Sabtu, 23 Feb 2019
  • Home
  • Nasional
  • Penting Mana, Evaluasi Otsus atau HUT Papua Merdeka?

Penting Mana, Evaluasi Otsus atau HUT Papua Merdeka?

Oleh: alex
Sabtu, 01 Des 2018 05:56
BAGIKAN:
istimewa.
Perbatasan Papua-PNG.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Tokoh adat Sentani Yanto Khomlay Eluay berpendapat bahwa lebih penting rakyat Papua mendorong evaluasi implementasi Otonomi Khusus (Otsus) daripada menghabiskan energi memperingati 1 Desember sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka.

"Saat ini lebih penting mengevaluasi Otsus Papua yang sudah 17 tahun berjalan, namun masih jauh dari keberhasilan," katanya, di Jayapura, Papua, Jumat 30 November 2018.

Yanto yang merupakan anak dari almarhum pejuang kemerdekaan Papua Theys Hiyo Eluay menegaskan bahwa perayaan 1 Desember sebagai Hari Papua Merdeka tidak perlu dilakukan.

Ia mengaku tidak sependapat dengan kelompok-kelompok yang terus memanfaatkan isu Papua Merdeka, seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberal Movement for West Papua (ULWMP) yang bersuara untuk mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat di Bumi Cenderawasih itu.

"Saya tidak sepakat dengan kelompok-kelompok itu. Lebih baik kita evaluasi Otsus daripada sibuk dengan hal yang tidak bermanfaat untuk rakyat dan malah menyusahkan diri sendiri," kata Yanto Ondofolo Igwa-Igwa Sentani, sekaligus pewaris Keondofoloan dari almarhum sang ayah.

Yanto mengajak agar rakyat Papua tidak gampang termakan hasutan yang menyesatkan hanya membuat terbawa dalam opini orang lain, tidak ingin Papua maju seperti daerah lainnya di Indonesia.

Apalagi, kata dia, pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya membangun Papua dalam segala bidang, sehingga momentum ini sebaiknya segera disikapi dengan memberikan dukungan yang positif.

"Jangan cepat terprovokasi, mari kita berikan bentuk dukungan seperti dorong Otsus untuk dievaluasi atau diaudit, sejauh mana implementasinya," katanya pula. Pada 10 November lalu, kata dia, keluarga besar almarhum Ondofolo Theys Hiyo Eluay telah berikrar mendukung NKRI, sehingga sudah sepantasnya untuk melakukan hal yang sama.

"Otsus ini adalah hasil perjuangan tokoh Papua termasuk almarhum orang tua saya, tujuannya untuk kesejahteraan rakyat Papua, utamanya pendidikan. Namun sampai hari ini, saudara kita di pedalaman masih jauh tertinggal, padahal semua pemimpin adalah sesama Papua," katanya lagi.

"Kita juga harus tanya kepada wakil rakyat sejauh mana pengawasan mereka dalam pembangunan pada masa Otsus ini, apa yang sudah dibangun. Sekolah bagaimana, apakah yang di pedalaman sudah sejajar, atau belum padahal dana besar sekali," katanya pula.

Sebagai ondoafi tertinggi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Yanto menegaskan dan meminta agar rakyat Papua lebih kritis pada hal yang positif bukan negatif, apalagi termakan isu politik yang tidak tentu buat sejahtera warga di sini.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 24 jam lalu

    Jembatan Holtekam di Teluk Youtefa

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Pembangunan Jembatan Holtekam, yang melintas di atas Teluk Youtefa, Kota Jayapura, menghabiskan dana sekitar Rp1,8 triliun.Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN)

  • 5 hari lalu

    Inalum Bantu Ternak Babi

    WAMENA (EKSPOSnews): PT Inalum (Persero) pada tahap pertama, memberikan bantuan 50 ternak babi kepada masyarakat Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.Tokoh Masyarakat Kabupaten Nduga Samuel Tabuni usai men

  • 5 hari lalu

    Sekda Papua Jadi Tersangka

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang telah menaikkan status penyidikan menjadi tersangka terhadap Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen

  • 2 bulan lalu

    Mengembangkan Labu di Papua

    Berbagai pelatihan guna meningkatkan perekonomian masyarakat, terus diberikan oleh Satgas Pamtas Yomek 521/DY.Seperti halnya penyuluhan budidaya labu madu yang berlangsung di Pos Kuler, Distrik Nauken

  • 2 bulan lalu

    Ribuan Warga Papua Meninggal Dunia karena HIV/AIDS

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menyatakan, sebanyak 2.299 warga Papua di 28 kabupaten dan satu kota di provinsi itu meninggal karena terinfeksi penyakit HIV/AIDS Kepala

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99