Jumat, 25 Mei 2018

Mengapa Teroris Bisa Menguasai Mako Brimob?

Oleh: marsot
Kamis, 10 Mei 2018 04:51
BAGIKAN:
istimewa.
Markas Brimob Depok.
JAKARTA (EKSPOSnews): Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan Rumah Tahan Negara (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sampai Rabu sore masih dikuasai narapidana/tahanan teroris serta masih ada polisi yang disandera.

Selain itu 165 tahanan teroris masih menguasai sekitar 30 senjata api yang sebagian besar laras panjang dan 300 amunisi. Sementara polisi belum berhasil memutus komunikasi para tahanan teroris dengan jaringan mereka di luar dan sangat disayangkan kenapa para tahanan teroris itu bisa memiliki telepon seluler selama di tahanan, kata Neta S Pane, Ketua Presidiun Indonesia Police Watch melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu 9 Mei 2018.

Dengan kondisi demikian, kata dia, IPW khawatir jika kepolisian bertindak gegabah para tahanan teroris tersebut akan kembali menghabisi polisi yang menjadi sandera dan kemudian melakukan serangan bunuh diri.

Karena itu, IPW berharap kepolisian bisa bertindak profesional agar anggotanya tidak kembali menjadi korban keberutalan teroris. Jika polisi kembali tewas dalam peristiwa kekacauan di Rutan Brimob, para teroris merasa akan mendapat kemenangan besar. Inilah yang harus dicegah kepolisian.

"Sangat ironis tentunya, di saat Kapolri (Jendseral Tito Karnavian) sedang berada di Jordania membuka pameran dan bicara tentang keberhasilan Indonesia tentang memberantas terorisme justru Rutan Brimob tempat teroris ditahan dikacaukan dan para teroris berhasil membunuh lima polisi," katanya.

Kasus kekacauan di Rutan Brimob yang mengakibatkan lima polisi tewas adalah tamparan keras buat Brimob, Densus 88 dan Polri karena peristiwa tragis ini terjadi di markas pasukan elit kepolisian.

IPW menyayangkan, kenapa Polri begitu lamban dalam mengungkapkan secara transparan kerusuhan di Rutan Brimob, terutama tentang tewasnya lima polisi.

"Kelimanya sudah tewas sejak Rabu pukul 01.00 WIB dinihari tapi baru diumumkan pada pukul 16.00 WIB dan sebelumnya kepolisian selalu mengatakan tidak ada korban tewas dalam kekacauan itu. Sikap polisi yang tidak transparan ini sangat aneh," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Reformasi Dinodai dengan Kebencian dan Teroris

    JAKARTA (EKSPOSnews): Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) menilai reformasi di Indonesia bukan gagal namun reformasi bangsa ini dilukai."Harus diakui dari enam cita reformasi saat itu, a

  • 4 hari lalu

    Menjamin Masa Depan Anak Teroris

    SURABAYA (EKSPOSnews): Rentetan aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo pekan lalu cukup menggegerkan Indonesia lantaran terjadi di Surabaya yang selama ini terkenal dengan daerah yang aman d

  • 6 hari lalu

    Terorisme Marak di Era Reformasi

    Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, seperti ketidakadilan di bidang politik, ekonomi, dan hukum yang mengerucut pada lengsernya Soeharto dari takhta kekuasa

  • 6 hari lalu

    Bahan Peledak Ditemukan di Rumah Terduga Teroris

    PROBOLINGGO (EKSPOSnews): Sejumlah bahan peledak untuk membuat bom ditemukan di salah satu rumah terduga teroris berinisial AP di Desa Sumberkedawung, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur."Tim Datasemen

  • 7 hari lalu

    8 Teroris Diamankan di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, delapan terduga teroris berhasil ditangkap di sejumlah daerah di Provinsi Riau pascaserangan teroris di Markas Polda Riau."Kelanjuta

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99