Selasa, 13 Nov 2018
  • Home
  • Nasional
  • Senjata Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua 35 Pucuk

Senjata Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua 35 Pucuk

Oleh: alex
Jumat, 10 Nov 2017 19:44
BAGIKAN:
istimewa.
Senjata.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan jumlah senjata api milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengklaim menguasai Kampung Utikini dan sekitarnya di Kabupaten Mimika, Papua, sebanyak 35 pucuk.

"Kurang lebih sekitar 35 yah, kurang lebih dan ada juga yang menggunakan senjata tradisioanl termasuk panah juga ada," katanya ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Jumat 10 November 2017.

Namun, mantan Kapolda Banten itu tidak tahu persis jumlah amunisi yang digunakan oleh KKB itu, apakah menipis atau masih banyak.

"Belum tahu, sejauh mana menipis, kami belum tahu juga," katanya.

Belakang ini, di sejumlah media sosial beredar foto dua senjata api jenis laras panjang dan dikenal jenis Styer Aug. Dua senjata api serbu yang biasa digunakan oleh pasukan khusus itu difoto dengan keadaan berdiri.

Selain foto, kedua senjata yang memiliki kaliber 5,46 mm itu terlihat juga sosok pria dewasa dengan rambut gimbal yang sedang menenteng senjata tersebut.

Kedua foto senjata api itu diduga sebagai bagian dari 30-an senjata yang dimiliki oleh KKB yang mengklaim menguasai Kampung Utikini dan sekitarnya Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Secara terpisah, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit membenarkan informasi yang didapatnya bahwa KKB di Kampung Utikini memiliki 35 pucuk senjata api.

"Iya informasinya sekitar 30 hingga 35 pucuk. Terkait hal kami i merencanakan memperkuat kepolisian," katanya.

Mayjen TNI Supit menegaskan akan mengambil tindakan lebih lanjut bersama kepolisian untuk menyusun rencana bagaimana menghadapi KKB yang sudah sangat meresahkan itu.

"Jika tidak kami ambil tindakan lebih lanjut, kami sedang menyusun rencana diawali dengan negosiasi dulu. Jika temui jalan buntu dan tidak mau kerja sama dengan kami, kami akan ambil tindakan lanjutan, seperti itu," katanya.

Ia menambahkan pihaknya bersama Porli sedang mengambil langkah untuk upaya evakuasi yang melibatkan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yang berpengaruh.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    PLN Jual Listrik di Papua Nugini

    JAYAPURA (EKSPOSnews): PT PLN (Persero) segera menjual listrik ke Papua Nugini (PNG) sebesar 2 megawatt (MW) sebagai tindak lanjut dari kerja sama anatar Pemerintah Indonesia dengan PNG pada 2015."Pen

  • 2 bulan lalu

    Mobil Calistung di Perbatasan Papua-PNG

    Tak hanya sebagai pasukan pengaman perbatasan saja. Akan tetapi, keberadaan Yonmek 521/DY di perbatasan RI-PNG, juga memiliki tugas dan kewajiban yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang c

  • 2 bulan lalu

    Bio Farma Ekspor Vaksin ke Papua Nugini

    BANDUNG (EKSPOSnews): Badan usaha milik negara penghasil vaksin PT Bio Farma melepas ekspor vaksin ke Papua Nugini untuk pertama kali pada 2018. "Kami mengekspor vaksin Polio (bOPV 20ds) untuk pengiri

  • 2 bulan lalu

    Membangun Rumah Sekat di Papua

    TIMIKA (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua pada 2018 ini membangun rumah sehat dengan mengalokasikan dana otonomi khusus (Otsus) sebesar Rp16 miliar.Kepala Dinas Perumahan, Kawas

  • 3 bulan lalu

    TNI Tangkap Pemilik Ladang Ganja di Papua

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan Yonif 756/Wimane Sili (WMS) menangkap AL (36) yang teridentifikasi sebagai pengedar dan pemilik ladang gan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99