Jumat, 24 Nov 2017

NU Dukung Pembubaran HTI

Oleh: Marsot
Senin, 08 Mei 2017 19:56
BAGIKAN:
istimewa
Demostran (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung rencana pemerintah membubarkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"PBNU mendukung langkah pemerintah membubarkan ormas yang radikal dan menolak Pancasila," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj usai membuka pameran lukisan yang digelar NU Gallery di Jakarta, Senin 8 Mei 2017.

Menurut dia, HTI terbukti merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan hendak mengganti Pancasila dengan khilafah.

"Ormas radikal sangat berbahaya untuk masa depan Indonesia. NU mendorong kokohnya fondasi keindonesiaan yang harus dijaga oleh ormas-ormas dan komunitas keagamaan dengan membangun jembatan Islam dan Pancasila," katanya.

Menurut dia, setelah HTI dibubarkan, langkah selanjutnya adalah mengelola dan membina aktivis dan simpatisan HTI agar tidak menjadi liar dan tidak melakukan tindakan-tindakan radikal.

"Harus ada pencerahan dan pemahaman tentang sejarah Indonesia, kiprah ulama-ulama dalam merebut dan menjaga kemerdekaan, termasuk mengapa pendiri negara memilih konsep negara bangsa, bukan negara Islam atau negara suku," katanya.

Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Mohammad Nabil Haroen berpendapat senada. Menurut dia, HTI harus dibubarkan karena merusak sistem kebangsaan dengan tidak mengakui Pancasila.

"Selama ini para kiai pesantren mengoneksikan nilai-nilai Islam dan kebangsaan. Ini yang harus menjadi teladan sebagai upaya menjaga Indonesia," kata Nabil yang juga pendiri NU Gallery.Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang juga hadir dalam pameran lukisan itu berharap NU dan Muhammadiyah solid untuk mengawal bangsa.

"Peran kiai-kiai Nahdliyyin sangat penting untuk menjaga keindonesiaan di tengah arus radikalisme agama," kata dia.

Sebelumnya Menko Polhukam Wiranto menyatakan pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk membubarkan HTI karena organisasi itu mengancam keutuhan NKRI.

Menurut Wiranto bukan berarti pemerintah anti terhadap ormas Islam, namun semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Awas...Makanan dan Minuman Tanpa Izin Edar dari Balai POM

    MEDAN (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara minta kepada pemerintah agar menarik makanan tanpa memiliki izin edar karena merugikan negara."Petugas Balai Besar Pengawas Obat d

  • 2 minggu lalu

    Penyuap Mantan Gubernur Bengkulu Divonis 3,7 tahun Penjara

    BENGKULU (EKSPOSnews): Majelis hakim menjatuhkan vonis 3,7 tahun atau tiga tahun tujuh bulan penjara kepada Jhoni Wijaya, terdakwa pemberi suap Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti beserta istri Li

  • 3 minggu lalu

    Gubernur Aceh Akan Tutup Seluruh Tambang Timah Ilegal

    MEULABOH (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Aceh, memastikan semua aktivitas pertambangan tidak resmi (ilegal) di kawasan pedalaman, akan segara ditutup karena selama ini sudah sangat merusak lingkunga

  • 3 minggu lalu

    Gubernur Sumsel Minta Pertahankan Kerja Sama dengan Putera Sampoerna Fundation

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Gubernur Samatera Selatan Alex Noerdin minta pengelola Sekolah Menengah Negeri yang dikelola Putera Sampoerna Fundation itu dapat terus dipertahankan dan mutunya ditingkatkan."

  • 3 minggu lalu

    Pengembang di Rejang Lebong Diminta Siapkan Fasilitas Penunjang

    REJANG LEBONG (EkSPOSnews): Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu minta kalangan pengusaha pengembang perumahan di daerah itu menyiapkan fas

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99