Kamis, 16 Agu 2018

Mengapa Teroris Bisa Menguasai Mako Brimob?

Oleh: marsot
Kamis, 10 Mei 2018 04:51
BAGIKAN:
istimewa.
Markas Brimob Depok.
JAKARTA (EKSPOSnews): Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan Rumah Tahan Negara (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sampai Rabu sore masih dikuasai narapidana/tahanan teroris serta masih ada polisi yang disandera.

Selain itu 165 tahanan teroris masih menguasai sekitar 30 senjata api yang sebagian besar laras panjang dan 300 amunisi. Sementara polisi belum berhasil memutus komunikasi para tahanan teroris dengan jaringan mereka di luar dan sangat disayangkan kenapa para tahanan teroris itu bisa memiliki telepon seluler selama di tahanan, kata Neta S Pane, Ketua Presidiun Indonesia Police Watch melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu 9 Mei 2018.

Dengan kondisi demikian, kata dia, IPW khawatir jika kepolisian bertindak gegabah para tahanan teroris tersebut akan kembali menghabisi polisi yang menjadi sandera dan kemudian melakukan serangan bunuh diri.

Karena itu, IPW berharap kepolisian bisa bertindak profesional agar anggotanya tidak kembali menjadi korban keberutalan teroris. Jika polisi kembali tewas dalam peristiwa kekacauan di Rutan Brimob, para teroris merasa akan mendapat kemenangan besar. Inilah yang harus dicegah kepolisian.

"Sangat ironis tentunya, di saat Kapolri (Jendseral Tito Karnavian) sedang berada di Jordania membuka pameran dan bicara tentang keberhasilan Indonesia tentang memberantas terorisme justru Rutan Brimob tempat teroris ditahan dikacaukan dan para teroris berhasil membunuh lima polisi," katanya.

Kasus kekacauan di Rutan Brimob yang mengakibatkan lima polisi tewas adalah tamparan keras buat Brimob, Densus 88 dan Polri karena peristiwa tragis ini terjadi di markas pasukan elit kepolisian.

IPW menyayangkan, kenapa Polri begitu lamban dalam mengungkapkan secara transparan kerusuhan di Rutan Brimob, terutama tentang tewasnya lima polisi.

"Kelimanya sudah tewas sejak Rabu pukul 01.00 WIB dinihari tapi baru diumumkan pada pukul 16.00 WIB dan sebelumnya kepolisian selalu mengatakan tidak ada korban tewas dalam kekacauan itu. Sikap polisi yang tidak transparan ini sangat aneh," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    5 Terduga Teroris Diamankan di Sumbar Jaringan JAD

    PADANG (EKSPOSnews): Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kombes Pol Syamsi mengungkapkan lima terduga teroris yang diamankan di daerah itu diiduga merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daul

  • 3 hari lalu

    Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Sulawesi Selatan

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri kembali mengamankan satu orang anggota jaringan teroris Santoso di Desa Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selata

  • 2 minggu lalu

    Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Semarang

    SEMARANG (EKSPOSnews): Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 3 terduga teroris di wilayah Tegal dan Semarang, Jawa Tengah.Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Condro Kirono yang dikonfirmasi menge

  • 2 minggu lalu

    Begal Sadis di Medan Ditembak Mati

    MEDAN (EKSPOSnews): Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, Sumatera Utara, menembak mati Jepri Sitorus, pelaku pembegalan yang mengakibatkan seorang wanita, Helmina Romita Sipayung (30), terluka p

  • 2 minggu lalu

    37 Terduga Teroris Ditangkap di Jawa Barat

    BANDUNG (EKSPOSnews): Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, sampai saat ini sudah 37 terduga teroris yang ditangkap di berbagai wilayah di Jawa Barat."Sebanyak 37 terduga teroris

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99