Senin, 26 Jun 2017

TNI Kembali Pesan Kapal Perang

Oleh: Marsot
Jumat, 28 Apr 2017 14:55
BAGIKAN:
istimewa
Kapal perang (ilustrasi).
SURABAYA (EKSPOSnews): Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memesan kapal perang ke PT PAL Indonesia, dan kali ini tetap pada jenis "Landing Platform Dock" (LPD) dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh di Surabaya  mengatakan pesanan TNI AL itu merupakan lanjutan dari kontrak kerja Nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017.

Kemudian, kata Budiman, kontrak dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pelat pertama kapal atau "first steel cutting" di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga oleh Laksamana Muda TNI Mulyadi.

"Pasar dalam negeri merupakan salah satu potensi besar dan panjang untuk terus digali, ditambah pasar baru luar negeri," ujarnya, Jumat 28 April 2017.

Oleh karena itu, kata dia, dengan pengembangan teknologi kapal terbaik untuk dalam negeri, diharapkan berkembang secara berkelanjutan ke luar negeri.

Budiman mengaku, dengan pemenuhan pasar dalam negeri khususnya TNI AL bisa menjadi salah satu alat promosi sekaligus meyakinkan pasar luar negeri.

"Sehingga kami bersama-sama dengan TNI AL bisa meyakinkan pasar luar negeri, salah satunya yang potensi adalah Malaysia dan negara-negara di Afrika," tuturnya.

Sementara untuk kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar.

Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta 'crew' sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot.

Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut.

Selain itu, juga mampu menampung tiga Helikopter "standby", dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer).

Kapal juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer.

Dan pada saat terjadi musibah dan bencana, kapal juga mampu menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan funsi administrasi pemerintahan yang bergerak.

Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.

Sebelumnya, kapal jenis LPD yang dipesan memiliki panjang 125 meter melalui "Transfer of Technology" (TOT), dan kini dikembangkan menjadi "Strategic Sealift Vessel" (SSV) 123 meter dan LPD 124 meter.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Oknum TNI AU Penganiaya Wartawan Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Oknum TNI AU Lanud Soewondo berinisial RPS, penganiaya wartawan Array Argus dan rekannya Teddy Akbari diadili di Pengadilan Militer 1-02 Medan.Oditur Militer Darwin Hutahaen dalam

  • satu minggu lalu

    TNI Tetapkan Tersangka Pembelian Helikopter

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) menetapkan satu tersangka baru dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter angkut AgustaWestland (AW)-101 di TNI

  • 2 minggu lalu

    Panglima TNI Lepaskan Harimau Sumatera

    TAMBLING (EKSPOSnews): Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo melepasliarkan harimau sumatera bernama Mulli, di Tambling, Pesisir Barat, Lampung.Panglima TNI didampingi pengusaha nasional sekaligus pend

  • 3 minggu lalu

    TNI Olah Tanah Kosong dengan Menanam Serai

    Personel TNI AD dari Komado Distrim Militer (Kodim) 0829/Bangkalan, Jawa Timur melakukan kegiatan pembersihan lahan kosong yang akan dipersiapkan pembibitan pohon serai dan kebon serai di  Desa U

  • 3 minggu lalu

    Panglima TNI Tak Minta Peran dalam Menanggulangi Terorisme

    BANTUL (EKSPOSnews): Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan TNI tidak meminta peranan apapun dalam pembahasan rancangan undang-undang antiterorisme di Dewan Perwak

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak