Rabu, 08 Jul 2020
  • Home
  • Nasional
  • Polisi Masih Negosiasi Dengan Teroris Soal Senjata Api

Polisi Masih Negosiasi Dengan Teroris Soal Senjata Api

Oleh: marsot
Kamis, 10 Mei 2018 06:06
BAGIKAN:
istimewa.
Senjata.
JAKARTA (EKSPOSnews): Tim negosiator Polri mengintensifkan negosiasi mengenai senjata api yang diduga masih dikuasai kelompok narapidana teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"(Situasi) kondusif tapi negosiasi masih dilakukan karena senjata masih di dalam," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis 10 Mei 2018.

Berbagai hal masih dilakukan negosiasi dengan kelompok narapidana teroris itu, namun Setyo enggan membeberkan secara rinci karena alasan termasuk materi yang dirahasiakan.

Terkait masih ada atau tidak korban sandera, Setyo pun belum memberikan penjelasan lantaran negosiasi masih berjalan.

"Saya tidak mengatakan begitu," tutur polisi jenderal bintang dua itu.

Saat ini, tim negosiator telah membebaskan seorang anggota Polri Brigadir Kepala (Bripka) Polisi Iwan Sarjana yang disandera narapidana teroris pada Rabu (9/5) tengah malam.

Setyo mengungkapkan tim negosiator membebaskan Bripka Iwan setelah bernegosiasi untuk mengirimkan makanan kepada narapidana teroris yang bersedia melepaskan tawanan.

Dituturkan Setyo, kondisi Iwan mengalami luka lebam pada bagian wajah dan sekujur tubuh sehingga dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Ia mengatakan pihaknya terus melakukan negosiasi dengan narapidana teroris untuk menyerahkan diri. Sebelumnya narapidana teroris menyandera enam anggoa Brimob, lima diantaranya telah gugur.

"Kami berikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta (KPLBA) kepada lima anggota polri yang gugur," kata Setyo Wasisto.

Pemberian kenaikan pangkat luar biasa anumerta itu berdasarkan Skep Kapolri No 614/V/2018 tertanggal 9 Mei 2018.

Nama-nama yang mendapatkan KPLBA itu, yakni Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto dari Densus 88, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi dari Polda Metro Jaya, Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyi Nugroho dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dari Densus 88, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas dari Densus 88.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 8 bulan lalu

    Polisi Cokok Pria Pembawa Sabu 2 Kilogram

    PADANG (EKSPOSnews): Polda Sumatera Barat menangkan seorang pria berinisial H (41) yang diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat dua kilogram melalui bus antar provinsi di Kabupaten 50 Kota, Sum

  • 9 bulan lalu

    2 Rumah di Bandarlampung Digeledah Densus 88

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Dua rumah di Kecamatan Enggal, Kota Bandarlampung, digeledah Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri dan Inafis Polresta Bandarlampung terkait dugaan terori

  • 9 bulan lalu

    Terduga Teroris Terbanyak dari Jawa Barat

    BANDUNG (EKSPOSnews): Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Syahrir mengaku prihatin dengan penangkapan 26 tersangka teroris oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di sejumlah daerah dalam kurun waktu 10-15

  • 9 bulan lalu

    Seorang Anggota Polisi di Medan Dibacok

    MEDAN (EKSPOSnews): Seorang anggota polisi di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan mengalami luka serius usai dibacok oleh pelaku pencabulan saat korban hendak mengama

  • 9 bulan lalu

    Korban Teroris Dapat Kompensasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah mengabulkan kompensasi bagi tiga korban terorisme dengan terdakwa Suherman alias Herman alias Abu Zahra sebesar Rp413.986.258

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99