Minggu, 21 Jan 2018
  • Home
  • Nasional
  • Senjata Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua 35 Pucuk

Senjata Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua 35 Pucuk

Oleh: alex
Jumat, 10 Nov 2017 19:44
BAGIKAN:
istimewa.
Senjata.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan jumlah senjata api milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengklaim menguasai Kampung Utikini dan sekitarnya di Kabupaten Mimika, Papua, sebanyak 35 pucuk.

"Kurang lebih sekitar 35 yah, kurang lebih dan ada juga yang menggunakan senjata tradisioanl termasuk panah juga ada," katanya ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Jumat 10 November 2017.

Namun, mantan Kapolda Banten itu tidak tahu persis jumlah amunisi yang digunakan oleh KKB itu, apakah menipis atau masih banyak.

"Belum tahu, sejauh mana menipis, kami belum tahu juga," katanya.

Belakang ini, di sejumlah media sosial beredar foto dua senjata api jenis laras panjang dan dikenal jenis Styer Aug. Dua senjata api serbu yang biasa digunakan oleh pasukan khusus itu difoto dengan keadaan berdiri.

Selain foto, kedua senjata yang memiliki kaliber 5,46 mm itu terlihat juga sosok pria dewasa dengan rambut gimbal yang sedang menenteng senjata tersebut.

Kedua foto senjata api itu diduga sebagai bagian dari 30-an senjata yang dimiliki oleh KKB yang mengklaim menguasai Kampung Utikini dan sekitarnya Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Secara terpisah, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit membenarkan informasi yang didapatnya bahwa KKB di Kampung Utikini memiliki 35 pucuk senjata api.

"Iya informasinya sekitar 30 hingga 35 pucuk. Terkait hal kami i merencanakan memperkuat kepolisian," katanya.

Mayjen TNI Supit menegaskan akan mengambil tindakan lebih lanjut bersama kepolisian untuk menyusun rencana bagaimana menghadapi KKB yang sudah sangat meresahkan itu.

"Jika tidak kami ambil tindakan lebih lanjut, kami sedang menyusun rencana diawali dengan negosiasi dulu. Jika temui jalan buntu dan tidak mau kerja sama dengan kami, kami akan ambil tindakan lanjutan, seperti itu," katanya.

Ia menambahkan pihaknya bersama Porli sedang mengambil langkah untuk upaya evakuasi yang melibatkan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yang berpengaruh.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Masalah Kesehatan di Papua Tanggungjawab Bersama

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Tokoh Papua, Pater Neles Tebay yang juga Ketua Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Fajar Timur Jayapura berpendapat bahwa masalah kesehatan di Bumi Cenderawaih merupakan tanggung jawa

  • 6 hari lalu

    Campak dan Gizi Buruk di Papua

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Papua segera mengirim sebanyak dua ton makanan tambahan ke Kabupaten Asmat untuk diberikan kepada warga di kawasan perkampungan yang dilaporkan banyak anak-anak

  • 2 minggu lalu

    Pamtas Satgas TNI Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Papua-PNG

    Satgas TNI Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Kalimo menemukan ladang ganja di sekitar wilayah perbatasan RI-Papua Nugini.Tanaman ganja yang berhasil diamankan sebanyak 14

  • 2 minggu lalu

    Kali ketujuh, Satgas Pamtas Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Papua-PNG

    KEEROM (EKSPOSnews): Satgas TNI Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Kalimo menemukan ladang ganja di sekitar wilayah perbatasan RI-Papua Nugini.Tanaman ganja yang berhasil d

  • 3 minggu lalu

    10 Prajurit Yonif Mekanis 512/QY Dapat Penghargaan dari Kapolda Papua

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan penghargaan kepada 10 prajurit Yonif Mekanis 512/QY (Quratara Yudha) yang bertugas di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG).Pemberian pe

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99