Minggu, 21 Jul 2019

Relokasi Warga 3 Kecamatan Rawan Banjir

Oleh: marsot
Senin, 17 Des 2018 13:01
BAGIKAN:
istimewa.
Sungai meluap.
MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera merelokasi warga tiga kecemanatan yang rawan dilanda bencana banjir di Kabupaten Mandailing Natal ke lokasi yang lebih aman.

"Warga di tiga kecamatan itu, yakni Kecamatan Ulu Pungkut, Kecamatan Aek Batang Gadis, dan Kecamatan Batang Natal," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandaling Natal, Muhammad Yasir Nasution dihubungi dari Medan, Senin 17 Desember 2018.

Relokasi warga di tiga kecamatan itu, menurut dia, saat ini sedang diusulkan Pemerintah Kabupaten Mandaling Natal kepada Gubernur Sumatera Utara.

"Semoga usulan relokasi warga tersebut dapat disetujui oleh Pemerintah Provinsi Sumatera," ujar Yasir.

Ia mengatakan, Pemkab Mandailing Natal, saat ini tengah mencari tempat yang strategis untuk merelokasi warga yang terdapat di tiga kecamatan itu, selama ini dikenal rawan banjir, dan juga bencana tanah longsor, karena lokasinya tidak jauh dari sungai besar. "Jadi, jika hujan lebat dan sungai yang berada di tiga kecamatan tersebut meluap, maka akan merendam desa-desa yang ada di daerah kecamatan itu," ujarnya.

Yasir menyebutkan, tidak ada lagi solusi yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan penduduk yang ada di beberapa desa, di tiga kecamatan tersebut, selain mengadakan relokasi.

Dia mengatakan dengan merelokasi warga tersebut, diharapkan dapat menyelamatkan mereka dari bahaya banjir yang mengancam setiap saat. Hal ini perlu dipikirkan pemerintah untuk menolong warga yang tinggal tidak jauh pinggiran sungai.

Apalagi, kata dia, Kabupaten Mandailing Natal yang berdekatan dengan Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, juga dikenal rawan longsor, jalan putus/amblas dan sering mengalami banjir bandang.

"Pemerintah diharapkan dapat mensetujui pemindahan warga yang tinggal di tiga kecamatan itu, untuk mengantisipasi bencana banjir dan menghindari jatuhnya korban jiwa," katanya.

Sebelumnya, pada bencana banjir yang terjadi Senin (15/10), sebanyak 10 desa terkena dampak banjir di wilayah Kecamatan Batang Gadis.

Ke-10 desa itu, Desa Transmigrasi SP I, Transmigrasi SP II Singkuang, Desa Hutaimbaru, Desa Ranto Panjang Dusun Pagaran Joring, Desa Lubuk Kapundung, Desa Lubuk Kapundung II, Desa Manuncang, Desa Sale Baru Dusun Bronjong, Desa Singkuang I, dan Desa Tagilang Ju Wilatyah yang paling parah terdampak banjir adalah Desa Transmigrasi SP I dan SP II Singkuang yang menyebabkan satu unit rumah roboh. Di Desa Lubuk Kapundung, 50 hektare areal pertanian warga terendam banjir dan bangunan sarana air bersih juga rusak berat.

Kemudian, di Desa Hutaimbaru terdapat lima rumah rusak ringan, satu surau (mushala) hanyut dan fasilitas sarana belajar seperti meja kursi dan buku-buku siswa hanyut terbawa banjir. Di Desa Tagilang Julu juga mengakibatkan 49 rumah penduduk terendam air, lima rumah hanyut, 12 rumah rusak berat, 11 rusak ringan dan satu unit surau rusak berat.

Kemudian, bencana banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, Jumat (12/10) sore.

Jumlah pelajar SD Negeri 235 Desa Muara Saladi, yang menjadi korban terjangan banjir bandang, 12 orang meninggal dunia, dan 17 orang berhasil diselamatkan.

Semuanya korban banjir tersebut, merupakan anak-anak berusia di bawah 12 tahun.Sebanyak tujuh di antara 17 anak yang selamat dirawat di puskesmas setempat.

Korban selamat ditemukan di bawah runtuhan bangunan dan sebagian lagi terseret banjir bandang. Banjir bandang itu, juga mengakibatkan 12 rumah warga hanyut dan rusak total, sembilan rumah rusak berat, serta tiga fasilitas umum di Desa Muara Saladi, berupa poliklinik desa, gedung SD Negeri 235, dan gedung PKK rusak total.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Proses Relokasi Pengungsi Sinabung Sudah Masuk Tahap Tiga

    KABANJAHE (EKSPOSnews): Proses relokasi bagi warga Kabupaten Karo yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung telah memasuki tahap ketiga yang terus dikoordinasikan.Dalam pemberian bantuan bagi pengu

  • 2 tahun lalu

    Relokasi Pengungsi Sinabung Berbau Korupsi

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara saat ini sedang mengusut dugaan penyimpangan dana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk korban erupsi Sinabung di Kabupaten Karo, melalui program Relo

  • 3 tahun lalu

    Tuntaskan Relokasi Pengungsi Sinabung

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah diminta segera menuntaskan program relokasi bagi warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung. "Kasih

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99