Senin, 17 Jun 2019
  • Home
  • Nasional
  • Penggarap Sudah Menggangu Keamanan Pemilik Lahan

Penggarap Sudah Menggangu Keamanan Pemilik Lahan

Minggu, 14 Agu 2016 04:18
BAGIKAN:
marsot
Areal pertapakan keluarga besar USU yang sudah miliki sertifikat digarap orang tak dikenal.

MEDAN (EKSPOSnews): Lahan seluas sekitar 60 hektare di Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang. Sumut dklaim orang tak dikenal sebagai miliknya. Para peggarap masuk ke lokasi itu Agustus 2015 dengan menanam jagung dan ubi kayu. Mereka mengaku lokasi tersebut sudah dimiliki nenek moyangnya secara turun temurun.

Padahal, areal tersebut adalah eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Tanjung Morawa, Kebun Bekala yang sudah dialihkan kepada kelompok masyarakat. Keluarga besar USU (pegawai,dosen,almamater, orang tua mahasiswa) membeli lahan tersebut dari Koperasi USU pada 2007 yang dibangi sekitar 1030 kavling yang sudah dilengkapi dengan sertifikat hak milik (SHM) dan sertifikat hak guna bangunan (SHGB), Ijin mendirikan bangunan dengan tipe 30 sudah dikeluarkan Pemkab Deli Serdang pada tahun 2007.

Pembelian kavling tersebut sebagian mencicil lewat bank, terutama pensiunan pegawai USU begitu setia mencicil dari sisa gajinya. Sebagian orangtua mahasiswa dan almamater juga ikut mencicil ke bank selama dua sampai lima tahun. "Kok tiba-tiba pada 2015 ada yang mengaku-ngaku sebagai pemilik lahan dan menanam jagung, ubi, dan tanaman lain di lokasi itu.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga sudah dibayar sebagian pemilik sertifikat hak milik dan SHGB, Mengapa masih ada masyarakat yang mengatasnamakan kelompok tani yang baru dibentuk tahun 2015 dan belum terdaftar di Kabupaten Deli Serdang, Sumut mengaku sebagai pemilik lahan dan menggarap areal yang jelas-jelas sudah dilengkapi sertifikat dari BPN Pemkab Deli Serdang? Dimanakah hukum negara ini sebenarnya?

Sejumlah pemilik lahan mengaku kaget karena sudah kedua kali ini kelompok orang tak dikenal itu mau menguasai lahan tersebut. Kali ini kelompok orang itu hampir setiap hari menunggu didekat posko yang dibangun pemilik lahan. "Sebagian warga yang menunggu selalu memancing agar pemilik lahan melakukan perlawanan. Untuk saja tak ada pemilik lahan tak ada yang terpancing." (em)
 


  Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    Panglima TNI dan Kapolri Pastikan Keamanan Natal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Natal 2018 di seluruh

  • 8 bulan lalu

    14 Anggota Keamanan Iran Diculik

    LONDON (EKSPOSnews): Sebanyak 14 anggota pasukan keamanan Iran, termasuk beberapa anggota Garda Revolusi, diculik di perbatasan Iran dengan Pakistan pada Selasa, kata kantor berita IRNA, mengutip peja

  • 9 bulan lalu

    Nissan Kenalkan Inovasi Berkendaraan yang Aman

    JAKARTA (EKSPOSnews): Nissan memperkenalkan inovasi terbarunya bernama Safety Shield 360, sebuah rangkaian dari enam keamanan canggih dan teknologi driver-assist, sebagai fitur standar untuk semua mer

  • 10 bulan lalu

    Gerakan GantiPresiden Ganggu Keamanan dan Ketertiban Umum

    KUPANG (EKSPOSnews): Pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana Kupang Johanes Tuba Helan berpendapat gerakan ganti presiden 2019 dapat berimplikasi terhadap keamanan dan ketertiban umum

  • 2 tahun lalu

    TransJakarta Tingkatkan Keamanan

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menempatkan sejumlah petugas keamanan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan para penumpang bus Transjakarta pascaperistiwa ledakan bom

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99