Selasa, 26 Mei 2020

Prancis Lindas Irlandia

Senin, 27 Jun 2016 01:01
BAGIKAN:
LYON (EKSPOSnews): Pelatih Irlandia Martin O'Neill mengeluhkan bahwa Prancis memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri untuk pertandingan putaran kedua yang dimainkan pada Minggu, di mana pasukannya kalah 1-2 dari sang tuan rumah.

Prancis, yang sempat tertinggal satu gol sebelum membalikkan keadaan, memiliki waktu beristirahat selama sepekan setelah bermain imbang tanpa gol dengan Swiss pada pertandingan terakhirnya di fase grup, sedangkan Irlandia hanya memiliki kurang dari tiga hari untuk memulihkan diri setelah mereka kalah dari Italia.

"Tiga hari merupakan jumlah waktu yang luar biasa yang dapat dimiliki suatu tim atas tim lainnya," ucapnya.

"Saya tahu bahwa kami telah mengetahui hal itu sebelumnya namun kami tentu saja memiliki kerugian pada aspek tersebut. Dikatakan bahwa Prancis merupakan tim yang benar-benar bagus dan memiliki keberuntungan di turnamen ini." Irlandia menyia-nyiakan keunggulan awal mereka dalam rentang waktu tiga menit di babak kedua, ketika dua gol yang dibukukan Antoine Griezmann membawa Prancis menuju perempat final untuk berhadapan dengan pemenang pertandingan Senin antara Inggris melawan Islandia.

"Jika kami mampu mempertahankannya untuk enam atau tujuh menit berikutnya, kami mungkin dapat menggunakan keunggulan kami dengan Prancis, yang mungkin akan menjadi sedikit panik," kata O'Neill pada konferensi pers.

"Saya tahu itu adalah waktu yang lama dalam satu pertandingan namun saya kecewa dengan mempertimbangkan posisi yang kami miliki sepanjang pertandingan." Ia menambahi, "Para pemain tidak dapat memberikan lebih dalam permainan. Mereka hanya memiliki satu ons tersisa dan saya sangat bangga terhadap mereka." O'Neill memberikan penghormatan kepada para penggemar Irlandia yang memperlakukan pemain dengan sangat baik, dengan melakukan "standing ovation" selama sepuluh menit setelah peluit panjang berbunyi.

"Perasaan di antara pada pemain adalah bahwa ini merupakan turnamen yang indah, karena para penggemar begitu mengagumkan dalam empat pertandingan yang kami mainkan," tuturnya.

"Mereka memberi tambahan energi kepada para pemain jika ada hal semacam itu. Saya tidak dapat lebih bangga lagi terhadap para penggemar. Mereka memperlakukan diri sendiri dengan brilian dan merupakan kredit untuk negara mereka." (ant/rtr)

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Bermain Gamelan di Prancis

    JAKARTA (EKSPOSnews): Siswa sekolah di Collège Jacques Prévert, Châteauneuf mengelar pertunjukan gamelan Jawa dan angklung yang dikemas dalam musik kontemporer dan digabungkan dengan penjelasan luk

  • 12 bulan lalu

    Vonis Mati untuk Warga Prancis

    MATARAM (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, mejatuhkan vonis hukuman mati kepada Warga Negara Perancis, Dorfin Felix (35), karena terbukti menyelundupkan 2,98 kilogram narkob

  • 12 bulan lalu

    Pesawat Tempur Prancis Tinggalkan Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Dua pesawat tempur Prancis jenis Rafale yang sebelumnya mendarat di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM), Blangbintang, Aceh Besar, karena kapal induk yang menjadi

  • tahun lalu

    PSG Dipastikan Juara Liga Prancis

    JAKARTA (MM): Paris Saint- Germain mengunci gelar juara Liga Prancis meski belum memainkan laga pekan ke-33, lantaran pesaing terdekatnya, Lille, gagal memetik kemenangan saat melawat ke markas Toulou

  • tahun lalu

    Nantes Hantam Lyonnais

    JAKARTA (EKSPOSnews): Impian Lyonnais masuk zona Liga Champions terpukul oleh kekalahan 1-2 melawan Nantes dalam pertandingan Ligue 1, Sabtu dini hari.Lyon yang menempati peringkat ketiga atau jatah t

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99