Selasa, 17 Sep 2019

Uji Publik Bagi Pendaftar Capim Baru KPK

Oleh: marsot
Kamis, 04 Jul 2019 21:31
BAGIKAN:
istimewa.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
JAKARTA (EKSPOSnews): Para pendaftar Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lulus syarat administrasi, uji kompetensi serta pemeriksaan kesehatan akan menjalani uji publik yang disiarkan kepada masyarakat.

"Jadi setelah selesai administrasi, kami akan melakukan uji kompetensi di mana mereka ikut ujian objective test dan juga penulisan makalah. Setelah itu kami akan mengadakan psikotes, kemudian diikuti dengan nanti profile assessment, kemudian ada uji publik,ini yang baru," kata salah satu anggota Pansel Capim KPK Harkristuti Harkrisnowo kepada media di Sekretariat Pansel, Kementerian Sekretariat Negara,
Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Menurut dia, uji publik tersebut adalah usulan dari sejumlah pemimpin redaksi media di Indonesia.

Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Ganarsih menambahkan format acara uji publik Capim KPK masih dimatangkan oleh pihaknya.

"Kita coba untuk mengakomodasi, supaya lebih transparan," ujar Yenti.

Sementara itu, anggota Pansel Mualimin Abdi menjelaskan tim juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga seperti Polri, Kejaksaan, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Narkotika Nasional (BNN), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memeriksa latar belakang para calon.

Tidak berhenti di situ, tim pansel juga akan mensurvei individu di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

"Bukan tidak mungkin nanti di ujung akan ada tracking yang meneliti secara langsung orang per orang, misalnya calon lolos pada tahapan tertentu, maka nanti akan ada tracking individual baik melalui RT, RW, tetangga, lingkungan serta media sosial itu nanti akan kita tracking terus," demikian Mualimin.

Hingga Kamis petang, Pansel Capim KPK telah menerima sebanyak 348 orang sebagai pendaftar.

Pansel telah menutup pendaftaran langsung ke sekretariat pada sekitar pukul 16:00 WIB. Namun pendaftaran melalui jalur online masih dibuka hingga 4 Juli 2019 pukul 23:59 WIB.  

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Penasehat KPK Ancam Mengundurkan Diri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mohammad Tsani Annafari mengancam akan mundur sebagai penasihat KPK periode 2017-2021 bila ada orang yang cacat etik terpilih sebagai

  • 3 minggu lalu

    18 Capim KPK yang Lolos Seleksi Tak Layak Pimpin Lembaga Antirasuah?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi menanggapi pernyataan juru bicara KPK Febri Diansyah soal rekam jejak 20 calon pimpinan yang lolos pada tahap profile assess

  • satu bulan lalu

    Kronologi Kasus Suap Impor Bawang Putih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi tangkap tangan terkait kasus suap pengurusan izin impor bawang putih Tahun 2019.KPK pada Kamis (8/8) malam telah mengumum

  • 2 bulan lalu

    KPK Periksa Sejumlah Pejabat Provinsi Kepulauan Riau

    BATAM (EKSPOSnews): Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus perizinan reklamasi yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin

  • 2 bulan lalu

    Mencari Pimpinan KPK yang Berani

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani meyakini Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mampu menemukan calon pimpinan KPK terbaik dari 104 nama yang lulus uji

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99