Jumat, 23 Jun 2017

NU Dukung Pembubaran HTI

Oleh: Marsot
Senin, 08 Mei 2017 19:56
BAGIKAN:
istimewa
Demostran (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung rencana pemerintah membubarkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"PBNU mendukung langkah pemerintah membubarkan ormas yang radikal dan menolak Pancasila," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj usai membuka pameran lukisan yang digelar NU Gallery di Jakarta, Senin 8 Mei 2017.

Menurut dia, HTI terbukti merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan hendak mengganti Pancasila dengan khilafah.

"Ormas radikal sangat berbahaya untuk masa depan Indonesia. NU mendorong kokohnya fondasi keindonesiaan yang harus dijaga oleh ormas-ormas dan komunitas keagamaan dengan membangun jembatan Islam dan Pancasila," katanya.

Menurut dia, setelah HTI dibubarkan, langkah selanjutnya adalah mengelola dan membina aktivis dan simpatisan HTI agar tidak menjadi liar dan tidak melakukan tindakan-tindakan radikal.

"Harus ada pencerahan dan pemahaman tentang sejarah Indonesia, kiprah ulama-ulama dalam merebut dan menjaga kemerdekaan, termasuk mengapa pendiri negara memilih konsep negara bangsa, bukan negara Islam atau negara suku," katanya.

Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Mohammad Nabil Haroen berpendapat senada. Menurut dia, HTI harus dibubarkan karena merusak sistem kebangsaan dengan tidak mengakui Pancasila.

"Selama ini para kiai pesantren mengoneksikan nilai-nilai Islam dan kebangsaan. Ini yang harus menjadi teladan sebagai upaya menjaga Indonesia," kata Nabil yang juga pendiri NU Gallery.Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang juga hadir dalam pameran lukisan itu berharap NU dan Muhammadiyah solid untuk mengawal bangsa.

"Peran kiai-kiai Nahdliyyin sangat penting untuk menjaga keindonesiaan di tengah arus radikalisme agama," kata dia.

Sebelumnya Menko Polhukam Wiranto menyatakan pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk membubarkan HTI karena organisasi itu mengancam keutuhan NKRI.

Menurut Wiranto bukan berarti pemerintah anti terhadap ormas Islam, namun semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 jam lalu

    Produsen Minuman Oplosan Digrebek di Bengkulu

    BENGKULU (EKSPOSnews): Komando Resor Militer 041/Garuda Emas Bengkulu menggerebek produsen pengoplos minuman keras terbesar di Provinsi Bengkulu.Komandan Komando Resor Militer 041/Garuda Emas Bengkulu

  • 2 jam lalu

    Rohidin Mersyah Plt Gubernur Bengkulu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan akan segera mengukuhkan Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sebagai Plt Gubernur Bengkulu terkait proses hukum di KPK."Sore ini

  • kemarin

    Aquafarm Nusantara Diminta Tingkatkan Kualitas Air Danau Toba

    MEDAN (EKSPOSnews): Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi meminta manajemen PT Aquafarm Nusantara berkomitmen untuk meningkatkan kualitas air Danau Toba."Komitmen itu penting karena pemerintah pusat a

  • kemarin

    Penumpang KM Kelud Meningkat

    MEDAN (EKSPOSnews): Jumlah penumpang kelas ekonomi yang menggunakan jasa angkutan Kapal KM Kelud di Pelabuhan Belawan-Medan, Sumatera Utara meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.Kepala

  • 2 hari lalu

    KPK Tetapkan Gubernur Bengkulu dan Isterinya Sebagai Tersangka Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian komisi proyek jalan di dua kabupaten di Provinsi Bengkulu."Para tersangk

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak