Jumat, 25 Mei 2018
  • Home
  • Nasional
  • Polisi Masih Negosiasi Dengan Teroris Soal Senjata Api

Polisi Masih Negosiasi Dengan Teroris Soal Senjata Api

Oleh: marsot
Kamis, 10 Mei 2018 06:06
BAGIKAN:
istimewa.
Senjata.
JAKARTA (EKSPOSnews): Tim negosiator Polri mengintensifkan negosiasi mengenai senjata api yang diduga masih dikuasai kelompok narapidana teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"(Situasi) kondusif tapi negosiasi masih dilakukan karena senjata masih di dalam," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis 10 Mei 2018.

Berbagai hal masih dilakukan negosiasi dengan kelompok narapidana teroris itu, namun Setyo enggan membeberkan secara rinci karena alasan termasuk materi yang dirahasiakan.

Terkait masih ada atau tidak korban sandera, Setyo pun belum memberikan penjelasan lantaran negosiasi masih berjalan.

"Saya tidak mengatakan begitu," tutur polisi jenderal bintang dua itu.

Saat ini, tim negosiator telah membebaskan seorang anggota Polri Brigadir Kepala (Bripka) Polisi Iwan Sarjana yang disandera narapidana teroris pada Rabu (9/5) tengah malam.

Setyo mengungkapkan tim negosiator membebaskan Bripka Iwan setelah bernegosiasi untuk mengirimkan makanan kepada narapidana teroris yang bersedia melepaskan tawanan.

Dituturkan Setyo, kondisi Iwan mengalami luka lebam pada bagian wajah dan sekujur tubuh sehingga dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan negosiasi dengan narapidana teroris untuk menyerahkan diri. Sebelumnya narapidana teroris menyandera enam anggoa Brimob, lima diantaranya telah gugur.

"Kami berikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta (KPLBA) kepada lima anggota polri yang gugur," kata Setyo Wasisto.

Pemberian kenaikan pangkat luar biasa anumerta itu berdasarkan Skep Kapolri No 614/V/2018 tertanggal 9 Mei 2018.

Nama-nama yang mendapatkan KPLBA itu, yakni Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto dari Densus 88, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi dari Polda Metro Jaya, Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyi Nugroho dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas dari Densus 88.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Polisi Tangkap 4 Penculik di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Tim Jatanras Polda Aceh bersama Tim Reskrim Polres Pidie dan Polres Lhokseumawe menangkap empat tersangka penculikan disertai uang tebusan puluhan juta rupiah.Direktur Reserse

  • 3 hari lalu

    Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkoba

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kepolisian Sektor Tampan, Resor Kota Pekanbaru berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan kilogram narkoba jenis sabu-sabu senilai lebih dari Rp12 miliar tujuan Jakarta

  • 4 hari lalu

    Polisi Ringkus 2 Pengolahan Minyak Mentah

    STABAT (EKSPOSnews): Aparat Satuan Reskrim Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara, meringkus dua pelaku pengolahan minyak mentah tanpa izin dan atau tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah, di Desa

  • 4 hari lalu

    Reformasi Dinodai dengan Kebencian dan Teroris

    JAKARTA (EKSPOSnews): Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) menilai reformasi di Indonesia bukan gagal namun reformasi bangsa ini dilukai."Harus diakui dari enam cita reformasi saat itu, a

  • 4 hari lalu

    Menjamin Masa Depan Anak Teroris

    SURABAYA (EKSPOSnews): Rentetan aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo pekan lalu cukup menggegerkan Indonesia lantaran terjadi di Surabaya yang selama ini terkenal dengan daerah yang aman d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99