Kamis, 22 Feb 2018

TNI Kembali Pesan Kapal Perang

Oleh: Marsot
Jumat, 28 Apr 2017 14:55
BAGIKAN:
istimewa
Kapal perang (ilustrasi).
SURABAYA (EKSPOSnews): Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memesan kapal perang ke PT PAL Indonesia, dan kali ini tetap pada jenis "Landing Platform Dock" (LPD) dengan beberapa tambahan teknologi di dalamnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh di Surabaya  mengatakan pesanan TNI AL itu merupakan lanjutan dari kontrak kerja Nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017.

Kemudian, kata Budiman, kontrak dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pelat pertama kapal atau "first steel cutting" di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga oleh Laksamana Muda TNI Mulyadi.

"Pasar dalam negeri merupakan salah satu potensi besar dan panjang untuk terus digali, ditambah pasar baru luar negeri," ujarnya, Jumat 28 April 2017.

Oleh karena itu, kata dia, dengan pengembangan teknologi kapal terbaik untuk dalam negeri, diharapkan berkembang secara berkelanjutan ke luar negeri.

Budiman mengaku, dengan pemenuhan pasar dalam negeri khususnya TNI AL bisa menjadi salah satu alat promosi sekaligus meyakinkan pasar luar negeri.

"Sehingga kami bersama-sama dengan TNI AL bisa meyakinkan pasar luar negeri, salah satunya yang potensi adalah Malaysia dan negara-negara di Afrika," tuturnya.

Sementara untuk kapal yang dipesan TNI AL kali ini memiliki panjang kurang dari produksi LPD sebelumnya, namun mempunyai keunggulan kapasitas pengangkutan yang lebih besar.

Total panjang kapal sekitar 124 meter, dan memiliki lebar 21 meter, dengan kecanggihan mampu mengangkut pasukan beserta 'crew' sebanyak 771 personel, dan mampu berlayar selama 15 hari dengan kecepatan mencapai maksimal 16 knot.

Digerakkan dengan 2 mesin setara 3.900 Hourse Power (HP), dan bobot penuh sebesar 7.200 ton, serta dapat menjangkau jarak sepanjang 10.000 mil laut.

Selain itu, juga mampu menampung tiga Helikopter "standby", dan dilengkapi kekuatan medis, serta dapat menjalankan operasi kemanusian (non-militer).

Kapal juga mampu membawa serta empat kapal, terdiri dari dua jenis kapal pengangkut pasukan batalyon dan dua kapal pengangkut pasukan patroli militer.

Dan pada saat terjadi musibah dan bencana, kapal juga mampu menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan funsi administrasi pemerintahan yang bergerak.

Untuk target penyelesaian pengerjaan kapal diperkirakan selama 23 bulan, dan diharapkan mampu membantu dalam tugas kemiliteran dan non-kemiliteran TNI AL.

Sebelumnya, kapal jenis LPD yang dipesan memiliki panjang 125 meter melalui "Transfer of Technology" (TOT), dan kini dikembangkan menjadi "Strategic Sealift Vessel" (SSV) 123 meter dan LPD 124 meter.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Pangdam Brawijaya Launching Program Satu Sekola Satu TNI

    JEMBER (EKSPOSnews): Pangdam V/Brw mengapresiasi sinergitas Bupati Jember dengan TNI selama ini  dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember dengan program-program kegiatan yang d

  • satu minggu lalu

    Anggota TNI AL yang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Dapat Penghargaan

    BATAM (EKSPOSnews): Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan kepada 12 anggota TNI AL yang menggagalkan penyelundupan narkoba berupa sabu-sabu seberat satu ton di Selat Phillips

  • 3 minggu lalu

    PANGLIMA TNI DI MAKO DIVISI 2/KOSRAD

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menggelar kunjungan kerja pertamanya di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Selasa 30 Januari 2018.Pada kesempatan kunjungan tersebut, jenderal bintang empat itu, m

  • 3 minggu lalu

    Danrem 083/BDJ Sambut Kunjungan Panglima TNI

    MALANG (EKSPOSnews): Danrem 083/bdj Kolonel Inf Bangun Nawoko menyambut kedatangan panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kedatangan orang No 1 di TNI ini bertujuan dilaksanakan kunjungan Kerja di

  • satu bulan lalu

    TNI Dapat Pesawat Baru

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memodernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista), yakni diperkuat enam unit pesawat baru dari PT Dirgantara Indonesia (DI).Enam uni

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99