Rabu, 17 Okt 2018
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintah Akan Perjuangan Hak TKI yang Meninggal Dunia di Malaysia

Pemerintah Akan Perjuangan Hak TKI yang Meninggal Dunia di Malaysia

Oleh: Jallus
Rabu, 14 Feb 2018 04:52
BAGIKAN:
istimewa.
Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyatakan pemerintah akan memperjuangkan hak tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, Adelina Lisao yang meninggal dunia di Malaysia atas dugaan penyiksaan.

"KJRI Penang sudah berkomunikasi dengan agen yang mendatangkan untuk mengupayakan hak-hak yang bersangkutan," kata Hanif dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 13 Februari 2018.

Adelina Lisao merupakan warga Dusun Tanah Merah, Kupang Tengah, Kupang, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia, berdasarkan paspor yang didapat oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang seusai bertemu dengan Polis Diraja Malaysia.

Adelina ditemukan duduk tak berdaya di beranda rumah majikannya ditemani oleh seekor anjing ketika diselamatkan oleh tim yang menemukannya dalam kondisi kepala dan wajah bengkak serta kedua kaki penuh luka.

Setelah diselamatkan, Adelina dibawa ke rumah sakit Mertajam di mana ia menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (11/2).

Menaker menuturkan dari catatan Kemenaker, Adelina sebelumnya pernah masuk ke Malaysia secara resmi dan pulang ke NTT pada September 2014.

"Ia kembali lagi ke Malaysia Desember 2014 melalui jalur tidak resmi," katanya.

Hanif mengatakan Adelina masuk ke Malaysia melalui agen di sana yang bernama Lim yang menjadi agen pertama yang kemudian menjual Adelina ke Aida sebagai agen kedua untuk kemudian dipekerjakan ke majikan warga Malaysia bernama Jaya sampai meninggal.

"Saat ini polisi sudah menangkap majikan dan saudaranya, sementara diduga penyiksaan dilakukan oleh ibu kandung majikan," kata Hanif.

Menaker menambahkan ibu kandung majikan Adelina ditangkap Senin (12/2) atas dugaan penyiksaan yang terancam dengan pasal 302 hukum pidana Malaysia dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Saat ini jenazah Adelina telah dipindahkan dari Rumah Sakit Bukit Mertajam ke Rumah Sakit Seberang Jaya dan Kementerian Luar Negeri Indonesia telah berkoordinasi dengan pihak-pihak di NTT untuk menelusuri keluarga korban.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi juga telah menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan hak-hak hukum Adelina terpenuhi.

Retno mengatakan KJRI akan terus mengawal kasus tersebut, memberikan pendampingan hukum dan memastikan pemenuhan hak-hak hukum termasuk kompensasi bagi almarhumah.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Belanja Pemerintah Wajib Daring

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Proses pengadaan barang dan jasa atau belanja pemerintah wajib dilakukan secara daring pada 2019 untuk kemudahan monitoring, efisiensi, transfaransi serta penerapan prinsip-pri

  • 4 minggu lalu

    Tak Ada Lagi Penerimaan Pengawai Honorer

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah daerah dan institusi terkait untuk tidak lagi menerima pegawai honorer mengingat Pemerintah sedang menyusun skema kepegawaian untuk men

  • 2 bulan lalu

    Pemerintah Revisi Aturan Penghimpunan Dana Sawit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah telah melakukan perubahan (revisi) atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.Dikutip dari

  • 6 bulan lalu

    Indosat Akan Taat Terhadap Peraturan Pemerintah

    BANDAR LAMPUNG (EKSPOSnews): Indosat Ooredoo akan taat terhadap peraturan pemerintah untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan data Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga dalam registrasi

  • 6 bulan lalu

    Sertifikat yang Dibagikan Pemerintah Tekan Sengketa Lahan

    SUKABUMI (EKSPOSnews): Program percepatan pembuatan sertifikat tanah gratis yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo bertujuan untuk mengantisipasi sengketa lahan yang ada di Indonesia karena tidak ad

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99