Rabu, 18 Jul 2018

Menarik Satu Helikopter dari Aceh

Oleh: Jallus
Selasa, 08 Agu 2017 10:29
BAGIKAN:
istimewa
Helikopter.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menarik satu dari total dua unit helikopter yang dikerahkan membantu pemadaman api di Kabupaten Aceh Barat, Aceh.

"Ya, pekan lalu sudah kita pulangkan heli itu ke BNPB. Tapi, saya lupa tanggal pastinya," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Yusmadi, di Banda Aceh, Selasa 8 Augustus 2017.

Dia menjelaskan helikopter yang ditarik tersebut dengan jenis Bell nomor seri 412, memiliki regitasi PK-DAS. Penarikan heli itu karena operasi "water bombing" atau pengeboman air telah usai dilakukan.

Pesawat baling-baling itu dilaporkan melakukan operasi "water bombing" di enam desa di tiga kecamatan di Aceh Barat, karena terbakarnya lahan gambut di tengah hutan.

Lokasi hutan gambut terbakar berada di wilayah Desa Ujong Tanoh Darat dan Desa Peunanga Cut Ujong di Kecamatan Meureubo, dan Desa Simpang Peut, Kecamatan Kaway Enam Belas.

Selain itu, Desa Suak Raya, Desa Suak Nie, dan Desa Ieuhan di Kecamatan Johan Pahlawan atau di daerah pesisir pantai barat berbatasan dengan wilayah perairan Samudera Hindia.

Helikopter MI-172 telah terlebih dahulu dipulangkan ke Dumai, Provinsi Riau, untuk membantu upaya pemadamkan api di daerah setempat pada Rabu, (2/8).

"Terakhir tiga kecamatan di Aceh Barat ini. Tidak ada lagi helikopter di Meulaboh karena sudah ditarik," kata Yusmadi.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melaporkan, 18 helikopter terus melakukan upaya pemadaman api di lahan gambut yang terbakar di lima provinsi.

Ia menyebut jutaan meter kubik air telah ditumpahkan dari udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan seperti di tiga provinsi di antaranya di Pulau Sumatera.

"Alhamdulillah, kebakaran gambut di Ogan Ilir, Sumater Selatan berhasil dipadamkan. Setelah kita kerahkan empat helikopter BNPB yang dibantu satgas (satuan tugas) darat," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Tekanan Massa Agar Bebaskan Gubernur Aceh dari Tahanan KPK

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Massa dari Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) sebelumnya berunjuk rasa menuntut Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dibebaskan, bertahan di kantor gubernur Aceh.Massa KMA

  • 5 hari lalu

    Pelindo Ajak Pengusaha Aceh Gunakan Peti Kemas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): PT Pelindo I selaku pengelola Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, mengajak pengusaha di Provinsi Aceh memanfaatkan jasa pengiriman barang dengan menggunakan peti ke

  • 5 hari lalu

    Gajah Liar Ditemukan Mati di Aceh Timur

    IDI RAYEUK (EKSPOSnews): Seekor gajah liar diperkirakan berusia 15 tahun ditemukan mati di kawasan hutan pedalaman di Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (12/7)."Sepasang gading masih le

  • 6 hari lalu

    KPK Dalami Aliran Dana Otsus Aceh

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami informasi terkait aliran dana dan komunikasi yang terjadi terkait kasus tindak pidana korupsi suap pengalokasian dan penyaluran

  • 7 hari lalu

    Kepala Desa Gugat Bupati Aceh Barat

    MEULABOH (EKSPOSnews): Ketua DPRK Aceh Barat, Provinsi Aceh, Ramli mendukung sikap kepala desa yang bermaksud menggugat bupati karena mendiskriminasi 25 kepala desa berupa pemecatan sepihak."Semua keu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99