BAGIKAN:
istimewa.
Objek wisata Danau Toba.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pengembangan pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara, dinilai tidak mudah karena begitu banyak hambatan menantang termasuk dari sisi keterlibatan masyarakat.

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Danau Toba Basar Simanjuntak di Jakarta, mengatakan terkait pariwisata Danau Toba, pengembangannya memang menemui hambatan.

"Namun hal tersebut tidak kemudian menghalangi perkembangan pariwisata di kawasan Danau Toba," katanya, Kamis 4 Oktober 2018.

Saat ini banyak yang justru pesimistis terkait masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pengembangan pariwisata danau tersebut.

"Menyatukan delapan kabupaten dan empat sub etnik yang ada di sekitar Danau Toba memang menantang. Namun, masih bisa diupayakan," kata Basar.

Basar melanjutkan, pariwisata Danau Toba pernah mengalami penurunan, namun kondisi tersebut sudah membaik sekarang.

"Diperkirakan, akan ada 1 juta wisatawan yang datang ke Danau Toba pada 2019. Hal ini diperkuat dengan ketersediaan atraksi, amenitas dan akses yang memadai," kata Basar.

Untuk akses, ada dua bandara yang bisa menghubungkan wisatawan ke Danau Toba yaitu Bandara Kualanamu dan Bandara Silangit. Selain bandara, Pelabuhan Kuala Tanjung yang juga menghubungkan wisatawan ke Danau Toba terus diperbaiki sehingga pintu kedatangan wisatawan bervariasi. Sementara untuk amenitas, pilihan penginapan juga sudah beragam mulai hotel berbintang hingga homestay. Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh mengatakan pengembangan pariwisata Danau Toba terus dilakukan sehingga daya tarik pariwisatanya meningkat.

"Selain itu, aksesnya juga terus bertambah. Dari Jakarta ada, setiap harinya ada 5 penerbangan menuju Bandara Silangit, sementara dari Malaysia ada dua maskapai yang sudah melayani penerbangan langsung ke Bandara Silangit," ujar Masruroh.

Masruroh mengatakan Sales Mission Danau Toba bahkan baru-baru ini digelar di tiga kota yakni Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang, untuk menyasar wisatawan nusantara.

Sementara, pasar wisman yang menggemari pariwisata Danau Toba yakni wisman asal Eropa terutama Belanda. Hal ini karena Danau Toba memiliki daya tarik alam dan budaya yang benuansa petualangan, dekat dengan karakteristik wisman asal Belanda.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Obesitas Jadi Masalah Besar

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan obesitas atau kegemukan merupakan salah satu mas

  • tahun lalu

    Memperkaya Wisata Toba

    HUTAGINJANG (EKSPOSnews): BPJS Ketenagakerjaan membangun gazebo rumah adat Batak Toba sebagai tempat istirahat dan lokasi foto di Bukit Hutaginjang berlatar Danau Toba untuk memperkaya objek wisata it

  • 2 tahun lalu

    Masalah Kesehatan di Papua Tanggungjawab Bersama

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Tokoh Papua, Pater Neles Tebay yang juga Ketua Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Fajar Timur Jayapura berpendapat bahwa masalah kesehatan di Bumi Cenderawaih merupakan tanggung jawa

  • 2 tahun lalu

    Memantau PTS Bermasalah di Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Kopertis Wilayah I Sumatera Utara kini masih terus melakukan pemantauan terhadap puluhan perguruan tinggi yang dinilai bermasalah dan terkait kelengkapan persyaratan yang diberikan

  • 2 tahun lalu

    Tutup Perguruan Tinggi Bermasalah di Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Koordinator Kopertis Wilayah I Sumatera Utara Dian Armanto menyatakan 21 perguruan tinggi swasta yang bermasalah terkait kelengkapan persyaratan diberikan tenggat waktu untuk melak

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99