Selasa, 24 Okt 2017

Sinabung Meletus, Ada Korban Jiwa?

Oleh: alex
Kamis, 12 Okt 2017 11:41
BAGIKAN:
istimewa.
Gunung Sinabung.
JAKARTA (EKSPOSnews): Gunung Sinabung,Sumatera Utara meletus Kamis dinihari namun tidak ada korban jiwa serta jumlah pengungsi tidak bertambah akibat letusan gunung api aktif itu,kata Kepala Pusdatin dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugoro.

"Masyarakat sudah terbiasa melihat letusan Gunung Sinabung karena sejak ditetapkan status awas pada 2 Juni 2015 hampir setiap hari terjadi letusan," kata Sutopo lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Dia mengatakan Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG melaporkan letusan dengan tinggi kolom abu vulkanik dua ribu meter yang diikuti awan panas guguran dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah selatan dan 2.000 meter ke arah timur-tenggara. Angin bertiup lemah-sedang ke arah timur-tenggara dengan lama gempa erupsi 366 detik.

Sebelum itu, juga terjadi letusan pada 11 Oktober 2017 pukul 10.51 WIB dengan tinggi kolom abu vulkanik 1.500 meter. Angin bertiup lemah-sedang ke arah timur-tenggara. Lama gempa erupsi 333 detik dengan hujan abu terjadi di beberapa desa di sekitar Gunung Sinabung.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan desa-desa yang masuk dalam zona merah memang kosong. Ribuan jiwa warga masyarakat sudah mengungsi, bahkan sebagian sudah direlokasi ke tempat yang lebih aman sementara lainnya menunggu relokasi.

BNPB, kata dia, terus memberikan bantuan kepada pengungsi dan masyarakat sekitar Gunung Sinabung. BNPB telah menyalurkan bantuan dana siap pakai untuk penanganan pengungsi sejak 2013 hingga September 2017 mencapai Rp321,6 miliar.

Dana itu untuk bantuan anak sekolah, jaminan hidup, biaya listrik, air bersih, sewa jambur untuk tempat pengungsian, pembangunan sekolah darurat, MCK, tempat ibadah, sewa rumah, sewa lahan pertanian dan sebagainya.

"Bupati Karo menjadi penanggung jawab penanganan dampak letusan Gunung Sinabung dan BNPB terus memberikan pendampingan dan bantuan," kata dia.

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung, lanjut dia, masih tetap tinggi serta belum terlihat tanda-tanda adanya penurunan aktivitas vulkanik. PVMBG terus melakukan pemantauan secara intensif dan tidak dapat diprediksikan kapan letusan berakhir.

Dia mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak dan dalam jarak tujuh kilometer sektor selatan-tenggara, dalam jarak enam kilometer sektor tenggara-timur serta dalam jarak empat kilometer sektor utara-timur Gunung Sinabung.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung, kata dia, agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar hujan.

Menurut dia, curah hujan diperkirakan akan terus meningkat sehingga ancaman banjir lahar hujan juga meningkat. Telah terbentuk bendung alam di hulu Sungai Laborus. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar waspada karena bendungan ini dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

"Hampir setiap hari Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara meletus. Selain melontarkan abu vulkanik, letusan juga disertai dengan gempa guguran, lava pijar dan luncuran awan panas," kata dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    TNI Temukan Korban Tanah Longsor

    JEMBER (EKSPOSnews): Setelah melaksanakan pencarian sejak Selasa 17 Oktober 2017 Pukul 05.00 WIB akhirnya pada Rabu 18 Oktober 2017 sekitar pukul 10.00 WIB Korban yang merupakan satu keluarga yaitu Sy

  • 2 minggu lalu

    Kementaerian BUMN Bantu Korban Sinabung

    MEDAN (EKSPOSnews): Kementerian BUMN melalui Deputi Infrastruktur Bisnis memberikan bantuan kepada pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo sebesar Rp 1.875.623.460. Bantuan yang bera

  • satu bulan lalu

    Korban PCC Sudah Sembuh

    KENDARI (EKSPOSnews): Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrum Tombili mengatakan, seluruh korban penyalahgunaan tablet Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) yang dirawat di b

  • satu bulan lalu

    Awas PCC

    KENDARI (EKSPOSnews): Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Kendari, Sulawesi Tenggara, Adillah Pababbari mengatakan, puluhan remaja menjadi korban penyalahgunaan obat dan dirawat di sejumlah rumah

  • 2 bulan lalu

    Korban Pencabulan Lapor ke Polisi

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Seorang pelajar yang menjadi korban pencabulan melapor ke Unit Reskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang.Korban M (13) didampingi ayahnya DH (38) melapor

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99