Kamis, 19 Sep 2019

Pemindahan Ibu Kota Masih Mimpi

Oleh: alex
Sabtu, 24 Agu 2019 16:04
BAGIKAN:
istimewa.
Jakarta.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Dalam Negeri menyebutkan pemindahan ibu kota negara ke wilayah Kalimantan masih dalam kajian yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Sampai saat ini kita masih menunggu kajian teknis PUPR dan Bappenas," kata Pelaksana Tugas Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik dalam diskusi Polemik bertema "Gundah Ibu Kota Dipindah", di Jakarta, Sabtu 24 Augustus 2019.

Ia mengatakan, mengenai lokasi calon ibu kota baru Indonesia, pemantauan telah dilakukan sejak dua tahun silam, namun letak pastinya belum ditentukan.

Menurut dia, banyak tahapan kajian yang harus dilakukan sebelum benar-benar memindah ibu kota negara.

"Ada banyak tahapan yang dilakukan, penetapan lokasi, mempersiapkan lahan, menyiapkan master plan, menelaah akulasi besar biaya gimana, mekanisme prosedur pemindahan bagaimana dan bagaimana bentuk kelembagaannya dan berbagai banyak hal. Posisi sampai saat ini masuk melakukan kajian," kata Malik.

Juga baca: Ditanya rencana setelah ibu kota pindah, Anies: Jakarta masih DKI

Juga baca: Emil Salim sebut pemindahan ibu kota tak perlu referendum

Juga baca: Dampak ekonomi ibu kota baru terhadap nasional sangat kecil

Kementerian Dalam Negeri, kata dia, juga melakukan kajian seperti apa ibu kota baru dari sisi administrasi, susunan pemerintah, otonomi daerah hingga batas wilayah ibu kota nantinya.

"Kami menyarankan jangan merupakan daerah otonom. Kami pahami dinamika politik setiap daerah. Kami khawatirkan akan jadi persoalan dalam mengambil keputusan untuk membuat ibu kota yang betul-betul teduh dan aman bagi pemimpin negara dalam mengambil keputusan," ujar Malik.

Kementerian Dalam Negeri pun menyarankan agar ibu kota negara yang baru tidak ada Pilkada, namun hanya merupakan daerah administratif saja.

"Pak Menteri (Mendagri Tjahjo Kumolo) beberapa kali bilang, kami usahakan di sana jangan ada Pilkada mungkin itu akan jadi daerah administratif. Tapi, itu tergantung keputusan presiden," kata Malik.

Pada banyak negara yang memindahkan ibu kota negaranya, terjadi pemisahan peran benar-benar antara ibukota pemerintahan dan "ibu kota bisnis" alias pusat bisnis dan lain-lain.

Di antara negara itu adalah pemisahan antara Kuala Lumpur dengan Putrajaya di Malaysia, di mana Putrajaya benar-benar difungsikan sebagai ibu kota negara. Hal lain yang dicatat adalah posisi ibu kota baru itu tidak selalu ada di tengah-tengah negara bersangkutan. Canberra di Australia sebagai contoh, ada di pantai tenggara negara benua itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Pemimpin Nasional Lebih Banyak Lahir dari Penggusaha

    JAKARTA (EKSPOSnews): Rektor IPB University Arif Satria mengatakan saat ini semakin banyak pemimpin Indonesia lahir dari kalangan pebisnis atau pengusaha."Fenomena tersebut sebenarnya sudah terjadi se

  • 4 bulan lalu

    REI Dukung Pembangunan Ibu Kota Baru

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata mengatakan anggotanya siap untuk memberikan dukungan dalam pembangunan ibu kota baru yang tengah

  • 5 bulan lalu

    Kalimantan Tengah Siapkan Lahan untuk Ibu Kota RI

    PALANGKA RAYA (EKSPOSnews): Provinsi Kalimantan Tengah menyediakan lahan seluas 300 ribu hektare yang tersebar di tiga kabupaten untuk lokasi pembangunan berbagai fasilitas jika ibu kota baru pemerint

  • 5 bulan lalu

    Ibu Kota Akan Dipindahkan ke Luar Pulau Jawa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah memilih memindahkan Ibu Kota pemerintahan keluar Pulau Jawa dengan sejumlah pertimbangan."Dalam rapat terbatas tadi diputuskan, Presiden memindahkan ibu kota ke luar J

  • 5 bulan lalu

    Pemimpin Emosional Cenderung Otoriter

    JAKARTA (EKSPOSnews): Politikus Partai NasDem, Irma Chaniago berpendapat kemarahan seorang pemimpin, dengan mengedepankan faktor emosional dan tempramental merupakan contoh pemimpin yang tidak stabil

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99