Senin, 20 Mei 2019

Perbedaan Agama Bukan Pemecah Belah Bangsa

Oleh: marsot
Minggu, 07 Apr 2019 06:12
BAGIKAN:
istimewa.
Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI.
DENPASAR (EKSPOSnews): Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan perbedaan keyakinan dan agama masyarakat Indonesia bukan menjadi faktor pemecah belah bangsa, tetapi justru mempersatukan menjadi bangsa yang besar.

"Tantangan kita ke depan meningkatkan kemakmuran masyarakatnya. Ini dapat dicapai apabila ada kerja sama yang baik pemerintah, masyarakat dan memanfaatkan ilmu pengetahuan. Tanpa pengetahuan tentu kita tidak bisa maju. Apabila, masyarakat tidak bersatu, tentu kita tidak bisa belajar juga," kata Jusuf Kalla saat menyampaikan sambutan pada acara Dharma Santi Nyepi Nasional Peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1941, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Sabtu 6 April 2019.

Terkait dengan tema yang diangkat dalam Dharma Santi Nyepi Nasional ini yakni "Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019", menurut Wapres juga berkesesuaian dengan makna evaluasi diri dalam Nyepi.

"Pemilu pada dasarnya adalah evaluasi bangsa secara keseluruhan, mempunyai makna sama dengan evaluasi Nyepi," ujar Wapres yang pada kesempatan itu juga mengenakan pakaian adat Bali dengan "udeng" atau ikat kepala berwarna merah itu.

Melalui pemilu, lanjut Jusuf Kalla, menjadi momentum evaluasi yang telah dilakukan pemimpin selama lima tahun. Jika hasil evaluasinya benar, maka akan dilanjutkan, namun jika tidak benar tentu harus dievaluasi kembali.

Oleh karena itu, dia mengharapkan partisipasi umat Hindu dalam Pemilu 2019 sehingga tujuan untuk memajukan bangsa ini dapat tercapai.

"Dalam menghadapi pemilu, meskipun ada riak-riaknya, tetapi tetap mempunyai tujuan yang sama yakni memajukan bangsa ini. Bagaimana Indonesia aman, bagaimana Indonesia maju, bagaimana pendapatan masyarakat menjadi maju," ucapnya pada acara yang juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga, Gubernur Bali Wayan Koster, Forkompimda Bali, anggota DPR dan DPD RI Dapil Bali, para pemuka agama dan ribuan umat Hindu.

Pihaknya pun berharap dengan momentum Hari Suci Nyepi, evaluasi akan bermanfaat bagi semua umat beragama di Tanah Air.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya juga mengajak umat Hindu untuk beramai-ramai mendatangi tempat pemungutan suara pada 17 April mendatang dengan merdeka dan rasa gembira.

Mantan Pangdam IX/Udayana itupun mengingatkan umat Hindu untuk tidak henti-hentinya belajar dan menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya.

Rangkaian Dharma Santi Nyepi Nasional kali ini juga dimeriahkan dengan sendratari garapan Institut Seni Indonesia Denpasar berjudul Swarga Rohana Parwa.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 8 bulan lalu

    Batik Warisan Leluhur Bangsa

    SURABAYA (EKSPOSnews): Digelarnya acara batik yang diikuti oleh seluruh pengurus Dharma Pertiwi daerah E, Jawa Timur, ternyata mendapat perhatian tersendiri dari Silvia Ambarsari.Tidak hanya itu saja,

  • 2 tahun lalu

    Perppu Ormas Menjaga Eksistensi Bangsa Indonesia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah, Azyumardi Azra menilai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan d

  • 2 tahun lalu

    Pembekalan Wawasan Kebangsaan

    Sebanyak 67 siswa dan siswi peserta didik baru SMK Sentosa Dharma mendapat pembekalan materi Wawasan  Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara oleh Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo,

  • 2 tahun lalu

    GP Ansor Apel Kebangsaan

    KEDIRI (EKSPOSnews): Ribuan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor-Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mengikuti apel kebangsaan yang digelar di lapangan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur.Ketu

  • 2 tahun lalu

    Tolak Segala Bentuk Radikalisme dan Pemecahbelah Bangsa

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Bupati Bengkayang, Kalbar, Suryadman Gidot bersama Forkopimda, dan tokoh masyarakat mendeklarasikan penolakan terhadap segala bentuk radikalisme, terorisme, penghasutan, serta

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99