Rabu, 26 Apr 2017
  • Home
  • Nasional
  • Pembangunan Markas TNI di Perbatasan Jadi Prioritas

Pembangunan Markas TNI di Perbatasan Jadi Prioritas

Oleh: Marsot
Jumat, 31 Mar 2017 09:08
BAGIKAN:
istimewa
Tentara Nasional Indonesia (TNI).
NUNUKAN (EKSPOSnews): Pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tiga markas TNI di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yakni Long Nawang Kabupaten Malinau dan Long Midang dan Tau Lumbis di Kabupaten Nunukan.

Hal ini disampaikan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, setelah kunjungan perwakilan Kemenko Polhukam RI.

Sehubungan dengan hasil kunjungan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam RI, Laksamana Pertama TNI Semi Djoni Putra di Kaltara tersebut, maka dipastikan pergeseran prajurit TNI segera direalisasikan.

"Rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan untuk melakukan pergeseran prajurit TNI ke wilayah perbatasan di Kaltara dipastikan segera direalisasikan," ujar Irianto Lambrie, Kamis 30 Maret 2017.

Pada kesempatan yang sama, Semi Djoni Putra menyatakan, setelah mendapatkan pemaparan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Biro Perbatasan Kaltara maka tiga lokasi menjadi skala prioritas untuk dibangun markas TNI.

Ketiga lokasi yang dimaksudkan yakni Long Nawang Kabupaten Malinau, Long Midang dan Tau Lumbis Kabupaten Nunukan. Alasannya, ketiga lokasi ini berada tepat di wilayah perbatasan dengan Malaysia dimana tingkat kerawanan pertahanan negara cukup tinggi.

"Penempatan prajurit TNI di wilayah perbatasan dilakukan secara bertahap. Untuk sementara pada tiga lokasi ini dulu karena tingkat kerawanan pertahanan negara cukup tinggi," ujar Semi Djoni Putra.

Ia mengakui, pergeseran prajurit ke wilayah perbatasan memang tidak bisa dilakukan sekaligus karena disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan personil juga.

Kemudian, kata dia, kemungkinan penempatan prajurit TNI ini dapat dilakukan tahun ini (2017) juga setelah berkoodinasi dengan kementerian/lembaga lainnya yang terkait terutama Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup karena rencana lokasi pembangunan markas berada di kawasan hutan lindung dan konservasi.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak