Rabu, 21 Nov 2018
  • Home
  • Nasional
  • Tim SAR Evakuasi Korban Banjir di Mandailing Natal

Tim SAR Evakuasi Korban Banjir di Mandailing Natal

Oleh: Jallus
Minggu, 14 Okt 2018 06:34
BAGIKAN:
istimewa.
Banjir.
PANYABUNGAN (EKSPOSnews): Tim SAR gabungan bersama relawan dan masyarakat telah mengevakuasi 17 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu 13 Oktober 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulis mengatakan, sebanyak 11 titik longsor yang awalnya menutup beberapa ruas jalan di Mandailing Natal juga sudah dapat diatasi setelah alat berat dikerahkan untuk membantu evakuasi korban dan membersihkan material longsor.

Jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang hingga Sabtu malam yaitu 12 orang anak sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut, 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan 2 orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir.

Dari 29 anak sekolah SD Negeri 235 yang diterjang banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, pada Jumat (12/10) sore, kondisinya 12 anak meninggal dunia dan 17 anak berhasil diselamatkan.

Dari 17 anak yang selamat 7 anak diantaranya luka-luka dan dirawat di Puskesmas setempat. Selain itu 2 orang guru juga ditemukan selamat. Korban selamat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan sebagian terseret oleh banjir bandang.

Banjir bandang juga menyebabkan 12 rumah hanyut dan rusak total, 9 rumah rusak berat dan 3 bangunan fasilitas umum rusak berat di Desa Muara Saladi, sedangkan masyarakat mengungsi.

Sedangkan 2 korban meninggal yang ditemukan di dalam mobil yang terjebur ke Sungai Aek Batang Gadis adalah seorang pegawai PT. Bank Sumut dan seorang anggota Polri yang sedang mengawal pegawai PT Bank Sumut.

Sementara itu, Camat Kecamatan Ulu Pungkut, Muhammad Johan Lubis di Mandailing Natal, Sabtu, menyampaikan rasa prihatin karena banjir tersebut telah menghanyutkan 12 orang pelajar Madrasah Diniyah desa itu.Ia menyebutkan, dari pengakuan saksi mata banjir bandang itu berlangsung cepat sehingga para siswa yang belajar di Madrasah yang kebetulan berada di pinggiran Sungai Siladi itu banyak yang tidak bisa menyelamatkan diri."Pada saat itu para siswa sebanyak 29 orang sedang mengikuti proses belajar mengajar, kemudian banjir datang dengan cepat dan menghanyutkan 12 siswa," ujarnya. Setelah melakukan pencarian berjam-jam petugas dan warga berhasil menemukan para korban tertimbun lumpur dan material kayu serta bebatuan yang terbawa arus banjir tersebut.Dalam kejadian itu selain belasan rumah penduduk yang rusak serta terbawa arus banjir, sejumlah fasilitas umum seperti Polindes, Madrasah, Masjid, gedung SD dan gedung PKK juga mengalami rusak berat.

Ia mengatakan dalam peristiwa tersebut sebanyak 75 kepala keluarga juga terpaksa diungsikan ke kantor Lurah Ulu Pungkut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Sementara para korban yang ditemukan petugas tersebut sudah dilakukan penguburuan di tempat pemakaman umum yang ada di desa itu pada Sabtu siang.Adapun nama-nama korban yang meninggal akibat terbawa arus sungai adalah Isroil (9 tahun), Hapsoh (9 tahun), Alfi Sanri (9 tahun), Masitoh (9 tahun), Dahleni (10 tahun), Tiara (10 tahun) Isnan (10 tahun) Ahidan (10 tahun), Riyansyah Putra (10 tahun), Sohifan (11 tahun), Aisah (12 tahun), Mutiah.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Kicau Mania Pasaman Barat Bantu Korban Banjir

    SIMPANG EMPAT (KICAU): Jajaran Kepolisian Sektor Pasaman, Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat bersama Kicau Mania Pasaman Barat menyeahkan bantuan 1,7 ton beras kepada korban banjir di dua lokasi ber

  • 2 minggu lalu

    Mendata Rumah Terkena Banjir di Mandailing Natal

    MEDAN (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mandailing Natal hingga kini masih mendata rumah warga yang hanyut dan tertimbun tanah longsor di Kecamatan Natal-Lingga Bayu."Pendataan yang di

  • satu bulan lalu

    Korban Banjir Bandang Tanah Datar 4 Orang

    BATUSANGKAR (EKSPOSnews): Korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) bertambah menjadi empat orang.Proses penca

  • 5 bulan lalu

    Ketika Tim SAR Tinggalkan Danau Toba

    PARAPAT (EKSPOSnews): Tim SAR memulai berkemas-kemas untuk meninggalkan kawasan Tigaras, Kabupaten Simalungun, pascapenetapan berakhirnya pencarian KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Tob

  • 5 bulan lalu

    Tim SAR Tetapkan Penumpang KM Sinar Bangun 188 Orang

    PARAPAT (EKSPOSnews): Tim SAR gabungan menetapkan jumlah penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam pada 18 Juni 2018 di perairan Danau Toba sebanyak 188 orang.Usai rapat koordinasi di Pelabuhan Tigas,

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99