Rabu, 15 Agu 2018

Perketat Pengawasan Rumah Ibadah

Oleh: marsot
Senin, 12 Feb 2018 04:45
BAGIKAN:
twitter.
Gereja diserang.
YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat kemanan memperketat penjagaan seluruh tempat ibadah, tidak hanya saat memperingati hari-hari besar keagamaan.

"Entah itu masjid, gereja, atau pura tidak hanya pada saat hari besar keagamaan, tetapi dalam kewajiban ibadah seperti misa pada Minggu tadi pagi aparat juga harus hadir," kata Sultan seusai menjenguk korban penyerangan Gereja Santa Lidwina di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, Minggu 11 Februari 2018.

Menurut Sultan, peristiwa penyerangan di Gereja Santa Lidwina Bedog, Kabupaten Sleman, yang terjadi ketika umat Katolik sedang menjalankan ibadah misa pada Minggu (11/2) pagi seharusnya bisa dicegah apabila kewaspadaan aparat keamanan bisa ditingkatkan.

"Kewaspadaan itu baik dalam arti yang terbuka dengan memakai seragam maupun yang tertutup," kata dia.

Pemerintah daerah hingga jajaran perangkat di kelurahan, menurut dia, harus mampu mendeteksi dan mencegah kemungkinan munculnya peristiwa kekerasan atau tindakan intoleransi lainnya di daerah masing-masing.

"Termasuk Babinsa dan Babinkamtibmas, termasuk Jagawarga dari awal harus bisa mencegah, jangan sampai terlambat," kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Bagi Sultan, aksi penyerangan itu sama sekali tidak mencerminkan karakter asli warga Yogyakarta karena kerja sama dan gotong royong antarsesama warga selama ini telah menjadi budaya yang terus dirawat di Kota Gudeg itu.

"Saya tidak memahami dan tidak mengerti kenapa ada perbuatan yang keji tanpa ada rasa kemanusiaan. Jelas itu bukan karakter kita warga Yogyakarta," kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Menurut Sultan, toleransi antarumat beragama tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kesadaran bersama. Dengan kesadaran itu semestinya semua pihak bisa saling menjaga satu sama lain.

"Khususnya bagi warga masyarakat Katolik maupun korban, saya mohon maaf. Biarpun kami sudah koordinasi dengan aparat keamanan tetapi peristiwa itu tetap terjadi," kata dia.

Seperti diberitakan seorang pemuda mengamuk membawa senjata tajam di Gereja Santa Lidwina Bedok, Jalan Jambon, Kabupaten Sleman, Minggu, sekitar pukul 07.45 WIB. Pelaku yang diketahui bernama Suyono, warga Banyuwangi, Jawa Timur, mengamuk dan melukai empat orang termasuk seorang pastor.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    PTPN III Holding Salurkan Bantuan Rumah Ibadah

    JAMBI (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara III Holding menyalurkan bantuan sarana dan prasarana umum untuk lima rumah ibadah di Desa Markanding, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, Jambi.Pan

  • 4 minggu lalu

    Jadikan Rumah Ibadah Tempat Menebar Perdamaian

    JAKARTA (EKSPOSnews): Rumah ibadah hendaknya menebar pesan perdamaian, bukan justru menjadi alat memecah belah, kata Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Ahmad Satori Ismail, di Jakarta.Kegiatan ya

  • 3 bulan lalu

    Pemerintah Perketat Tenaga Kerja Asing

    PADANG (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, setelah salah seorang masyarakat mempertanyakannya

  • 12 bulan lalu

    Hibah untuk Rumah Ibadah Diseleksi Ketat

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara semakin selektif memberikan dana hibah termasuk bagi rumah ibadah untuk menghindari masalah hukum seperti yang terjadi sebelumnya."Pemprov Sumut

  • tahun lalu

    Warga Bekasi Utara Protes Pendirian Rumah Ibadah

    BEKASI (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Jawa Barat menembakan gas air mata guna meredakan kerusuhan saat demonstrasi untuk menolak pendirian tempat ibadah di Kecamatan Bekasi U

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99