Kamis, 21 Mar 2019

Lion Air Harus Patuh Pada Rekomendasi KNKT

Oleh: marsot
Jumat, 30 Nov 2018 06:07
BAGIKAN:
istimewa.
Pencarian Lion Air.
JAKARTA (EKSPOSnews): Komite Nasional Keselamatan Transportasi memaparkan alasan menerbitkan dua rekomendasi untuk Lion Air dalam laporan awal (preliminary report) investigasi jatuhnya pesawat PK-LQP nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

"Jadi memang KNKT sudah memutuskan memberikan rekomendasi ini untuk mencegah kejadian terulang di kemudian hari," kata Kepala Sub Komite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 29 November 2018.

Ia menjelaskan alasan memberikan memberikan rekomendasi seharusnya pesawat PK-LQP nomor penerbangan JT 043 rute Denpasar-Jakarta kembali ke bandara asal (round to base), yakni karena alasan keselamatan.

"Yang ingin kita sampaikan sebenarnya sebaiknya penerbangan tidak dilanjutkan karena kalau melihat kondisinya mereka baru tinggal landas dari Bali yang sekitar 50 menit, sementara ke Jakarta masih sekitar satu jam. Jadi, melanjutkan penerbangan dengan kondisi kerusakan yang ada, mungkin akan lebih membahayakan," katanya.

Nurcahyo mengatakan di buku manual Lion Air, kondisi seperti itu, pilot disarankan untuk kembali. "Jadi, kami menyarankan di buku manual Lion Air bahwa kondisi seperti itu, sebaiknya pilot memutuskan untuk kembali. Namun demikian, ada beberapa dalam penerbangan ini, terlihat bahwa Lion sudah punya prosedur tapi ada beberapa terlihat bahwa pilot melakukan sesuatu prosedur penerbangannya sendiri," katanya. Terkait perbedaan jumlah manifes kru pesawat, dia menuturkan dokumen catatan penerbangan seharusnya sesuai dengan kondisi sesungguhnya. Pasalnya, lanjut dia, dokumen yang diterima oleh KNKT, yaitu di lembar berat dan keseimbangan (weight and balance sheet) atau lembar keterisian (load sheet), tertulis dua pilot dan lima pramugari.

"Namun, kita paham bersama bahwa jumlah korban adalah 189, sedangkan di dalam 'load sheet' jumlah penumpangnya 181, jadi kalau dijumlah masih 188. Akhirnya KNKT mendapatkan dokumen lain yang menunjukkan pramugarinya enam, tapi bukan dokumen penerbangan, lebih kepada dokumen administrasi penjadwalan awak pesawat," katanya.

Nurcahyo mengatakan pihak Lion Air diberikan waktu 90 hari untuk memberikan tanggapan terkait rekomendasi tersebut dan apabila berkeberatan, KNKT akan mengevaluasi. Evaluasi yang dimaksud, lanjut dia, adalah terkait pencegahan kecelakaan.

"Kalau Lion Air berkeberatan rekomendasi, evaluasi yang kami lakukan alasan keberatannya cukup mencegah kecelakaan, jadi apabila alasan cukup, mana mungkin akan kita terima. Apabila alasan penolakan tidak menjalankan rekomendasi kita ini, kita nilai belum mampu mencegah kecelakaan, kita bisa menolak alasan penolakannya," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Lion Air Tegelincir, Penerbangan Terganggu

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya terus meninmalkkan dampak akibat tergelincir pesawat milik perusahaan denga

  • 3 bulan lalu

    Pemerintah Diminta Terbuka Soal Jatuhnya Lion Air

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Lembaga Studi Hukum Indonesia (LSHI) Laksanto Utomo meminta pemerintah untuk lebih transparan dalam menindaklanjuti jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Tanjung Pakis

  • 4 bulan lalu

    Ahli Waris Korban Lion Air Jangan Dipersulit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komunitas Konsumen Indonesia meminta Lion Air tidak mempersulit dengan membuat syarat-syarat tambahan dalam memberikan ganti rugi bagi ahli waris korban Penerbangan JT 610."Ahli

  • 4 bulan lalu

    Lion Air Tabrak Lampu di Bandara Fatmawati

    BENGKULU (EKSPOSnews): Bandara Fatmawati tetap beroperasi normal usai insiden pesawat Lion Air JT 633 rute Bangkulu-Jakarta menabrak lampu di depan ruang VVIP Bandara Fatmawati Bengkulu."Benar insiden

  • 5 bulan lalu

    Sulit Identifikasi Korban Lion Air

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejadian nahas menimpa pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Be

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99