Sabtu, 26 Mei 2018

Teroris Memang Biadab

Oleh: Jallus
Minggu, 13 Mei 2018 17:51
BAGIKAN:
istimewa.
Bom rakitan.
TEMANGGUNG (EKSPOSnews): Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengutuk keras serangan teroris di beberapa gereja di Surabaya yang menimbulkan korban jiwa termasuk anak-anak.

"Kami kutuk keras hal itu, karena itu melanggar hak asasi manusia. Anak tidak dalam posisi yang dia memahami apa yang sedang terjadi," katanya di Temanggung, Minggu 13 Mei 2018.

Ia menyampikan hal tersebut usai melakukan sosialisasi dan mempromosikan hak anak Indonesia di Kantor Desa Rawa Seneng, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Ia menuturkan atas nama Komnas Perlindungan Anak jangan takut terhadap teror, oleh karena itu Komnas Perlindungan anak menyatakan perang terhadap teror.

"Jangan takut terhadap teror dan kami mengutuk keras karena melanggar hak anak. Anak menjadi korban dari tindakan-tindakan kejahatan itu," katanya.

Ia mengimbau kepada publik jangan takut terhadap teror, tetapi bagaimana memberikan keamanan yang baik.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan untuk meningkatkan fungsi intelijen, bukan hanya intelijen yang ada di TNI dan Polri, tetapi intelijen yang ada di desa."Paling tidak memberikan perhatian ekstra apa yang terjadi di lingkungan keluarga masing-masing, itu fungsi intelijen kita baik di rumah, lingkungan sosial yang diperankan oleh aparatur negara seperti TNI dan Polri," katanya.

Ia menegaskan dengan rasa solidaritas terhadap anak-anak yang menjadi korban, mengutuk keras terhadap terorisme tersebut.

"Tentunya nanti kami akan melakukan trauma healing terhadap korban yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit, karena ini adalah sebuah peristiwa yang menurut saya harus mendapat dukungan dari semua masyarakat karena anak-anak adalah yang menjadi korban," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 jam lalu

    UU Terorisme Setengah Hati?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan asal Papua Barat Jimmy Demianus Ijie menilai RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang baru disetujui masih setengah hati dan terkesan h

  • 20 jam lalu

    Akhirnya DPR Sahkan RUU Terorisme

    JAKARTA (EKSPOSnews): Rapat Paripurna DPR pada Jumat pagi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas UU nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undan

  • 5 hari lalu

    Reformasi Dinodai dengan Kebencian dan Teroris

    JAKARTA (EKSPOSnews): Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) menilai reformasi di Indonesia bukan gagal namun reformasi bangsa ini dilukai."Harus diakui dari enam cita reformasi saat itu, a

  • 6 hari lalu

    Menjamin Masa Depan Anak Teroris

    SURABAYA (EKSPOSnews): Rentetan aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo pekan lalu cukup menggegerkan Indonesia lantaran terjadi di Surabaya yang selama ini terkenal dengan daerah yang aman d

  • 7 hari lalu

    Terorisme Marak di Era Reformasi

    Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, seperti ketidakadilan di bidang politik, ekonomi, dan hukum yang mengerucut pada lengsernya Soeharto dari takhta kekuasa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99