Jumat, 16 Nov 2018
  • Home
  • Nasional
  • Mengundang Saksi Ahli untuk Kasus Kapal Tenggelam di Danau Toba

Mengundang Saksi Ahli untuk Kasus Kapal Tenggelam di Danau Toba

Oleh: alex
Sabtu, 07 Jul 2018 09:38
BAGIKAN:
istimewa.
KM Sinar Bangun.
MEDAN (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara telah mengundang saksi ahli dari perguruan tinggi negeri, mengenai kapal tenggelam KM Sinar Bangun, di perairan Danau Toba, Tiga Ras, Kabupaten Simalungun.

"Saksi ahli yang dihadirkan di Polda Sumut diundang dari Universitas Sumatera Utara (USU)," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, Sabtu 7 Juli 2018.

Kehadiran saksi ahli tersebut, menurut dia, sangat diperlukan untuk memberikan bahan masukan dan pertimbangan kepada penyidik Polda Sumut yang tengah melakukan penyidikan kasus kapal tenggelam.

"Kapal mengalami musibah itu, mengambil korban jiwa hingga mencapai ratusan orang penumpang, hal tersebut yang sedang ditangani oleh Polda Sumut," ujar Nainggolan.

Ia mengatakan, dengan dipanggilnya saksi ahli dalam bidang perkapalan itu, maka Polda Sumut dapat melaksanakan tugas penyidikan kasus kapal tersebut.

"Polda Sumut, segera melayangkan pemanggilan terhadap Kepala Dinas Perhubungan Samosir, berinisial NS, yang telah ditetapkan tersangka kasus kapal tenggelam tersebut," ucap mantan Kapolres Nia Selatan itu.

Sebelumnya, penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, telah melimpahkan kasus perkara tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun ke Kejaksaan Tinggi Sumut, Senin (2/7).

Perkara yang dilimpahkan itu, atas nama TS nakhoda KM Sinar Bangun, dan KN pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Samosir.

Selanjutnya, FP, pegawai negeri sipil Dishub Samosir, dan RD, Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir.

Keempat tersangka itu, saat ini masih ditahan di Polda Sumut.

Para tersangka itu dijerat melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo Pasal 359 KUH Pidana dengan hukuman 10 tahun denda Rp1,5 miliar.

Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar.

Hingga kini, tercatat 21 orang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia, yakni Tri Suci Wulandari, Aceh Tamiang, Fahrianti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, dan Indah Yunita Saragih (22) warga P.Sidamanik.

Sedangkan, 164 penumpang lainnyan dinyatakan hilang dan tidak dapat diangkut jasadnya dari Danau Toba dengan kedalaman 450 meter.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Banyak Masalah Mengembankan Wisata Danau Toba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pengembangan pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara, dinilai tidak mudah karena begitu banyak hambatan menantang termasuk dari sisi keterlibatan masyarakat.Direktur Pemasaran Pari

  • 2 bulan lalu

    KM Ihan Batak Layari Danau Toba

    TOBA SAMOSIR (EKSPOSnews): Kementerian Perhubungan meluncurkan operasional Kapal Motor Penyeberangan Ihan Batak untuk melayani transportasi di perairan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara.Peluncuran K

  • 3 bulan lalu

    Memperkaya Wisata Toba

    HUTAGINJANG (EKSPOSnews): BPJS Ketenagakerjaan membangun gazebo rumah adat Batak Toba sebagai tempat istirahat dan lokasi foto di Bukit Hutaginjang berlatar Danau Toba untuk memperkaya objek wisata it

  • 3 bulan lalu

    Kedalaman Keramba di Danau Toba Tak Penuhi Syarat

    MEDAN (EKSPOSnews): Kedalaman keramba jaring apung di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara tidak memenuhi Peraturan Presiden 81/2014 tentang RTRW Danau Toba."Kedalaman KJA yang ikannya bermatian itu hany

  • 3 bulan lalu

    Garuda Tanam Pohon di Kawasan Danau Toba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai Garuda Indonesia mendukung upaya reforestasi daerah tangkapan air (DTA) Danau Toba melalui penanaman 5.000 bibit pohon di lahan seluas 10 hektare di Kecamatan Sipitu, Ka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99