Kamis, 26 Apr 2018
  • Home
  • Nasional
  • Senjata Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua 35 Pucuk

Senjata Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua 35 Pucuk

Oleh: alex
Jumat, 10 Nov 2017 19:44
BAGIKAN:
istimewa.
Senjata.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan jumlah senjata api milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengklaim menguasai Kampung Utikini dan sekitarnya di Kabupaten Mimika, Papua, sebanyak 35 pucuk.

"Kurang lebih sekitar 35 yah, kurang lebih dan ada juga yang menggunakan senjata tradisioanl termasuk panah juga ada," katanya ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Jumat 10 November 2017.

Namun, mantan Kapolda Banten itu tidak tahu persis jumlah amunisi yang digunakan oleh KKB itu, apakah menipis atau masih banyak.

"Belum tahu, sejauh mana menipis, kami belum tahu juga," katanya.

Belakang ini, di sejumlah media sosial beredar foto dua senjata api jenis laras panjang dan dikenal jenis Styer Aug. Dua senjata api serbu yang biasa digunakan oleh pasukan khusus itu difoto dengan keadaan berdiri.

Selain foto, kedua senjata yang memiliki kaliber 5,46 mm itu terlihat juga sosok pria dewasa dengan rambut gimbal yang sedang menenteng senjata tersebut.

Kedua foto senjata api itu diduga sebagai bagian dari 30-an senjata yang dimiliki oleh KKB yang mengklaim menguasai Kampung Utikini dan sekitarnya Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Secara terpisah, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit membenarkan informasi yang didapatnya bahwa KKB di Kampung Utikini memiliki 35 pucuk senjata api.

"Iya informasinya sekitar 30 hingga 35 pucuk. Terkait hal kami i merencanakan memperkuat kepolisian," katanya.

Mayjen TNI Supit menegaskan akan mengambil tindakan lebih lanjut bersama kepolisian untuk menyusun rencana bagaimana menghadapi KKB yang sudah sangat meresahkan itu.

"Jika tidak kami ambil tindakan lebih lanjut, kami sedang menyusun rencana diawali dengan negosiasi dulu. Jika temui jalan buntu dan tidak mau kerja sama dengan kami, kami akan ambil tindakan lanjutan, seperti itu," katanya.

Ia menambahkan pihaknya bersama Porli sedang mengambil langkah untuk upaya evakuasi yang melibatkan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yang berpengaruh.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Arti Jembatan Holtekamp Bagi Papua

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo dijadwalkan meninjau jembatan Holtekamp di Jayapura,Papua dan memastikan penanganan setelah kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat, Papua

  • 3 minggu lalu

    Membangun Bengkel Pesawat di Papua

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk. akan membangun fasilitas bengkel perawatan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Papua.Direktur Utama GMF Iwan

  • 4 minggu lalu

    Warga Solok Selatan Serahkan 7 Senjata Rakitan

    PADANG ARO (EKSPOSnews): Warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menyerahkan tujuh unit senjata api rakitan laras panjang jenis gobok atau balansa kepada kepolisian setempat secara sukarela."Ket

  • satu bulan lalu

    Mengungkap Penjualan Senjata Api Ilegal

    BANDUNG (EKSPOSnews): Ditreskrimum Polda Jabar mengungkap penjualan senjata api ilegal yang dijual secara online di Desa Cipacing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.Empat orang yakni YH (37), EK (60), DD

  • 3 bulan lalu

    Tim Satgas Terpadu Data Penderita Gizi Buruk di Asmat

    TIMIKA (EKSPOSnews): Tim Satgas Terpadu Kemanusiaan untuk Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, masih terus melakukan pendataan dan penanganan penderita gizi buruk dan campak di wilayah Agats.Kabid Humas P

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99