Jumat, 23 Agu 2019
  • Home
  • Nasional
  • Polisi Masih Negosiasi Dengan Teroris Soal Senjata Api

Polisi Masih Negosiasi Dengan Teroris Soal Senjata Api

Oleh: marsot
Kamis, 10 Mei 2018 06:06
BAGIKAN:
istimewa.
Senjata.
JAKARTA (EKSPOSnews): Tim negosiator Polri mengintensifkan negosiasi mengenai senjata api yang diduga masih dikuasai kelompok narapidana teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"(Situasi) kondusif tapi negosiasi masih dilakukan karena senjata masih di dalam," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis 10 Mei 2018.

Berbagai hal masih dilakukan negosiasi dengan kelompok narapidana teroris itu, namun Setyo enggan membeberkan secara rinci karena alasan termasuk materi yang dirahasiakan.

Terkait masih ada atau tidak korban sandera, Setyo pun belum memberikan penjelasan lantaran negosiasi masih berjalan.

"Saya tidak mengatakan begitu," tutur polisi jenderal bintang dua itu.

Saat ini, tim negosiator telah membebaskan seorang anggota Polri Brigadir Kepala (Bripka) Polisi Iwan Sarjana yang disandera narapidana teroris pada Rabu (9/5) tengah malam.

Setyo mengungkapkan tim negosiator membebaskan Bripka Iwan setelah bernegosiasi untuk mengirimkan makanan kepada narapidana teroris yang bersedia melepaskan tawanan.

Dituturkan Setyo, kondisi Iwan mengalami luka lebam pada bagian wajah dan sekujur tubuh sehingga dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan negosiasi dengan narapidana teroris untuk menyerahkan diri. Sebelumnya narapidana teroris menyandera enam anggoa Brimob, lima diantaranya telah gugur.

"Kami berikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta (KPLBA) kepada lima anggota polri yang gugur," kata Setyo Wasisto.

Pemberian kenaikan pangkat luar biasa anumerta itu berdasarkan Skep Kapolri No 614/V/2018 tertanggal 9 Mei 2018.

Nama-nama yang mendapatkan KPLBA itu, yakni Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto dari Densus 88, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi dari Polda Metro Jaya, Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyi Nugroho dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas dari Densus 88.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Pelaku Pencabulan Anak Melalui Medsos Ditangkap Polisi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial TR (25 tahun) yang menjadi pelaku kasus eksploitasi dan kekerasan seksual terha

  • satu bulan lalu

    Polisi Tangkap Polisi Pemeras

    MEDAN (EKSPOSnews): Petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan menangkap empat anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Area, yang diduga melakukan pemerasan.Kasat Reskrim Polr

  • 2 bulan lalu

    Polisi Tangkap Ayah Tak Bermoral

    REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Petugas Kepolisian Resor Rejang Lebong, Polda Bengkulu, menangkap SA (60) warga Kecamatan Curup yang diduga mencabuli anak kandung sendiri berulang kali.Kapolres Rejang Leb

  • 2 bulan lalu

    Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Ditangkap Polisi

    KUALA KAPUAS (EKSPOSnews): Pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur, Taufik Riansyah (34) yang bekerja sebagai sekutiriti atau petugas keamanan di salah satu perusahaan besar swasta (PBS) di daera

  • 2 bulan lalu

    Polisi Tangkap Penyebar Foto Mesum

    JAMBI (EKSPOSnews): Anggota Satreskrim Polresta Jambi berhasil menangkap seorang pemuda DS (22) yang nekad menyebarkan foto mesum kekasihnya ke dunia maya atau medsos akibat tidak terima diajak putus

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99