Minggu, 19 Nov 2017
  • Home
  • Nasional
  • Senjata Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua 35 Pucuk

Senjata Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua 35 Pucuk

Oleh: alex
Jumat, 10 Nov 2017 19:44
BAGIKAN:
istimewa.
Senjata.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan jumlah senjata api milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengklaim menguasai Kampung Utikini dan sekitarnya di Kabupaten Mimika, Papua, sebanyak 35 pucuk.

"Kurang lebih sekitar 35 yah, kurang lebih dan ada juga yang menggunakan senjata tradisioanl termasuk panah juga ada," katanya ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Jumat 10 November 2017.

Namun, mantan Kapolda Banten itu tidak tahu persis jumlah amunisi yang digunakan oleh KKB itu, apakah menipis atau masih banyak.

"Belum tahu, sejauh mana menipis, kami belum tahu juga," katanya.

Belakang ini, di sejumlah media sosial beredar foto dua senjata api jenis laras panjang dan dikenal jenis Styer Aug. Dua senjata api serbu yang biasa digunakan oleh pasukan khusus itu difoto dengan keadaan berdiri.

Selain foto, kedua senjata yang memiliki kaliber 5,46 mm itu terlihat juga sosok pria dewasa dengan rambut gimbal yang sedang menenteng senjata tersebut.

Kedua foto senjata api itu diduga sebagai bagian dari 30-an senjata yang dimiliki oleh KKB yang mengklaim menguasai Kampung Utikini dan sekitarnya Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Secara terpisah, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit membenarkan informasi yang didapatnya bahwa KKB di Kampung Utikini memiliki 35 pucuk senjata api.

"Iya informasinya sekitar 30 hingga 35 pucuk. Terkait hal kami i merencanakan memperkuat kepolisian," katanya.

Mayjen TNI Supit menegaskan akan mengambil tindakan lebih lanjut bersama kepolisian untuk menyusun rencana bagaimana menghadapi KKB yang sudah sangat meresahkan itu.

"Jika tidak kami ambil tindakan lebih lanjut, kami sedang menyusun rencana diawali dengan negosiasi dulu. Jika temui jalan buntu dan tidak mau kerja sama dengan kami, kami akan ambil tindakan lanjutan, seperti itu," katanya.

Ia menambahkan pihaknya bersama Porli sedang mengambil langkah untuk upaya evakuasi yang melibatkan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yang berpengaruh.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 21 jam lalu

    Kisah Penyanderaan Warga Papua oleh KKB

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Penyanderaan terhadap warga sipil yang bermukim di berbagai kampung di Distrik Tembagapura,Papua yang masuk dalam areal operasional PT.Freeport Indonesia, Jumat (17/11) berakhir

  • satu minggu lalu

    Polisi Temukan 2 Senjata Dokter Menembak Isterinya

    JAKARTA (EKSPOSnews): Petugas Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur menemukan dua senjata api (senpi) yang diduga milik seorang dokter berinisial H menembak istrinya Lesty Sultri."Ada dua se

  • satu bulan lalu

    Minuman Keras Penyebab Orang Papua Meninggal

    BIAK (EKSPOSnews): Asisten 1 Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Papua Doren Wakerwa menyebut empat faktor penyebab kematian orang asli Papua, yakni disebabkan konsumsi minuman beralkohol, penyakit

  • 2 bulan lalu

    Polisi Pesan Senjata ke Pindad

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membenarkan bahwa terdapat pemesanan 5.000 pucuk senjata dari PT Pindad untuk kebutuhan Polri."Dari Pindad hanya sanggup lima ribu pucuk

  • 2 bulan lalu

    Soal Impor Senjata Ilegal, Panglima Bicara di Internal TNI

    JAKARTA (EKSPOSnews): Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, pihaknya tidak pernah menjelaskan tentang adanya institusi diluar TNI yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99