Rabu, 20 Sep 2017

NU Dukung Pembubaran HTI

Oleh: Marsot
Senin, 08 Mei 2017 19:56
BAGIKAN:
istimewa
Demostran (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung rencana pemerintah membubarkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"PBNU mendukung langkah pemerintah membubarkan ormas yang radikal dan menolak Pancasila," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj usai membuka pameran lukisan yang digelar NU Gallery di Jakarta, Senin 8 Mei 2017.

Menurut dia, HTI terbukti merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan hendak mengganti Pancasila dengan khilafah.

"Ormas radikal sangat berbahaya untuk masa depan Indonesia. NU mendorong kokohnya fondasi keindonesiaan yang harus dijaga oleh ormas-ormas dan komunitas keagamaan dengan membangun jembatan Islam dan Pancasila," katanya.

Menurut dia, setelah HTI dibubarkan, langkah selanjutnya adalah mengelola dan membina aktivis dan simpatisan HTI agar tidak menjadi liar dan tidak melakukan tindakan-tindakan radikal.

"Harus ada pencerahan dan pemahaman tentang sejarah Indonesia, kiprah ulama-ulama dalam merebut dan menjaga kemerdekaan, termasuk mengapa pendiri negara memilih konsep negara bangsa, bukan negara Islam atau negara suku," katanya.

Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Mohammad Nabil Haroen berpendapat senada. Menurut dia, HTI harus dibubarkan karena merusak sistem kebangsaan dengan tidak mengakui Pancasila.

"Selama ini para kiai pesantren mengoneksikan nilai-nilai Islam dan kebangsaan. Ini yang harus menjadi teladan sebagai upaya menjaga Indonesia," kata Nabil yang juga pendiri NU Gallery.Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang juga hadir dalam pameran lukisan itu berharap NU dan Muhammadiyah solid untuk mengawal bangsa.

"Peran kiai-kiai Nahdliyyin sangat penting untuk menjaga keindonesiaan di tengah arus radikalisme agama," kata dia.

Sebelumnya Menko Polhukam Wiranto menyatakan pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk membubarkan HTI karena organisasi itu mengancam keutuhan NKRI.

Menurut Wiranto bukan berarti pemerintah anti terhadap ormas Islam, namun semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 16 jam lalu

    Gunung Agung Belum Meletus

    DENPASAR (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan belum terjadi hujan abu vulkanik menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Agung, berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mi

  • 2 hari lalu

    Polisi Selidiki Pembunuhan di Kerinci

    SIAK (EKSPOSnews): Kepolisian di Siak mengungkap kasus pembunuhan terhadap laki-laki tanpa identitas yang dibuang ke dalam parit perkebunan sawit di Jalan Poros, Simpang Perak Jaya, Kerinci Kanan, pek

  • 2 hari lalu

    Hentikan Perdagangan Nuri dan Kakatua

    PALU (KICAU): Organisasi lingkungan Profauna Indonesia menggelar kampanye publik mengajak masyarakat untuk tidak membeli burung nuri dan kakatua, dalam memperingati Hari Kakatua Indonesia di Anjungan

  • 5 hari lalu

    Jangan Beli Burung Nuri

    JAKARTA (KICAU): Organisasi lingkungan Profauna mengajak masyarakat tidak membeli burung nuri dan kakatua karena 95 persen yang diperdagangkan adalah hasil tangkapan dari alam.Burung-burung itu ditang

  • 6 hari lalu

    Kebakaran di Gunung Bromo

    Koramil 0818/24 Poncokusumo membantu Balai Taman Nasional Wilayah Ngadas Kecamatan Poncokusumo. Danramil (Kapten Inf Puguh Sumarsono) beserta anggota berusaha memadamkan Kebakaran di padang rumput ata

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak