Kamis, 16 Agu 2018
  • Home
  • Nasional
  • Polisi Masih Negosiasi Dengan Teroris Soal Senjata Api

Polisi Masih Negosiasi Dengan Teroris Soal Senjata Api

Oleh: marsot
Kamis, 10 Mei 2018 06:06
BAGIKAN:
istimewa.
Senjata.
JAKARTA (EKSPOSnews): Tim negosiator Polri mengintensifkan negosiasi mengenai senjata api yang diduga masih dikuasai kelompok narapidana teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"(Situasi) kondusif tapi negosiasi masih dilakukan karena senjata masih di dalam," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis 10 Mei 2018.

Berbagai hal masih dilakukan negosiasi dengan kelompok narapidana teroris itu, namun Setyo enggan membeberkan secara rinci karena alasan termasuk materi yang dirahasiakan.

Terkait masih ada atau tidak korban sandera, Setyo pun belum memberikan penjelasan lantaran negosiasi masih berjalan.

"Saya tidak mengatakan begitu," tutur polisi jenderal bintang dua itu.

Saat ini, tim negosiator telah membebaskan seorang anggota Polri Brigadir Kepala (Bripka) Polisi Iwan Sarjana yang disandera narapidana teroris pada Rabu (9/5) tengah malam.

Setyo mengungkapkan tim negosiator membebaskan Bripka Iwan setelah bernegosiasi untuk mengirimkan makanan kepada narapidana teroris yang bersedia melepaskan tawanan.

Dituturkan Setyo, kondisi Iwan mengalami luka lebam pada bagian wajah dan sekujur tubuh sehingga dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan negosiasi dengan narapidana teroris untuk menyerahkan diri. Sebelumnya narapidana teroris menyandera enam anggoa Brimob, lima diantaranya telah gugur.

"Kami berikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta (KPLBA) kepada lima anggota polri yang gugur," kata Setyo Wasisto.

Pemberian kenaikan pangkat luar biasa anumerta itu berdasarkan Skep Kapolri No 614/V/2018 tertanggal 9 Mei 2018.

Nama-nama yang mendapatkan KPLBA itu, yakni Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto dari Densus 88, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi dari Polda Metro Jaya, Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyi Nugroho dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas dari Densus 88.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 16 jam lalu

    OTT di Langkat Sedang Didalami Polisi

    STABAT (EKSPOSnews): Penyidik kepolisian dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara, masih terus mendalami dan memeriksa kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang

  • kemarin

    Polisi OTT Pegawai SMA di Pariaman

    PARIAMAN (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kota Pariaman, Sumatera Barat, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap An (37) salah seorang pegawai honorer di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri

  • 3 hari lalu

    5 Terduga Teroris Diamankan di Sumbar Jaringan JAD

    PADANG (EKSPOSnews): Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kombes Pol Syamsi mengungkapkan lima terduga teroris yang diamankan di daerah itu diiduga merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daul

  • 3 hari lalu

    Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Sulawesi Selatan

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri kembali mengamankan satu orang anggota jaringan teroris Santoso di Desa Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selata

  • 5 hari lalu

    Polisi Amankan Kepala Dinas Pertanian Padang Lawas

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Subdit III Tipikor Polda Sumut menggelar operasi tangkap tangan terkait penanganan potensi korupsi di sektor pertanian.Dalam operasi pada Kamis (9/8) tersebut, polisi me

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99