Sabtu, 23 Mar 2019
  • Home
  • Nasional
  • Mendata Rumah Terkena Banjir di Mandailing Natal

Mendata Rumah Terkena Banjir di Mandailing Natal

Oleh: alex
Jumat, 09 Nov 2018 03:41
BAGIKAN:
istimewa.
Banjir.
MEDAN (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mandailing Natal hingga kini masih mendata rumah warga yang hanyut dan tertimbun tanah longsor di Kecamatan Natal-Lingga Bayu.

"Pendataan yang dilakukan itu, juga berdasarkan perintah Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," kata Kepala Pelaksana BPBD Mandailing Natal, Muhammad Yasir Nasution, dihubungi dari Medan, Kamis 8 November 2018.

Saat ini, menurut dia, petugas BPBD dan Camat Natal-Lingga Bayu terus mengumpul data rumah penduduk yang dihantam banjir akibat meluapnya sungai yang terdapat di daerah tersebut.

"Peristiwa banjir itu, terjadi Rabu (7/11) malam, akibat hujan yang sangat lebat, dan terjadinya banjir merendam rumah warga," ujar Yasir.

Ia mengatakan, mengenai jumlah rumah warga yang hanyut akibat banjir dan tetimpa tanah longsor, belum dapat diketahui secara pasti.

"Karena petugas, masih bekerja di lapangan dan belum diketahui jumlahnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Mandailing Natal itu.

Data sementara diperoleh dari BPBD Mandailing Natal, rumah warga yang hanyut akibat banjir di Kecamatan Lingga Bayu, yakni Simpang Gambir 16 rumah, Ranto Sore Sigala-gala sebanyak delapan rumah, Aek Garingging delapan rumah, Sikumbu enam rumah, Pulo Padang enam rumah, Tapus dua rumah, satu unit mobil hanyut, dan unit rumah terbakar di Simpang Gambir.

Jalan Nasional Amblas Jalan Nasional di Desa Saba Pasir, Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara yang amblas akibat tergerus air Sungai Batang Gadis, sepanjang lebih kurang enam meter. Akibat putusnya Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) itu, maka arus tranfortasi di daerah tersebut, untuk sementara waktu terpaksa harus dialihkan ke jalan yang lain.

Peristiwa amblasnya jalan nasional itu, Rabu (7/11) malam akibat hujan turun sangat lebat, sehingga air Sungai Batang Gadis meluap dan menggerus badan jalan tersebut.

Selama ini hujan turun di Desa Saba Pasir, tidak pernah mengakibatkan putusnya jalan nasional tersebut.

Jalan nasional yang putus itu, tidak berapa jauh dari Sungai Batang Gadis.

Akibat putusnya jalan nasional itu, petugas Satlanta Polsek Kota Nopan terpaksa harus bekerja keras mengatur arus lalu lintas di Desa Saba Pasir.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 20 jam lalu

    Bedah Rumah di Solok

    SOLOK (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat, akan membedah 162 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik masyarakat tidak mampu melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2019."Progra

  • 2 minggu lalu

    TNI Bantu Perbaiki Rumah

    PAMEKASAN (EKSPOSnews): Kodim 0826/Pamekasan, Jawa Timur menggerakkan semua anggota TNI yang bertugas di wilayah itu guna membantu perbaikan 502 rumah tidak layak huni milik warga miskin dan kurang ma

  • 2 minggu lalu

    Rumahnya Dijadikan Basecamp Tentara, Madrusin Merasa Nyaman

    SUMENEP (EKSPOSnews): Madrusin (46) mengakui jika dirinya tak merasa terganggung meski rumahnya dijadikan suatu basecamp oleh Satgas TMMD ke-104 Kodim 0827/Sumenep.Justru sebaliknya, bapak dua anak it

  • 3 minggu lalu

    Perselisihan Kecil Picu Perceraian Rumah Tangga

    JAKARTA (EKSPOSnews): Psikolog keluarga Oriza Sativa mengemukakan perselisihan-perselisihan kecil dalam rumah tangga merupakan salah satu penyebab signifikan perceraian."Berdasarkan penelitian terbukt

  • satu bulan lalu

    Membebaskan Pangkalpinang dari Rumah Tidak Layak

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota(Pemkot) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan pada 2020 terbebas dari keberadaan rumah tidak layak huni dalam rangka mewujudkan prog

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99