Jumat, 18 Jan 2019

Teroris Memang Biadab

Oleh: Jallus
Minggu, 13 Mei 2018 17:51
BAGIKAN:
istimewa.
Bom rakitan.
TEMANGGUNG (EKSPOSnews): Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengutuk keras serangan teroris di beberapa gereja di Surabaya yang menimbulkan korban jiwa termasuk anak-anak.

"Kami kutuk keras hal itu, karena itu melanggar hak asasi manusia. Anak tidak dalam posisi yang dia memahami apa yang sedang terjadi," katanya di Temanggung, Minggu 13 Mei 2018.

Ia menyampikan hal tersebut usai melakukan sosialisasi dan mempromosikan hak anak Indonesia di Kantor Desa Rawa Seneng, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Ia menuturkan atas nama Komnas Perlindungan Anak jangan takut terhadap teror, oleh karena itu Komnas Perlindungan anak menyatakan perang terhadap teror.

"Jangan takut terhadap teror dan kami mengutuk keras karena melanggar hak anak. Anak menjadi korban dari tindakan-tindakan kejahatan itu," katanya.

Ia mengimbau kepada publik jangan takut terhadap teror, tetapi bagaimana memberikan keamanan yang baik.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan untuk meningkatkan fungsi intelijen, bukan hanya intelijen yang ada di TNI dan Polri, tetapi intelijen yang ada di desa."Paling tidak memberikan perhatian ekstra apa yang terjadi di lingkungan keluarga masing-masing, itu fungsi intelijen kita baik di rumah, lingkungan sosial yang diperankan oleh aparatur negara seperti TNI dan Polri," katanya.

Ia menegaskan dengan rasa solidaritas terhadap anak-anak yang menjadi korban, mengutuk keras terhadap terorisme tersebut.

"Tentunya nanti kami akan melakukan trauma healing terhadap korban yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit, karena ini adalah sebuah peristiwa yang menurut saya harus mendapat dukungan dari semua masyarakat karena anak-anak adalah yang menjadi korban," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Terorisme Meningkat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan terorisme pada 2018 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni menjadi 17 jumlah aksi dari 12 aksi pada 2017.Dalam konferensi pers

  • satu bulan lalu

    Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Sleman

    YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Detasemen Khusus 88 Antitetor Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial IA di sebuah rumah kontrakan di RT 6, RW 8, Dusun Krapyak, Kelurahan Sidoarum, Kecamatan

  • 3 bulan lalu

    Sel Teroris Masih Aktif

    TANJUNGBALAI (EKSPOSnews): Kapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Agus Andrianto menyatakan, dua terduga teroris yang ditembak mati di Kota Tanjungbalai merupakan jaringan Syaiful yang saat ini masih buro

  • 3 bulan lalu

    2 Terduga Teroris Ditembak di Tanjungbalai

    TANJUNGBALAI (EKSPOSnews): Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanju

  • 3 bulan lalu

    Malaysia Tangkap 8 Teroris

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Bagian Khusus Kontra Terorisme Polisi Diraja Malaysia (PDRM) pada akhir September telah menangkap delapan orang yang dicurigai sebagai bagian dari kelompok teroris yang meme

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99