Selasa, 16 Jul 2019

Mana Tanggung Jawabmu Bupati Langkat?

Oleh: Jallus
Selasa, 25 Jun 2019 04:42
BAGIKAN:
istimewa.
Kebakaran.
MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Langkat, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Perizinan dan institusi terkait lainnya harus bertanggung jawab dengan peristiwa kebakaran pabrik perakitan korek api gas (mancis) di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6).

"Sebab operasional pabrik tersebut berada di daerah Kabupaten Langkat, dan pengawasan perusahaan itu tidak terlepas menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Syafruddin Kalo, di Medan, Senin 24 Juni 2019.

Apalagi, ujarnya pula, kebakaran pabrik mancis (korek api gas) tersebut menyebabkan 30 pekerja tewas setelah hangus terbakar, yakni 25 orang dewasa dan 5 orang anak-anak.

"Insiden tersebut, tidak hanya menimbulkan duka yang cukup mendalam bagi masyarakat, tetapi juga tidak ada rasa nyaman dengan kehadiran pabrik-pabrik yang ada di wilayah Langkat, misalnya pabrik perakitan mancis yang telah menelan korban jiwa itu," ujar Syafruddin.

Ia menyatakan, Dinas Ketenagakerjaaan Langkat juga tidak ada koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara mengenai kehadiran perusahaan pabrik perakitan mancis yang berada di Desa Sambirejo.

Selain itu, pemberian izin terhadap perusahaan korek api gas yang berada di kawasan dekat rumah penduduk, dan juga dapat mengancam keselamatan masyarakat.

"Hal itu, juga merupakan pelanggaran norma K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) yang dilakukan pabrik perakitan mancis di Langkat," ujar dia lagi.

Syafruddin juga berharap kasus kebakaran pabrik perakitan mancis itu, tidak terulang lagi di Kabupaten Langkat, mengingat peristiwa tersebut menelan korban jiwa yang cukup besar.

Selain itu, kasus kebakaran diharapkan dapat menyadarkan para pengusaha agar mereka tidak lalai dan mengabaikan terhadap keselamatan para pekerjanya.

Kemudian, Pemkab langkat dan institusi terkait lainnya agar lebih selektif memberikan izin operasional kepada perusahaan swasta, demi tercipta keamanan bagi masyarakat.

"Aparat kepolisian juga harus mengusut tuntas kasus kebakaran pabrik perakitan mancis di Langkat dan menghukum berat pengusaha perusahaan tersebut," katanya pula.

Sebelumnya, terjadi kebakaran pabrik perakitan mancis di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6) sekitar waktu makan siang.

Diduga kebakaran itu dikarenakan saat sedang menyetel api mancis. Kemudian satu mancis terbakar dan mengakibatkan kebakaran hebat.

Sebanyak 30 korban meninggal dunia dalam kebakaran itu, karena mereka terkurung karena pintu masuk rumah berada di belakang, dan ledakan terjadi di bagian belakang, sehingga para pekerja yang semuanya perempuan tidak bisa keluar.

Penyidik Kepolisian Resor Kota Binjai menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus kebakaran pabrik perakitan mancis di Dusun IV, Desa Sambirejo Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat yang menewaskan 30 orang ini, kata Kepala Kepolisian Resor Binjai AKBP Nugroho Try Nuryanto diwakili Kepala Sub Hubungan Masyarakat Polres Binjai Iptu Siswanto Ginting, di Binjai.

Sebelumnya, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi, yakni Ayu Anita Sari, Sri Maya, Deni Novita Sari, Nur Asiyah, dan Ariyani, lalu menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut.

Ketiga tersangka itu masing-masing IDR (69) warga Jembatan Item Pekojan 3 Gang 8 V Nomor 3 RT/RW 011/007, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tembora Kota, Jakarta Timur selaku Direktur Utama PT Kiat Unggul.

Kemudian BUR (37), warga Dusun XV Jalan Bintang Terang Nomor 20 RT/RW 077/038, Desa Mulio Rejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang selaku Manager PT Kiat Unggul.

Polisi juga menetapkan LIS (43), warga Jalan Sridadi Nomor 95, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang selaku HRD (personalia) PT Kiat Unggul sebagai tersangka.

Siswanto menyampaikan, ketiganya dipersangkakan dengan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan matinya orang lain, pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran sehingga menyebabkan matinya orang lain, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta UU Perlindungan Anak pasal 76 H dan 76 I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002.

Selain itu, juga dikenakan pasal 74 huruf D dan pasal 183 UU Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, juga pasal 61, pasal 62, UU Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penataan Ruang, serta pasal 109 UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Ancaman hukuman terhadap pasal yang dipersangkakan antara 5 sampai 10 tahun penjara," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  • 2 minggu lalu

    Kebakaran Lahan di Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Peristiwa kebakaran lahan telah terjadi di dua lokasi yang masing-masing menghanguskan sekitar 0,5 hektare areal, yakni Gampong (Desa) Lampineung, Kecamatan Baitussalam, dan G

  • 3 minggu lalu

    Polisi Tangkap Bos Pabrik Mancis yang Terbakar

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemilik pabrik perakitan mancis yang terbakar di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat berinisial IDR akhirnya diringkus aparat Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Res

  • satu bulan lalu

    Kebakaran di Tapanuli Selatan, 5 Bocah Tewas Terpanggang

    ANGKOLA (EKSPOSnews): Lima bocah ditemukan tewas terpanggang dalam sebuah rumah yang hangus terbakar di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Kelima bocah malang itu

  • satu bulan lalu

    Berapa Kerugian Kebakaran Rutan Sigli?

    PIDIE (EKSPOSnews): Kanwil Kemenkumham Aceh mulai melakukan pencatatan besaran kerugian negara dampak dari terbakarnya Rutan Negara Kelas IIB Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh."Petugas sedang menc

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99