Rabu, 22 Nov 2017

Penolak Reklamasi Jangan Emosional

Oleh: Agung
Jumat, 19 Mei 2017 12:49
BAGIKAN:
istimewa
Reklamasi Teluk Jakarta.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar pihak-pihak yang menolak proyek reklamasi Teluk Jakarta tidak emosional menyampaikan argumentasi penolakan.

Luhut yang ditemui di Kemenko Kemaritiman Jakarta,  mengatakan argumentasi penolakan harus berdasarkan kajian.

Ia pun mengaku tidak mempermasalahkan jika nantinya pulau reklamasi akan dijadikan fasilitas umum seperti pelabuhan atau lainnya.

"Enggak ada masalah mau dijadikan apa pun asal semua berangkatnya dari studi. Jadi jangan emosional melihat itu. Kita lihat saja studinya," ucapnya, Jumat 19 Mei 2017.

Mantan Menko Polhukam itu menuturkan pihaknya berpegang pada kajian yang telah disusun sejak era Presiden Soeharto, di mana proyek reklamasi akan tetap jalan.

"Jadi jangan emosional bilang begini begitu begini. Tidak usah. Tenang saja. Kalau memang itu tidak bagus, urusannya apa, tidak usah dilaksanakan," ujarnya.

Luhut juga meminta pihak-pihak yang menyampaikan penolakan tidak asal mengklaim bahwa proyek itu jadi ajang mengeruk keuntungan pribadi.

"Jangan ada yang mengklaim bilang dibayar ini, dibayar sana. Tidak betul itu. Ada yang ngomong sudah kasih triliunan sana sini ya itu kampungan," katanya.

Luhut sebelumnya mengatakan pemerintah pusat belum menemukan alasan yang kuat untuk menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Terlebih, berdasarkan permukaan kajian, penurunan permukaan tanah Jakarta terus terjadi antara 8 hingga 23 cm tiap tahun.

Ia juga menegaskan reklamasi Teluk Jakarta bukanlah konsep dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. Proyek ini digagas sejak masa kepemimpinan Presiden Soeharto.

Sementara itu, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno sendiri sejak awal masa kampanye pemilihan kepala daerah menyampaikan penolakannya terhadap proyek reklamasi.

Menurut penilaian mereka, proyek reklamasi dinilai hanya menguntungkan pengembang dan masyarakat tertentu.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99