Rabu, 21 Nov 2018

Korban Tewas Gempa Palu Sudah 1.763 Orang

Oleh: Jallus
Senin, 08 Okt 2018 04:37
BAGIKAN:
reuters.
Gempa Palu.
JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.763 korban jiwa yang terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah berdasarkan pembaruan data korban hingga pukul 13.00 WIB pada Minggu (7/10).

"Dari 1.763 orang yang meninggal dunia, sebanyak 1.755 jenazah telah dimakamkan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers "Update Tanggap Bencana Sulawesi Tengah" di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu 7 Oktober 2018.

Sementara, berdasarkan data BNPB yang diperbarui pada Sabtu (6/10) pukul 13.00 wib sebanyak 1.649 korban meninggal dunia.

"Sampai hari ini pukul 13.00 WIB jumlah korban jiwa terus bertambah karena memang tim SAR (pencarian dan penyelamatan) gabungan yang dikoordinir oleh Basarnas terdiri dari TNI, Polri, Kementerian ESDM, relawan bahkan masyarakat juga terus melakukan pencarian korban sehingga tercatat 1.763 orang meninggal dunia," jelasnya.

Dari 1.763 orang yang meninggal dunia itu, satu di antaranya adalah warga negara Korea Selatan dan dimakamkan oleh pihak keluarganya.

Total korban jiwa itu terdiri dari 159 orang di Donggala, 1.519 orang di Kota Palu, 69 orang di Sigi, 15 orang di Paragi Moutong, dan satu orang di Pasangkayu, Sulbar.

Dari 1519 korban meninggal dunia di Kota Palu, sebagian besar akibat diterjang tsunami dan tidak sempat menyelamatkan diri.

"Kota Palu memang paling banyak. Korban paling banyak adalah disebabkan tsunami untuk di Kota Palu," tuturnya.

Dia menuturkan, masih banyak korban di Kabupaten Sigi diperkirakan tertimbun dan belum ditemukan sampai saat ini.

Sutopo menuturkan dari total 1.755 korban yang telah dimakamkan, sebanyak 753 jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Paboya dengan pemakaman secara massal. Kemudian, 35 dimakamkan secara massal di TPU Pantoloan.

Selanjutnya, pemakaman oleh pihak keluarga dilakukan bagi 923 jenazah.

Selain itu, sebanyak 35 jenazah dimakamkan di Donggala, 8 jenazah di Biromaru, dan satu jenazah di Pasangkayu.

Selain korban meninggal dunia, terdapat juga korban yang mengalami luka berat yakni sebanyak 2.632 orang dan sedang menerima perawatan di rumah sakit.

Hingga saat ini, korban hilang tercatat sebanyak 265 orang dan 152 korban tertimbun.

Pada Jumat (28/9) pukul 18.02.44 Wita, gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) mengguncang Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi serta wilayah sekitarnya di Sulawesi Tengah.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa tersebut dan terpantau terjadi tsunami di Mamuju setinggi enam centimeter dan pantai Palu dengan ketinggian 1,5 meter.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    SP Pelindo 1 Serahkan Bantuan Bencana Palu

    MEDAN (EKSPOSnews): Serikat Pekerja PT Pelabuhan Indonesia I (SP Pelindo 1) menyerahkan bantuan untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala - Sulawesi Tengah. Bantuan

  • satu bulan lalu

    Holding Perkebunan Salurkan Bantuan kepada Korban Gempa Palu

    MAKASSAR (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mengirim enam truk bermuatan bantuan logistik untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi,dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada 28 Septembe

  • satu bulan lalu

    Korban Meninggal Akibat Gempa Palu Tercatat 2.002 orang

    PALU (EKSPOSnews): Data terbaru jumlah korban meninggal dunia dalam musibah gempa dan tsunami, di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, hingga Selasa 9 Oktober 2018, pukul 08.54 Wita mencapai 2.002 oran

  • satu bulan lalu

    Akibat Gempa Palu 50 Anak Hilang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sekretariat Bersama (Sekber) Perlindungan Anak Kementerian Sosial di Palu, Sulawesi Tengah, menerima laporan lebih dari 50 anak yang hilang saat bencana gempa bumi dan tsunami di

  • satu bulan lalu

    Butuh 6 Eskavator Ampibi Mengevakuasi Korban Gempa Palu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan perlu enam eskavator amfibi untuk mengevakuasi korban yang tertimbun lumpur dari proses likuifaksi akibat gempa dan tsunam

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99