Rabu, 08 Apr 2020

Sejumlah Pentolan Demo Diamankan Polisi

Jumat, 02 Des 2016 09:39
BAGIKAN:
ist
Ahmad Dhani.

JAKARTA (EKSPOSnews): Polisi tampaknya tidak main-main menyikapi aksi deli 2 Desember 2016. Sedikitnya delapan orang sudah dijemput untuk dimintai keterangan di Markas Brimob Jakarta.

Sejumlah orang yang mengaku tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan NKRI ingin meminta Sidang Istimewa oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) agar mengembalikan dasar negara ke UUD asli tanpa amandemen.

Salah satu yang ditangkap adalah  Rachmawati Soekarnoputri. Dia dijemput polisi dari rumahnya di kawasan Jatipadang, Jakarta Selatan, pada pukul 06.00 WIB. Menurut kuasa hukumnya, Aldwin Rahardian, Rachmawati saat ini sudah berada di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. "Iya benar, ini saya sudah berada di Mako Brimo. Saya mendampingi Ibu Rachmawati," katanya, Jumat, 2 Desember 2016.

Ditambahkan Aldwin, Rachmawati sudah dibawa dengan tuduhan makar karena dengan sejumlah tokoh lain akan menemui Ketua MPR untuk memberikan maklumat agar segera dilakukan Sidang Istimewa. Rencananya akan datang setelah salat Jumat. "Dibawa dari rumah beliau di Jatipadang. Tuduhannya makar. Ini saya baru tiba," katanya.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengakui ada penangkapan terkait kegiatan makar. Boy tidak menjelaskan siapa-siapa saja yang ditangkap karena tuduhan makar ini. “Ada delapan orang yang diamankan. Masih diperiksa di Polda Metro Jaya,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun yang ditangkap adalah Ahmad Dani, Eko, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Husein,  Rachamawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas,Jamran, Ratna Sarumpaet, dan Rizal Kobar.

Dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Desember 2016, Rachmawati akan ke MPR untuk memberikan resolusi atau maklumat pada MPR agar segera melakukan Sidang Istimewa untuk mengembalikan UUD ke UUD 1945 yang asli.

Ia pun memastikan tidak akan mengikuti aksi doa dan salat Jumat berjamaah di kawasan Monumen Nasional (Monas). Meski begitu, dia tetap mendukung aksi mengawal kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama itu. "Saya enggak datang ke Monas. Tapi saya dukung aksi tersebut," katanya.

Menurutnya, saat ini UUD 1945 hasil amandemen melahirkan sistem politik dan ekonomi yang liberal. Hal ini justru akan mempersulit Presiden Jokowi menjadikan bangsa mandiri layaknya Trisakti, seperti yang telah digagas Soekarno.

"Komitmen Jokowi untuk menciptakan Indonesia yang berdaulat dan bebas dari ketergantungan asing tidak akan pernah terwujud. Sulit dilakukan jika kita masih terjebak dengan payung konstitusi bangsa saat ini yaitu UUD 1945 hasil amandemen," katanya.(al)


  Berita Terkait
  • tahun lalu

    3 Terduga Teroris Sibolga Sudah Diamankan Densus 88

    MEDAN (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan tiga orang terduga teroris di Sibolga telah diamankan oleh Tim Densus 88 mabes Polri."Ketiganya merupakan jaringan JAD yang berafilia

  • 3 tahun lalu

    2 Pembunuh Sadis Satu Keluarga di Medan Sudah Diamankan Polisi

    MEDAN (EKSPOSnews): Polda Sumatera Utara baru menangkap dua pelaku perampokan disertai pembunuhan keluarga Rianto di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99